Demon King: Another World

Demon King: Another World
sebuah keluarga yang harmonis



setelah membereskan tenda kami pun berjalan mengikuti jalan setapak, kami sudah menghabiskan 1 hari kemarin untuk istirahat.


"kakak! lautnya sudah terlihat!!" teriak Lilith yang sedang bergembira.


"iya, sebentar lagi kita sampai kok." ucapku tersenyum pada Lilith.


Julie mengulurkan tangannya dan menggandeng tangan Lilith,


"jangan jauh jauh, sini sama kak Julie." ucapnya.


"ya, aku tidak akan jauh jauh kok." jawabnya sambil tersenyum.


aku tersenyum kepada Julie yang bertingkah seperti dia adalah seorang ibu.


...****************...


kami berjalan hingga matahari tepat di atas kepala kami, kami beristirahat sejenak dengan memakan makanan yang tersisa dari sarapan tadi pagi. kami memakan sampai habis kemudian melanjutkan perjalanan, aku melihat wajah bahagia dari Lilith dan Julie yang sedang bergandengan layaknya ibu dan anak.


kemudian selang beberapa lama berjalan matahari mulai terbenam, kami mencari tanah lapang untuk mendirikan tenda dan mengumpulkan kayu kering untuk membuat api unggun, dan diatasnya untuk membuat makan malam.


"hmm... seperti biasa ini enak." ucap Lilith memuji makanan buatan ku.


"bukan aku saja kok yang buat, Julie juga ikut membantu tadi." jawabku dengan tersenyum.


"eh, aku tadi cuma bantu sedikit kok jadi aku tidak sepenuhnya membatu." ucap Julie dengan gelisah.


"tidak, aku terbantu kok." jawabku sambil memakan sup buatan Julie dan aku


"wah, kak Julie bisa memasak, hebat! ini enak." ucap Lilith memuji.


"tidak juga, lagi pula yang paling banyak membuatnya Satou, jadi aku tidak terlalu banyak membantunya." ucap Julie.


Lilith tersenyum, "ini seperti buatan ayah dan ibuku dulu." sambil memakan makanan buatan ku dan Lilith.


wajah Julie memerah dan memalingkan wajahnya kearah lain, aku memindahkan arah bola mataku ke arah lain karena malu mendengar perkataan Lilith.


setelah makan malam kami semua bersiap untuk tidur tetapi sebelum sempat memejamkan mata Lilith datang mendekat kearah ku dan kemudian,


"kak Julie! kesini lah!" panggil Lilith dari dalam tendaku.


mendengar panggilan Lilith, Julie masuk ke tendaku.


"ada apa Lilith?" tanya Julie.


"duduklah sebentar" ucap Lilith.


aku yang bingung kemudian menuju posisi duduk dan bertanya "ada apa Lilith? apa ada masalah?"


setelah itu Julie duduk didekat Lilith,


"boleh aku memanggilmu papa?" ucap Lilith kepada aku yang masih bingung.


"kenapa?" tanyaku.


tanpa menjawab pertanyaan ku dia menoleh kearah Lilith dan bertanya, "bolehkah aku memanggilmu mama?"


"ke-kenapa tiba tiba? a-apa ada masalah dengan panggilan kak?" tanya Julie yang memerah.


aku menghela nafas dan kemudian "baiklah panggil aku papa, dan panggil Julie dengan mama ok?" sambil melihat kearah Julie yang memerah.


"baik, papa! oh iya papa, kita tidur bersama aja, aku ga mau tidur sendirian, mama juga harus tidur bareng papa." ucap Lilith kepada ku.


"i-iya, kita tidur bersama malam ini." ucap Lilith yang pasrah.


kami pun tidur bersama layaknya sebuah keluarga.


entah kenapa Lilith bisa tau rahasia kalau sebenarnya aku dan Julie sudah bertunangan.


...****************...


pagi pun tiba, aku segera membangunkan Julie untuk menyiapkan sarapan.


"hey, Julie bangun sudah pagi.... ayo buat sarapan buat Lilith." ucapku dengan nada pelan.


"iya baiklah, aku bangun." ucap Julie.


akhirnya kami membuat sarapan bersama lagi, untuk menu hari ini kami hanya memiliki sisa sayuran, jadi kami memasak sayuran tersebut dengan sedikit sisa daging dan memberinya garam dan kecap.


"Lilith, sarapan sudah siap!" ucap Julie dari luar tenda, sementara sarapan sudah siap aku membereskan tenda yang semalam tak terpakai.


"ya! aku datang!" ucap Lilith


aku kembali bersamaan dengan Lilith, "pagi Lilith." ucapku dengan tersenyum.


"pagi papa..." ucap Lilith dengan suara masih mengantuk.


sesampainya disana Lilith menyapa, "pagi mama...." dengan suara masih mengantuk sambil mengusap matanya.


"pagi Lilith, ayo sarapannya dihabiskan, keburu dingin lho." ucap Julie layaknya seorang ibu.


ya aku tidak salah memilih Julie, dia memiliki sikap dewasa, mampu bertanggung jawab, dan hebat. tidak ada yang lebih baik darinya.


aku tersenyum kecil melihat tingkah ibu dan anak tersebut kemudian memakan sarapan milikku.


selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Roxane.


...****************...


[sudut pandang Lulu]


jauh didalam kerajaan tinggallah seorang perempuan bersama tunangannya, perempuan dan laki laki itu adalah seorang petualang.


"hey Joses, ayo kita mencoba memburu monster disekitar kerajaan." ajak ku kepada Joses yang merupakan tunangan ku.


"baiklah ayo kita berangkat." ucap Joses kepadaku.


kami berangkat melewati jalan setapak dan kemudian menuju ke arah padang rumput. monster yang akan kami hadapi adalah monster tumbuhan yang biasanya memakan hewan ternak desa disekitar kerajaan, kami biasa menyebut mereka 'evolution plant' karena mereka dapat menyamar menjadi tanaman biasa ditengah padang rumput yang luas dan juga melahap hewan ternak tanpa sisa.


"wah luasnya! padahal kita sering datang kenapa terlihat sangat luas hari ini ya?" ucapku kepada Joses yang ada disebelah ku.


"entahlah rasanya berbeda." ucapnya menjawab ku.


continue.....