Demon King: Another World

Demon King: Another World
rahasia dibalik hutan yang sunyi (1)



kami pun segera tiba di desa tersebut dengan dipandu oleh pria elf tersebut. aku mengikuti mereka dan kami sampai di rumah pohon. pria elf tersebut berkata,


"jelaskan kepada kepala desa secara detailnya, aku akan mendengarkan, oh iya, namaku max."


aku menjawab "namaku Satou." sambil mengangguk mendengar perkataan tersebut. yah kami sedang berada di keadaan yang sulit. sesampainya di rumah kepala desa kami dipersilahkan duduk.


...****************...


"Namaku Lance, kepala desa disini." ucapnya memperkenalkan diri.


"nama saya Satou, dan di sebelah kiri ada adik saya, dan di kanan teman saya, saya sedang berkelana untuk menambah pengetahuan dan mempelajari teknik untuk bertarung melawan raja iblis." jawabku


"kata Max, anda bukan dari dunia ini ya? lalu kenapa anda bisa sampai disini?" tanya Lance yang penasaran.


karena penasaran aku menjelaskan semua yang terjadi mulai dari krisis di duniaku, dan menjelaskan sistem raja iblis di duniaku, serta tentang masa laluku yang seorang manusia, tentunya aku hanya mengatakan aku bereinkarnasi menjadi raja iblis tetapi aku tidak menjelaskan kalau aku adalah mantan penduduk bumi.


setelah mendengar penjelasan ku Lance selaku kepala desa mengangguk, dan kemudian mereka berkata,


"kalau begitu demon yang berada disebelah kananmu itu, apakah dia ingin mengalahkan rasnya sendiri?"


Julie menjawab, "ya! karena tidak semua dari ras demon adalah jahat!" sepertinya dia marah. aku menenangkan Julie dan berkata kepada kepala desa.


"pak kepala desa—"


"panggil aku Lance."


"ah... ok, Lance apakah anda bisa mengajari adikku dan temanku ini sihir yang bisa anda lakukan? jika bisa saya akan sangat berterima kasih." ucapku


"hm... baiklah kalau begitu."


warga pun setuju dengan usulanku, dan aku pun diantarkan ke sebuah mansion yang dikhususkan untuk tamu menginap.


"ini mansion untuk tamu, mulai besok Lilith dan Julie datanglah ke rumahku." ucap Lance.


mereka berdua menjawab "ya!" dan kemudian masuk kedalam diikuti aku yang masuk ke mansion yang sudah disiapkan, aku kemudian menuju kamar, dan kemudian berbaring.


"haduh.... mengurus seperti ini merepotkan...." ucapku dengan nada lelah


lalu tak lama kemudian terdengar siara,


*tok....tok....tok......*


"boleh aku masuk? ini aku Julie!"


"oh, Julie silahkan masuk." ucapku.


Julie pun masuk dan kemudian duduk dipinggir tempat aku berbaring. dia berkata,


"hei Satou, apakah kamu lelah?"


apa dia menguping tadi?


"yah... bisa dibilang lelah tapi aku masih bersemangat kok. ada apa?" ucapku


"......"


Julie hanya terdiam. sementara aku memasang waja bingung.


"Julie, kalau ada sesuatu bilang lah." ucapku menanggapi ekspresi gelisah milik Julie.


aku masih bingung ada apa dengannya, atau mungkin ada masalah dengan mansionnya?


...****************...


aku pun keluar dari kamarku menuju ruang tamu, disitu aku hanya duduk merenung.


"......"


tak lama kemudian seseorang datang dan mengagetkanku.


"DORRRR!!!"


aku sontak terkejut dan menoleh kebelakang, ternyata adalah Lilith, ya memang anak kecil jadi wajar.


"ah Lilith, ada apa?" tanya ku.


"tidak ada, cuma ingin kasih kejutan buat kakak." jawabnya dengan senang.


aku hanya tersenyum, kemudian bertanya,


"nanti malam mau makan apa?"


"ah aku mau masakan kakak!" ucap Lilith yang gembira.


"nah sekarang sudah sore apa kamu tidak ada kegiatan?" tanyaku


"ah iya, aku ada janjian sama kak Julie, aku pergi dulu kak!" ucap Lilith yang menjauh sambil melambaikan tangannya.


"ya! hati hati!" ucapku dan kemudian mulai kesepian lagi.


"......."


akhirnya aku menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam, malam ini aku memasak mie goreng, tetapi karena di dunia ini tidak ada mie jadi aku putuskan untuk membuatnya terlebih dahulu, karena masih sore jadi kalau membuatnya terlebih dahulu maka tidak akan lama.


setelah membuatnya, aku merebusnya dan kemudian memberinya bumbu, seperti kecap, garam, lalu kuberi sedikit sayuran dan daging diatasnya, karena disini juga terdapat tepung jadi aku dapat membuatnya dengan mudah.


"akhirnya sudah selesai, saatnya mengantarnya ke ruang makan." ucapku sambil membawa makanan tersebut menuju ruang makan.


dan ternyata waktu sudah menunjukkan waktu makan malam.


wah lama juga buat mie goreng beginian.


ketika sampai di ruang makan aku sudah ditunggu oleh Lilith dan Julie yang duduk. aku memberikan makanan tersebut kepada mereka berdua. tampaknya mereka bingung.


"apa ini kak? seperti cacing, apakah ini cacing?" ucap Lilith yang jijik.


"ya apa ini Satou?" ucap Julie.


"ini namanya mie, di duniaku ini merupakan makanan terenak karena mudah dibuat." jelas ku sambil memakannya.


"benarkah! kalau begitu aku akan makan!" ucap Lilith.


"hm.... baiklah akan aku makan." ucap Julie yang sebenarnya juga ingin memakannya.


setelah kami memakannya sampai habis kami pun memutuskan kembali ke kamar tidur masing masing untuk tidur.


continue......