Demon King: Another World

Demon King: Another World
sebuah awal



[sudut pandang Haru]


"wah... malam yang damai... aku bersyukur bertemu kalian..." ucapku kepada Yuna yang sedang duduk dekat api unggun.


"ya... tuan sangat baik... bahkan dia hampir tidak pernah memperlihatkan sisi buruknya. saya heran seperti apakah tuan ketika marah..." ucap Yuna.


"oh ternyata kamu belum tahu ya..."


"ya, karena tuan selalu memasang senyum pada wajahnya, dan nyonya bahkan tidak pernah marah kepada siapapun, wajahnya datar dan terkadang hanya ada senyuman di wajahnya."


"mereka misterius ya... tetapi mereka sangat baik."


"aku bersyukur diselamatkan waktu itu..."


aku banyak bercerita kepada Yuna yang merupakan Maid pribadi keluarga Satou, walau mereka bukan bangsawan.


setelah lama mengobrol wakti berganti pun tiba. aku membangunkan Joses dan Lulu yang masih tertidur.


"nak Joses, nak Lulu saatnya bertugas." ucapku membangunkan.


mereka bangun dan kemudian duduk. "sudah giliran kita? baiklah..." ucap Joses.


sekarang giliran aku untuk tidur hingga pagi. aku tak sabar menunggu pagi hari.


...****************...


[sudut pandang Joses]


aku terbangun karena paman Haru membangunkan ku. aku bangun dan Lulu ikut terbangun.


"sudah waktunya ya..?" ucapku yang masih mengantuk.


"ya, kalian cepatlah!" ucap paman Haru.


kami segera bangun, kemudian paman Haru dan Yuna bergantian tidur. saat itu aku hanya berdiam dekat api unggun dan menunggu dengan mata yang masih berat. demikian juga Lulu. tampaknya dia juga masing mengantuk.


kami memutuskan untuk mengobrol tetapi kami tak memiliki topik dan pada akhirnya,


"sayang, nanti kalau kita punya anak siapa namanya?" tanya Lulu.


"kurasa namanya karen jika perempuan, dan jika laki laki kita beri nama Yuuki! bagaimana?"


"nama yang bagus suamiku... tetapi sepertinya akan membosankan jika kita hanya berdiam seperti ini."


"baiklah akan aku buatkan sesuatu dengan daging yang aku bawa!!"


karena akan membosankan aku mengeluarkan daging yang kubawa dari mansion. sepertinya masih bagus...


aku mulai membakar daging tersebut dan kemudian memberikannya kepada Lulu.


"tidak aku sangka, sayangku bisa memasak."


"ya! aku Joses adalah kesatria yang akan melindungi mu bukan hanya untuk perang tetapi juga akan membantu apapun" ucapku.


Lulu tertawa kecil "apaan sih kamu ini..."


"karena kamu adalah ratu, dan aku kesatria yang akan melindungi mu..."


kami pun memakan daging tersebut dan kemudian giliran Satou tiba.


belum sempat aku bangunkan Julie dan Satou sudah bangun.


...****************...


[sudut pandang Satou]


"baiklah! aku serahkan sisanya padamu! kami tidur dulu ya!" ucap Joses.


"selamat tidur kalian berdua..." ucap Julie dengan senyum manis.


mereka pun menuju ke tempat mereka tidur dan kemudian mereka tertidur. di waktu itu aku menggunakannya untuk berduaan dengan Julie karena Lilith sudah tidur.


yup waktu seperti ini memang sulit aku rasakan!


begitulah pikirku. kemudian Julie mendekat kearah ku.


"suamiku, apakah daerah ini banyak perampok?"


"entahlah... tapi sepertinya tidak terlihat seperti itu... yah... untuk berjaga jaga kita tidak isah tidur, lagian kita sudah tidur cukup puas tadi..."


"kalau begitu sambil menunggu matahari terbit kita mau ngapain?"


"mungkin kita buat sarapan saja? tpi sepertinya masih terlalu pagi..."


"ya, begitulah." ucap Julie


"kalau begitu bagaimana dengan cemilan?"


"boleh, apa kamu bawa?"


"tidak... huft..." ucapku menghela nafas.


"mau bagaimana lagi... kalau begitu..." ucap Julie berdiri dan duduk disebelahku, kemudian menyenderkan kepalanya ke bahuku.


"yah.. melelahkan..." ucapku sambil menghela nafas.


"matahari hampir terbit, ayo buat sarapan." ucap Julie berdiri dan menarik tanganku.


"baiklah ayo."


kami pun segera menyiapkan sarapan untuk mereka yang tidur. aku mengangkat sebuah panci ke atas api unggun. dan memberi air kedalamnya.


kemudian memasukkan daging buruan dan menunggu hingga air mendiidh. setelah itu Julie memasukkan sayuran dan beberapa bumbu. lalu aku mengaduknya hingga rata dan kemudian supnya matang.


"wah... baunya enak... Julie yang terbaik!" ucapku memujinya.


"tidak kok, lagipula suamiku juga ikut membantu... jadi tidak sepenuhanya buatanku." ucap Julie.


tak lama kemudian Lilith terbangun karena bau makanan itu.


"bau masakan papa dan mama...." ucap Lilith sambil berjalan dengan mata yang masih mengantuk.


"selamat pagi Lilith. apakah kamu lapar?" ucapku.


"ya... aku ingin masakan papa... dan mama...." ucap Lilith dengan nda berat.


Julie mendekat, kemudian mengeluarkan kain dan memberinya sedikit air setelah itu mengelapkannya pada wajah Lilith.


"bersihkan dulu wajahmu..." ucap Julie.


"mama... Lilith lapar..."


"iya.. sini nanti mama pangku." ucap Julie.


kemudian Lilith duduk berpangku. dan tertidur kembali. anak ini imut kalau lagi tidur... seperti Julie. aku kemudian duduk di sebelah Julie yang sedang memangku Lilith yang tertidur.


aku mengelus kepala Lilith yang tertidur dan kemudian senyuman terlukis pada wajah Lilith. sepertinya dia mimpi indah...


continue.....