
sesampainya di rumah aku langsung duduk. sambil menunggu. tidak lama kemudian mereka kembali ke desa dengan pakaian ganti mereka.
"selamat datang kembali." ucapku kepada mereka yang kembali.
"papa! airnya segar! jadi papa harus cepat mandi juga." ucap Lilith.
"ya, kalau begitu mari berangkat memperbaiki yang lain."
kami semua berkumpul di ruang terbuka dan memulai kembali. mari lewatkan perbaikan. sekarang kami selesai dengan urusan desa dan kemudian membangun dermaga di teluk untuk tempat berlabuh kapal kami.
"kalau begitu kita akan mulai siang ini." ucap Joses.
kami semua memulainya siang ini. ternyata tak semudah yang aku bayangkan. kami harus menyelam untuk menancapkan kayu di dasar air. belum lagi merawat kayu itu agar tidak terkikis termakan air laut. yup meskipun sederhana tetapi jika kami sudah dapat bahan untuk membenahinya kami akan segera membenahinya.
sore harinya sebuah dermaga sederhana berbahan kayu pun telah selesai. kami semua mendekatkannya dengan kapal dan kemudian menurunkan jangkarnya agar tak terkena ombak air laut. cuacanya sedikit mendung, menandakan akan ada hujan malam ini.
sekejap setelah selesai, kami semua segera kembali ke rumah masing masing. karena cuaca sore hari ini sedikut mendung akan terjadi hujan malam ini. yup mungkin akan ada badai di dekat laut.
"papa... cuaca hari ini lumayan dingin..." ucap Lilith.
"ini, pakai ini." ucapku memberikan sebuah mantel.
"ya... hanya itu yang aku punya, kalian juga pakai ya..." ucapku memberikannya kepada Julie dan Yuna.
mereka memakainya, sementara aku duduk di sofa dan berpikir. apakah lebih baik kita buat tungku api untuk masing masing rumah?
apakah di pulau ini ada musim dingin? untuk berjaga jaga besok aku akan bilang kepada Joses. ketika aku sedang berpikir Julie mendekat dan duduk di sebelahku.
"ada apa? apakah kamu sedang bingung?" ucapnya berada disampingku ambil mengenakan mantel yang kuberikan.
"ah, ya, begitulah..." ucapku sedikit ragu.
kemudian Yuna datang membuat beberapa makanan dan meletakkannya di meja.
"ayo segera dimakan, masih hangat loh." ucap Yuna.
"ya, ayo kita makan." ucap Lilith memegang sendok dan mulai memakannya.
keesokan paginya aku berpamitan kepada Julie dan Yuna, tidak lupa menyampaikan pesan kepada mereka berdua kepada Lilith yang masih tidur bahwa aku pergi ke rumah Joses untuk berbicara sesuatu.
aku segera berangkat menuju rumah Joses dan mengetuk pintunya.
*tok... tok...tok...*
"ya, aku datang." ucap seseorang didalam rumah membuka pintunya. dia adalah Lulu.
"oh, Satou. ada perlu apa ke sini?" tanya Lulu kepadaku.
"aku ingin berbicara pada Joses sebentar." ucapku.
kemudian aku di perbolehkan masuk dan duduk menunggu untuk menunggu Joses. tidak lama kemudian Joses keluar dan duduk berhadapan denganku.
"ada apa Satou? apakah ada masalah? bukankah kita akan ke dermaga untuk mengecek situasinya?" ucap Joses kebingungan.
"ya, aku tahu, tapi aku pikir di sini apakah ada musim dingin?" ucapku.
"hm? memang benar kalau semalam kami semua kedinginan. tetapi sepertinya memang ada. apakah kamu berencana memodifikasi rumahmu?" ucap Joses.
"ya, itu nanti saja. sekarang ayo kita ke dermaga." ucapku mengajaknya.
kami meninggalkan rumah Joses dan berjalan menuju dermaga yang sudah kami buat bersama yang lain kemarin.
...****************...
aku merasa ada aura aneh di sana. sesampainya di sana kami terkejut ada seseorang yang terdampar di atas pecahan kayu, tetapi dermaganya tidak rusak sama sekali.
"astaga! ada seseorang! ayo cepat kita tolong!" ucap Joses dengan cepat turun dan mengeluarkan mereka dari air, aku juga ikut membantunya.
mereka berjumlah 9 orang. dan diantara mereka terdiri dari 4 orang wanita, dan 5 orang pria, pakaian mereka basah kuyup, mereka sedikit terluka terkena pecahan kayu itu. kondisi mereka tidak kritis tetapi sepertinya mereka terkena badai semalam dan kemudian terseret ombak menuju ke sini.
tetapi anehnya mereka tidak terserang monster laut sama sekali. ada apa dengan mereka?
continue...