
setelah aku mendekati Julie, aku duduk di sebelahnya dan kemudian memulai memakan sup buatan Yuna dan Lulu. di sampingku Lilith sedang makan dengan senang di atas pangkuan Julie.
setelah kami memakan habis semua makan malam yang ada kami semua berkumpul sebentar untuk mengumpulkan ide.
"hey semuanya, coba kesini sebentar." ucapku.
"ada apa?" jawab Joses.
"aku punya ide bagus." ucapku.
"apa itu, Satou?" ucap Lulu.
"bagaiman kalau kita ke sebuah pulau tak berpenghuni? lalu membuat rumah di sana, sepertinya akan menyenangkan. bagaimana Lilith?" ucapku.
"wahh... ayo kita ke sana!" ucap Lilith dengan semangat.
"kalau itu sih... kita perlu persediaan baju dan membeli kapa dulu kan?" ucap Julie.
"tak perlu khawatir, aku ada uang kok." jawabku dengan tersenyum.
"apakah tidak apa tuan?" ucap Yuna.
"yup! aku hanya ingin mengasingkan diri saja, dan hidup mandiri." ucapku.
"hm... benar juga... panen hasil terbaik dan kita dapat uang dengan menjualnya lewat kapal..." ucap Joses dengan memegang dagunya selagi berpikir.
"benarkan....?" ucapku.
"baiklah!! diputuskan ayo kita segera ke kerajaan pinggir laut! kampung halamanku kerajaan Roxane!" ucap Joses gembira.
"kalau begitu ayo kita segera ke kerajaan Roxane! besok kita akan berangkat!" ucap Lulu.
"untuk saat ini kita istirahat..." ucap Julie.
"kalau begitu ayo kita kembali..." ucapku.
kemudian kami semua segera kembali ke tenda masing masing.
"papa! mama! aku mau tidur sama kalian!" ucap Lilith.
"lalu kak Yuna bagaimana?" ucap Julie.
"tidak apa nyonya... saya akan tidur sendiri..." ucap Yuna.
"baiklah kalau begitu selamat malam semua." ucapku.
"ya! kalian juga." ucap Joses.
kami pun segera tertidur dalam tenda kami masing masing, dan keesokan harinya saat aku terbangun Julie yang tertidur memelukku.
"eh? Julie? apa kamu masih tidur?" ucapku.
"....."
"kuduga dia masih tidur..."
"hm....? ada apa Suamiku?" ucap Julie yang masih setengah sadar.
"eh!?" teriak Julie terkejut.
"ah, maaf aku tidak sadar..." lanjutnya Julie.
"ahaha.. tidak masalah, lagipula kamu imut juga ya waktu tidur." ucapku sambil tertawa kecil.
"bisa saja deh.." ucap Julie.
kami segera bangun dan keluar dari tenda dan Lilith masih tertidur di tenda ku, sedangkan Yuna sudah membuat sarapan. walaupun sepertinya tadi Julie berteriak sedikit kencang tapi sepertinya Lilith tidak memperdulikannya dan terus tertidur.
"pagi tuan." ucap Yuna.
"pagi Yuna." ucapku.
"ah.. Yuna kukira belum bangun. pagi..." ucap Julie sambil tersenyum.
"selamat pagi nyonya." ucap Yuna.
"aku akan membantumu..." ucap Julie mendekat ke arah Yuna
aku duduk dan kemudian merenung.
"...."
melihatku merenung Julie mendekat dan menyapa.
"? tidak kok." ucapku.
"kenapa? bilang saja, nanti aku turuti deh..." ucap Julie menggoda.
"tidak kok tidak..." ucapku tersenyum.
Julie kembali ke arah Yuna dan melanjutkan memasak, tidak lama kemudian sarapan siap dan memberikannya kepada ku.
"ini sarapan mu, hati hati itu masih panas." ucap Julie. lalu dia berjalan mendekati tenda dimana Lilith tertidur.
"Lilith... bangun, sarapan mu nanti dingin loh.." ucap Julie.
aku memakannya dengan lahap, dan kemudian mencuci mangkuk ku dengan air yang tersedia di ember yang sudah ku isi dengan sihir air.
"papa... selamat pagi..." ucap Lilith dengan nada yang mengantuk.
"pagi Lilith." ucapku
Lilith mendekat ke arah ku dan kemudian jatuh di pangkuanku.
"hm? ada apa Lilith?" ucapku.
"aku masih mengantuk..." ucap Lilith kemudian tertidur.
"ya... mau bagaimana lagi." ucapku menghela nafas.
kemudian Lulu dan Joses bangun dan duduk bersebelahan.
"pagi Joses, Lulu." ucapku.
"ah... pagi Satou." ucap Joses.
"bagaimana tidurnya? apakah nyenyak?" ucapku.
"ya... sangat nyenyak..." ucap Lulu.
"bagus lah kalau begitu ayo dimakan..." ucapku.
kemudian mereka mulai memakan sup yang berisi sup buatan Yuna dan Julie.
"Lilith bangun... ayo sarapan..." ucap Julie mendekat kearah ku dan kemudian mengelus kepala Lilith yang sedang tertidur di pangkuanku.
"hm...? ya... aku akan makan.. tapi suapin aku mama...." ucapnya dengan nada malas.
"baiklah, ini... buka mulutmu dan bilang 'A....' " ucap Julie.
Lilith membuka mulutnya dan mulai memakannya.
"anak pintar..." ucap Julie.
aku hanya dapat melihat karena Lilith duduk di pangkuanku yang sedang duduk bersila di atas batang pohon.
setelah kami selesai sarapan kami segera membereskan semua tenda kami dan kemudian bersiap berjalan ke arah laut dimana letak kerajaan Roxane.
"kalau begitu siapa yang akan menyiapkan semuanya?
"aku akan menyiapkan semuanya~" ucap Joses dengan senang.
kemudian Joses segera menyiapkan semua yang diperlukan sementara kami beristirahat.
"kembali ke kampung~" ucap Joses dengan mengangkat barang untuk bersiap.
"maaf ya Satou, dia agak ke kanak kanakan..." ucap Lulu.
"tidak apa... lagipula memang sifatnya kan?" ucapku.
"ya.. begitulah kalau mendengar kampung halamannya..." ucap Lulu.
"baguslah..."
kami naik ke kereta kuda yang sudah disiapkan oleh Joses, dan segera berangkat.
"aku akan berusaha sebaik mungkin~" ucap Joses.
"suasana hatinya sedang senang ya.." ucapku.
"begitulah..." ucap Julie dengan tawa kecil.
aku membalasnya dengan senyuman dan kemudian naik ke kereta kuda tersebut.
continue....