
sang resepsionis itu adalah demon ya....
kami mendekati meja resepsionis.
"oh, kalian dari guild luar ya.." ucapnya.
matanya tajam. dia bisa tahu karena kebanyakan petualang di kota ini adalah demon. walaupun tidak sebanyak benua iblis, tetapi bisa disebut ini adalah Desa Demon.
sementara itu, matanya menatap tajam pada seorang manusia, dan elf di dekatku. sepertinya dia waspada kepada manusia karena kebanyakan dari mereka menyerang desa ini. juga karena Diskriminasi.
"oh, seorang manusia... apakah kalian berniat menyerang?" ucap Yuyun.
walaupun aku dalam wujud manusia dia menandai ku sebagai iblis. apa karena sesuatu? Julie juga di tandai sebagai iblis.
"oh, mereka temanku. mereka itu pasangan loh? mereka itu manusia dan elf." ucapku.
walaupun aku mengucapkan itu, tetapi karena guild dipenuhi orang, suaraku sulit didengar oleh petualang lain. juga, guild ini adalah guild yang hampir sama seperti yang lainnya. dan karena guild ada di seluruh dunia, hampir semua guild masternya adalah orang netral. yang artinya tidak mendiskriminasi semua ras.
"elf! mustahil, ras berumur panjang yang agung..." ucapnya.
apakah ini pertama kalinya dia melihat elf?
"juga, kenapa kamu tahu kalau aku dan istriku adalah Demon?" ucapku.
secara teori di duniaku, Demon atau ras lain, tidak akan mengenali seseorang secara cepat dengan wujud lain.
"hm? oh, karena skill ku. skill ku bernama [Vision], yang dapat mengenali ras Demon, hanya dengan melihat auranya. tetapi tidak akan berfungsi pada ras lain." ucapnya.
ouh, skill seperti itu ya... aku baru tahu ada skill itu, apa itu [unique skill]?
"hm... begitu ya... mata yang tajam ahahah." ucapku.
"terima kasih. oh, ngomong ngomong tentang aura. auramu seperti seorang raja ya.." ucapnya.
guh, terbongkar ya... apa aura seperti itu ada?
"hm? memang kamu dapat melihat aura apa saja dari seorang demon?" ucap Yuuto.
"aku dapat melihat, sifat dari Demon tersebut, bersamaan dengan aura ras itu." ucapnya.
"oh..."
"jadi bagaimana? apakah kamu seorang raja?" tanya dia.
aku harus menjelaskannya? atau tidak mungkin?
"hm... baiklah, lalu kalian ada perlu apa?" ucapnya.
dia mengalihkan topik dengan lancar...
"kami ingin melihat quest yang ada di sini." ucap Miya.
walaupun begitu Julie tetap terdiam. suasana di guild memang ramai, membuat suasana panas semakin terasa.
...****************...
kami keluar dari guild setelah memilih quest di guild itu. sang guild master di guild itu juga seorang Demon ya...
"tetapi kenapa di guild itu sangat panas ya..." ucapnya.
quest itu memburu [sand wolf]. serigala yang biasanya berkelompok di padang pasir. biasanya memakan [sand worm]. [sand worm] itu sendiri tidaklah besar. mungkin hanya sebesar manusia. lalu panjangnya hanya 5 meter.
mereka sangat lambat, juga itu adalah tangkapan besar bagi [sand wolf] yang hanya memiliki 5 kelompok. setidaknya itu termasuk quest B rank. untuk [sand wolf] sendiri dia adalah monster peringkat C jika dia sendirian.
"wuah... kita harus berjalan di atas pasir yang panas...." ucap Miya.
dia juga mengeluh.
saat ini kami berjalan menuju padang pasir yang lebar, untuk berburu [sand wolf]. biasanya gigi taring dan kulit mereka akan dijadikan material.
"memang panas sih, apa boleh buat, lagipula kita juga sedang dalam pencarian sihir pemanggilan bukan?" ucapku.
tujuan perjalan ini adalah menemukan formasi sihir pemanggilan pahlawan, lalu mewujudkan impian Julie, dan kembali ke duniaku.
"ya, tapi aku tidak suka di padang pasir yang panas ini...." ucap Yuuto.
dia mengeluh selama perjalanan, yang akhirnya berhenti setelah sampai di tempat biasanya [sand wolf] berburu [sand worm]. tempat ini banyak sekali seluk beluk besar bekas [sand worm], terkadang terdapat tulang [sand worm] atau bahkan [sand wolf] yang mati saat bertempur.
...****************...
setelah berburu [sand wolf] kami kembali ke guild untuk memberikan material tersebut. walaupun hanya membutuhkan 5 tetapi karena kami bertemu sekelompok yang berisi 10 [sand wolf] jadi kami memburu mereka sekalian.
"oh, tangkapan besar ya..." ucap Yuyun.
dia menyentuh mayat [sand wolf] yang aku keluarkan dari [inventory]. walaupun cukup terkejut tetapi dia memberikan imbalannya. hanya sekitar 10 koin silver. dikatakan lumayan banyak.
lalu setelah menyerahkan imbalan, kami kembali ke penginapan kami di dekat alun alun untuk makan malam.
continue....