
setelah kami semua berpesta kami segera kembali ke rumah kami masing masing. sesampainya di rumah Yuna dengan Lilith kembali ke kamar mereka.
"selamat malam papa dan mama." ucap Lilith.
"ya, selamat malam" ucapku bersamaan dengan Julie.
tentunya Yuna juga mengucapkannya dan kami membalasnya seperti Lilith. mereka segera kembali ke ruangan mereka, dan aku kembali ke kamarku bersama Julie. lorong runah yang gelap dan hanya diterangi oleh cahaya bulan yang menembus masuk melewati kaca.
udara dingin menyengat kulit sehingga aku dan teman teman membuat selimut yang lumayan tebal. sesampainya di kamarku aku segera menutup pintu, ruangan yang gelap hanya ditemani cahaya bulan, suasana sepi ditemani suara jangkrik. yup di dunia ini hampir sama dengan bumi, ada jangkrik juga disini dan cara kerjanya juga sama, yaitu berbunyi ketika malam.
aku segera membaringkan badanku di atas kasur yang lembut dan halus. di sampingku Julie juga terbaring, "sungguh hari yang melelahkan." ucapnya yang berbaring sambul menggempaskan nafasnya.
"yah.. hari ini kita cukup banyak bekerja, apalagi Lilith tidak membantu karena berbahaya..." ucapku sambil memejamkan mata.
tangan Julie meraba tanganku dan menggenggamnya. wajahnya menghadapku dan tersenyum. ada apa dengan wajahnya itu?
"suamiku, apakah kamu lelah? besok kita akan melanjutkannya kan?" ucapnya sambil mengelus kepalaku.
"ya... besok kita harus bekerja keras lagi, belum lagi ladang... kita juga harus membuat lahan pertanian." ucapku.
"kalau begitu selamat malam." ucap Julie kemudian memelukku bagaikan guling.
aku hanya pasrah dan kemudian terlelap dalam lelah. keesokan harinya, aku terbangun dengab segar. aku segera duduk dan berdiam sementara, di sebelahku Julie yang masih setengah sadar memegang tanganku yang hendak bangkitdari kasur.
"ada apa Julie? kamu sudah bangun kan?" ucapku.
"hm....?" ucapnya sambil mengerang.
"selamat pagi Julie.ayo bangun, mungkin sarapannya sudah siap." ucapku.
mendengarnya Julie duduk dan mengusap matanya. benar benar seperti seorang pemalas... yah kesampingkan itu. dia melepas genggamannya dan kemudian berdiri.
"selamat pagi suamiku..." ucapnya dengan nada sedikit menurun.
"ya, ayo kita segera keluar." ucaoku sambil membuka pintu depan.
kami keluar dan menuju ke ruang makan dan kami disambut oleh Yuna dan Lilith yang sudah menyiapkan sarapan. rupanya alat masak hanya tersedia panci, jadi sarapan pagi hari ini dengan sup.
"selamat pagi tuan dan nyonya." ucap Yuna.
"selamat pagi papa, mama!" ucap Lilith.
"pagi kalian berdua." ucapku menyapa.
"pagi kalian!" sapa Yuri yang sedang bersiap siap di depan rumah sambil melambai.
"pagi juga!" teriak Lilith dan Yuna bersamaan.
Julie tersenyum ke arah Yuri dengan terus berjalan. yah... aku juga membalasnya dengan tersenyum.
karena aku akan ke rumah Joses, sedangkan mereka akan mandi di sungai karena air yang kami buat dengan menyalurkannya lewat bambu belum jadi sepenuhnya. semua perempuan mandi di sungai.
"kalau begitu kami akan ke sungai, hati hati di jalan ya, suamiku." ucap Julie dengan tersenyum.
"baiklah, aku akan ke rumah Joses dulu." ucapku berpamitan.
aku berpisah dengan mereka dengan melambaikan tangan sambil berjalan lalu segera ke rumah Joses. sesampainya di rumah Joses aku mengetuk pintunya.
*tok... tok... tok...*
"ya! aku datang!" ucap seorang pria dari dalam rumah. dia adalah Joses.
tidak lama kemudian pintu segera dibuka dan Joses menyuruhku masuk.
"silahkan masuk." ucap Joses.
setelah masuk aku segera duduk di kursi ruang tamu rumah Joses.
"ah, maafkan aku, aku tidak membuatkan teh karena Lulu sedang pergi dengan para gadis untuk mandi di sungai." ucap Joses.
"tidak apa, lagipula rumahku juga sepi..." ucapku.
"jadi apa yang akan kita lakukan hari ini?" lanjutku kepada Joses.
"untuk saat ini kita akan membuat sebuah pencahayaan untuk beberapa rumah dan membuat peralatan masak." ucap Joses.
"baiklah, kalau begitu kita akan mulai kapan?" tanyaku.
"kita akan mulai ketika semuanya selesai mandi. oh iya, kita juga akan memperbaiki air untuk ladang kita dan untuk kamar mandi para warga agar tidak perlu mandi di sungai." ucap Joses.
aku segera berpamitan dan kembali ke rumah dan kemudian duduk di ruang tamu untuk menunggu para perempuan di desa ini selesai mandi di sungai.
continue....