Demon King: Another World

Demon King: Another World
perjalanan menuju kota perbatasan



"setidaknya kita akan sampai besok..." ucap Miya.


setelah kejadian itu kami segera keluar dari ibukota dan berpindah menuju kota Cave, walaupun bagian dari kerajaan Osmantus tetapi setidaknya mereka akan kesuliatn mencarinya. sekarang ini aku dan Yuuto mengemudi kuda menuju kota perbatasan. kota itu bernama cave. namanya sedikit aneh.


selama perjalanan, Julie dan Kiya tertidur dnegan nyenyak. Yuuto juga sepertinya mengantuk.


"lelah? kita bisa berhenti sejenak untuk istirahat loh?" ucapku.


"...baiklah, segera cari tempat yang sejuk untuk istirahat." ucap Yuuto.


kami segera berhenti di dekat hutan, di bawah pohon yang besar, ditemani angin yang bertiup sepoi sepoi.


kami menyiapkan makan siang juga karena hari sudah mulai siang. matahari mulai panas dan menyengat.


...****************...


setibanya di kota cave. kami segera mencari penginapan dan kemudian mencari guild petualang. kota kecil ini setidaknya memiliki guild, kan?


"ah... akhirnya sampai..." ucap Yuuto.


kami berhenti di depan sebuah penginapan. dengan tempat seluas ini, aku tidak yakin apakah ini penginapan... setidaknya mereka memiliki sedikit lahan untuk kereta kami.


"selamat datang, apakah kalian ingin menginap? harga permalamnya adalah 3 koin bronze, sedangkan untuk 1 kamar adalah 2 koin bronze." ucap ibu pemilik.


dia menyapa kami ketika kami semua masuk kedalam penginapannya.


"kalau begitu kami akan menginap 2 malam untuk 2 kamar." ucapku.


"oke, berarti totalnya 10 koin bronze. ini kuncinya, jangan sampai hilang ya!" ucap ibu pemilik.


dia menyerahkan kunci kamar. penginapan ini sedikit lebih baik daripada di Ibukota. kami menerimanya dan kemudian masuk ke kamar masing masing.


kamar milikku dan Julie memiliki 1 jendela yang lebar, 1 kasur besar, 1 meja berlaci, dan 1 kursi. benar benar seperti penginapan...


di kamar, kami hanya duduk berdiam terkadang kami juga bercerita tentang desa tanpa nama...? aku tidak tahu namanya...


"yah... pokoknya menyenangkan kita dapat tinggal di sana.." ucap Julie.


dia memandang langit langit lalu tersenyum.


"ah.. sebenarnya aku ingin memindahkan desa itu ke bagian ibukota duniaku.." ucapku.


aku menunduk sedikit malu karena ucapanku sendiri.


"kalau itu kamu, mungkin bisa." ucapnya.


sambil tersenyum penuh harapan. sepertinya dia sangat mempercayaiku ya...


"ya, serahkan padaku!" ucapku.


dengan penuh keyakinan aku menjawabnya.


"tapi, agak sulit dengan orang dari dunia ini yang tidak ramah dengan ras iblis..." ucapku.


"hm?"


"memang benar, di dunia ini aku dijuluki sebagai ancaman dunia..."


layaknya 2 kerajaan yang saling menganggu. dengan adanya gangguan itu, maka peperangan dimulai dan selama peperangan itu berlangsung dari kedua pihak yang terus mengganggu, maka itu akan menjadi medan perang abadi....


"sudah sudah, tidak perlu dipikirkan, lagipula ada aku disini." ucap Julie.


dia duduk di sebelahku, dan mengelus kepalaku. aku menengok ke wajahnya dan tersenyum.


...****************...


setelah membuang buang waktu, kami menuju ke guild kota cave. walau sedikit kumuh, tetapi guild nya lumayan besar.


"hm... tidak kalah besarnya ya..." ucap Yuuto.


karena tidak ada pekerjaan, kami memutuskan untuk pergi ke guild dan mengerjakan quest.


"selamat datang!" ucapnya.


dia adalah resepsionis guild ini ya...


[status :


Nama : Rosalia


Level : 36


Ras : manusia


Job : resepsionis


Title : - ]


"ah? wajah baru... kalian seorang baru atau kalian dikirim dari salah satu guild?"


dia menanyakannya dengan sedikit sibuk dengan kertas kertas dokumen.


"ah, kami ingin bertemu dengan guild master, apakah boleh?" tanya Yuuto.


sambil menyerahkan surat itu kepada Rosalia.


"eh? tunggu sebentar..." ucapnya.


dia membaca pengirim suratnya, lalu membaca isi surat itu.


"hm... guild di ibukota kah..? goblin raid terjadi... em... begitu ya.... dan sekarang sudah berhasil di pukul mundur.... eh...?" ucapnya.


dia bergumam pada dirinya sendiri sambil memegangi dagunya.


"jadi kalian dari sana ya... level kalian pasti tinggi..." ucapnya.


"jadi bagaimana? apakah bisa kami menyampaikan beberapa informasi?" tanya Yuuto.


"eh? yah.. bisa, sebentar aku akan menanyakannya pada guild master." ucapnya


lalu menuju ke atas melalu tangga di pinggir guild, sementara menunggu, kami duduk di bangku kursi.


continue....