
setelah selesai makan malam, kami diberi sebuah ruangan untuk kami bertiga tidur.
"maaf, ruangannya agak sempit, tapi mungkin akan nyaman." ucap Joses.
"tidak ini sudah cukup terima kasih." ucapku sambil menggandeng tangan Lilith yang sedang memegang tangan Julie lalu menuju ke dalam.
di dalam kamar tersebut sudah tersedia 1 ranjang yang cukup besar. aku berganti pakaianku dengan pakaian tidurku, begitu juga Lilith dan Julie. walaupun kami berganti 1 ruangan kami sudah terbiasa akan hal tersebut.
"hei papa, ayo tidur." ucap Lilith yang sudah berada di atas ranjang bersama Julie yang berbaring disebelahnya.
"baiklah." ucapku sambil membaringkan tubuhku ke ranjang tersebut.
ah... rasanya sudah lama tidak tidur dengan ranjang yang lembut....
karena Lilith mungkin lelah, dia segera terlelap sedangkan aku dan Julie tidak bisa tidur karena terbiasa berjaga. aku memulai pembicaraan,
"hei Julie, ketika nanti raja iblis sudah aku kalahkan, mari kita menikah." ucapku sambil memandangi langit langit di ruangan yang gelap.
"ya, aku menantikannya." ucap Julie yang juga sambil melihat langit langit.
aku kemudian duduk pada ranjang ku dan kemudian berdiri menghampiri Julie.
"bagaimanapun aku juga sangat menantikannya." ucapku yang duduk di sebelah Julie setelah mengambil kursi sambil mengelus kepalannya yang menghadap ke atas.
Julie kemudian duduk, "ayo kita keluar sebentar aku mau melihat bintang di langit malam." ucap Julie yang sambil berdiri menarik tanganku.
"baiklah ayo... hati hati jangan sampai Lilith bangun." ucapku sambil berjalan menuju depan pintu.
aku membuka pintu kamar dan kemudian keluar, angin malam berhembus, ombak menderu, pasir pasir yang dingin, ditemani Bulan yang bersinar dan dilengkapi bintang yang bertebaran.
Aku dan Julie duduk di pasir yang dingin sambil mengamati ombak.
"sudah lama ya, sejak kita bertemu pertama kali, aku seperti seorang yang tidak berguna." ucap Lilith sambil melihat ke langit malam.
"ya, sudah sekitar 2 bulan kita melakukan perjalanan, ah aku ingin segera mengakhiri raja iblis itu dan segera menikah." ucapku mengeluh.
tawa kecil Julie terdengar "ya begitu lah." sambil menyandarkan kepalanya ke bahuku sambil menikmati suara ombak pantai yang menderu.
aku dan Julie menikmatinya, karena tidak bisa tidur kami menghabiskan sisa waktu yang kami miliki untuk berduaan.
setelah kami berduaan kami kembali masuk untuk tidur, "selamat tidur, sayangku." ucap Julie.
"ya, selamat tidur juga." ucapku membalasnya.
kami akhirnya tertidur pulas. tak terasa matahari pagi bersinar. rasanya seperti aku sudah kehilangan wujud raja iblis ku dan beralih menjadi manusia biasa yang memiliki kekuatan abnormal.
...****************...
[status :
Nama : Satou
Level : 5000
HP : 1.000.000.000
Mana : 500.000.000
Ras : Human
Title : lost demon king, Friendly Demon, Friend of Human, Friend of Elf, Friend of Demi-human, half demon fiance
Skill : Double handled sword (Lv. max) {skill pasif}, magic resist (Lv. max) {skill pasif}, (∞) {tak terbatas}]
aku melihat statusku yang berubah yang tadinya merupakan 'unknown' sekarang menjadi 'tak terbatas' sungguh tak normal.
aku duduk termenung, kemudian aku melihat rambut Julie yang berwarna pirang, yup seperti seorang bangsawan, dengan mata berwarna biru.
aku kemudian menuju keluar kamar, dan melihat bahwa belum ada yang bangun kecuali aku sendiri. aku memutuskan memasak sarapan pagi ini, dan membuat secangkir teh.
kemudian aku menyiapkannya pada piring dan meletakkannya pada meja, setelah itu aku duduk di sofa dan mulai meminum teh buatan ku sendiri.
aku melihat jendela yang berada di ruang tamu, terlihat sinar cahaya pagi menerangi sisi gelap rumah.
seseorang keluar dari kamarku itu Julie.
"ah... pagi Satou." ucapnya yang sedang keluar kama menuju ke sofa yang aku duduki dan duduk disebelah ku.
"pagi juga Julie, bagaimana tidurmu?" ucapku mencari topik.
"ya, sangat sangat nyenyak, ngomong ngomong disini damai juga ya..." ucap Julie mengalihkan pembicaraan.
"begitu kah? ku akui suara ombak itu membuat sejuk di pagi hari." ucapku sambil meminum teh ku.
"ngomong ngomong kalau kita sudah menikah kita akan tinggal dimana?" ucap Julie.
"aku lebih suka kita tinggal jauh dari kota dan desa, karena dengan begitu ancaman kita akan berkurang, seperti penculikan, dan pencurian, walau kurang terjamin keamanan akan monster." ucapku.
"begitu kah? aku sangat menantikannya, lagipula uang kita cukup untuk membeli rumah." ucap Julie.
"ya, apalagi ini sangatlah banyak, monster yang kita bunuh sewaktu perjalanan ternyata bergunam." ucapku.
"ya, begitulah." ucap Julie.
seseorang keluar dari kamar dia adalah Joses dan Lulu. mereka tampaknya kelaparan, selang beberapa saat Lilith terbangun.
"pagi semua!" ucapku sambil duduk di meja makan di antara Julie dan Lilith.
"pagi Satou!" ucap mereka serentak.
"yosh kalau begitu ayo dimakan sarapannya!"
semenjak kami keluar dari hutan misterius status milik Julie dan Lilith meningkat karena banyak monster yang mereka bunuh.
...****************...
[status :
Nama : Lilith
Level : 167
HP : 201.000
Mana : 199.000
Ras : Human
Title : the best of summoning, sister of demon king, jenius mage
Skill : Fire magic area (Lv. 60), water defense (Lv. 88), Fire arrow (Lv. 80), bubble bom (Lv. 71), healing (Lv. 86), Wind slash (Lv. 87) ]
[Status :
Nama : Julie
Level : 145
HP : 129.000
Mana : 111.500
Ras : Half-Demon
Title : human fience, dark priest
Skill : The darkness (Lv. 60), dark heal (Lv. 58), Shadow shield (Lv. 50).]
continue.....