Demon King: Another World

Demon King: Another World
medan perang



"gawat! pasukan goblin telah datang! ayo cepat Julie!" ucap Yuuto.


dia membuka pintu dengan cepat, lalu menyampaikannya dengan panik. Julie menoleh dan kemudian mengangguk. dia mulai berdiri.


aku menarik tangannya, yang sedang ingin berdiri.


"aku akan ikut." ucapku.


"apa maksudmu! kamu sedang terluka! setidaknya istirahatlah!" ucap Yuuto.


"mustahil! kalian tidak akan menahannya hingga bantuan datang kan? lagipula kuta semua akan mati jika kita berdiam." ucapku.


aku segera duduk dan berusaha berdiri. aku merubah tubuh manusiaku menjadi tubuh raja iblis ku. dengan tanduk yang sedikit melengkung di bagian kepala, dan ekor hitam.


tubuhku mulai sembuh, Miya dan Yuuto terkejut. Julie panik karena tekanan itu akan membuat semua orang ketakutan, dan monster akan menjauh.


walaupun monster akan menjauh, tetapi tidak ada jaminan Julie akan selamat karena hubungannya denganku, jika mereka tahu aku adalah raja iblis... dari dunia lain...


aku kembali merubah tubuhku menjadi manusia, dan memakai jubah hitam dari inventory, dan memakainya. aku mengambil 2 pedang yang tergeletak di samping tempat tidur.


"oke, aku siap." ucapku.


"seperti yang diharapkan dari suami Julie." ucap Yuuto.


melupakan keterkejutan mereka, kami keluar dari kamar dan segera menuju ke medan perang yang sesungguhnya.


...****************...


saat ini, banyak petualang dan prajurit yang berbaris. jauh di depan sana, segerombolan goblin mengarah ke arah istana.


di antara mereka ada 5 goblin dengan badan yang besar sebesar pohon. itu adalah goblin orc. kami segera memasuki barisan dan berbaris.


"kau!!"


seseorang berkata, dia adalah orang tadi. dia terlihat terkejut dan sedikit takut.


"hei, sepertinya kamu baik baik saja ya?" ucapku.


aku menghiraukannya, dan kemudian pasukan semakin dekat.


"persiapkan dirimu! lindungi negara ini! bantuan akan segera datang! pertahankan tekad mu! jangan gentar dengan musuh!" ucap salah satu prajurit.


dia mungkin adalah jendral mereka? rata rata level prajurit adalah 50 dan yang paling tinggi adalah 80. sedangkan untuk petualang C rank hingga S rank. rata rata level adalah 75, dan yang tertinggi 100 itu hanya untuk petualang C rank ke atas, jadi itu bukan termasuk petualang E rank atau semacamnya.


itu berbeda dari yang aku lihat sebelumnya mereka adalah petualang E rank dan D rank yang berada di guild saat itu jadi rata rata level mereka lebih rendah. standarnya lebih tinggi dari prajurit.


"ooooo!!!!"


mereka semua berteriak. entah perempuan atau laki laki. mereka semua bersemangat. sebenarnya di kota ini, lumayan banyak warga yang belum sempat mengungsi.


pertempuran dimulai. para goblin dengan perlengkapan armor kepala yang usang, sebuah perisa kayu, dan pedang berkarat. mereka cepat. penduduk dunia ini menyebut serangan ini adalah goblin raid.


aku dengan santainya menebaskan 2 pedangku, dan bermain main dengan goblin itu. walaupun untuk petualang dan prajurit yang lain, mereka tidak dapat menebas mereka. petualang rank S, dia sangat ahli. tetapi kali ini dia juga bermain main dengan goblin itu.


"ah.. membosankan..." ucapku


sambil menebas nebas goblin yang datang. aku mulai merasa bosan.


"bisa bisanya." ucap Yuuto.


dia dengan nafas terengah engah menebas mereka. Julie juga bermain main karena levelnya juga lebih tinggi dari goblin king itu. Miya memanahnya dnegan serius.


goblin orc yang mengamuk memukulkan sebuah tongkat, ke tanah. beberapa prajurit dan petualang yang berada di sekitarnya terpental karena benturan itu. aku akan menghadapinya!


aku mendekat ke arah salah satu goblin orc itu.


"goarghhhhhh!!!!"


dia berteriak tidak jelas. sepertinya dia mulai bersemangat.


"oi oi, aku datang bukan untuk menghiburmu! aku datang untuk membunuhmu!" ucapku.


aku memprovokasinya. walaupun Miya, Yuuto, dan Julie terlihat khawatir. aku bisa mengakhirinya dengan 1 tebasan.


"goarghhhhh!!!!!"


dia mulai mengangkat tongkatnya itu, aku bersiap dengan 2 pedang di tanganku. kuda kuda yang aneh tercipta karena posisiku.


semua unit penyihir, prajurit, dan petualang yang sedang beristirahat. melihatku dari jauh. tatapan aneh yang memiliki arti 'kuda kuda macam apa itu?' tersampaikan lewat wajah mereka.


aku tidak mempedulikannya dan terus fokus terhadap tongkat besar itu. aku kemudian memusatkan pedangku dan memberinya sedikit sihir. cahaya aneh tercipta.


"kau terlalu lama!" ucapku.


aku melompat melalu kuda kuda aneh itu dan kemudian menebas dengan ringan melewati goblin orc tersebut. 1 kepala tumbang!


semua yang melihatnya terkejut. mereka berkata satu sama lain, 'satu kali tebasan!?' atau mungkin 'itu mustahil untuk mengalahkan mereka!' dan juga 'pedangnya tidak hancur!' atau sejenisnya. yah, aku tidka menghiraukannya.


kami akan segera meninggalkan kota ini setelah perang untuk menghindari hal yang merepotkan. ya, diangkat menjadi bangsawan atau sejenisnya. aku hanya ingin pulang ke duniaku sebelumnya...


"selanjutnya!!"


pertarungan terus berlanjut, tetapi para prajurit dan petualang tidak cukup kuat menahan pasukan goblin yang sangat banyak. aku mulai merasa sedikit lelah...


continue...