
kami berjalan hingga matahari kembali berada di atas kepala, kami istirahat untuk makan siang, tak lama kemudian kami melihat hutan.
"ok! kalau begitu mari berburu! makanan kita semakin menipis!" ucapku.
"ya ayo kita berburu!" ucap Joses.
"kalian mau ikut?" ucapku kepada para perempuan.
"aku ikut papa! mama juga ikut!" ucap Lilith.
"baiklah baiklah, kalau begitu bagaimana dengan Yuna dan Lulu?" tanyaku.
"tentu saja kami juga akan ikut!" ucap Lulu.
"ya kami akan ikut." ucap Yuna.
"baiklah ayo kita bereskan dulu dan mari berburu!" ucap Joses.
aku pikir ini akan sedikit susah....
kami membereskan kotak makan siang dan kemudian melanjutkan berjalan menuju hutan yang tak jauh dari tempat kami beristirahat.
kami memasuki wilayah hutan, dan hutan ini sama seperti hutan pada umumnya, "tidak ada yang aneh." begitulah kataku.
"memang apa yang aneh?" ucap Joses.
"yah itu pengalaman pribadi sih." ucapku sembari mengeluarkan pedang dari dalam tas.
"wow Satou, kenapa kamu bisa mengeluarkan pedang dari dalam tas kecilmu itu? apakah itu semacam sihir?" ucap Lulu
"ya tas ini telah dilengkapi dengan sihir yang aku buat sebelum kita bertemu" ucapku.
"papa hebat! dia bisa membuatnya!" ucap Lilith
"eh!?" teriak Joses, Lulu, dan Yuna terkejut.
"ahahaha.... tidak seperti itu aku hanya memberinya sihir, dan nama sihirnya adalah [Storage]" ucapku.
"hebat! kau seorang jenius Satou! hei Julie tunangan mu hebat!" ucap Lulu yang terkesan.
wajah Julie seketika memerah dan tersenyum malu. aku hanya bisa tersenyum malu akan hal tersebut.
"tapi bagaimana caramu menggunakan mantra pada tas itu?" ucap Joses.
"dengan menggunakan sihir yang disebut Enchant." ucapku.
"apakah tuan seorang alchemis?" ucap Yuna.
"tidak aku hanya seorang warga biasa..." ucapku.
karena jabatan raja iblis ku dicabut maka aku otomatis menjadi manusia, karena wujud raja iblis ku hanyalah ada tanduknya, dan penampilan manusiaku tidak jauh berbeda.
"apakah kami seorang jenius?" ucap Lulu.
"sudah kasihan Satou lihat dia kebingungan..." ucap Julie yang mengalihkan topik.
"ah... maaf pertanyaannya terlalu sulit ya? hehe..." ucap Lulu.
aku berbisik kepada Julie "terima kasih."
Joses yang menyadarinya bertanya, "apa yang kamu bisikkan? jangan jangan nanti malam ada sesuatu nih?" ucap Joses menggodaku dan Julie.
"ugh! bukan! aku hanya berkata pada Julie saja! ya kan?" aku menatap Julie dengan panik.
sekali lagi wajah Julie menjadi merah, dia berkata "ya..." dengan nada yang malu.
"hahaa! kalian memang cocok!" ucap Lulu menyambung pertanyaan.
"sudah kalau begini kapan kita berburu?" ucap Yuna.
"ah! iya juga! ayo kita cari monster sebelum gelap!" ucap Joses.
kami segera mencari hewan atau monster yang ada didepan, dan kami juga memetik beberapa buah untuk nanti malam.
"ada dua rusa bertanduk didepan." ucapku dengan suara rendah.
"baiklah, siapkan pedangmu." ucap Joses.
"yah... hasil tangkapannya lumayan juga." ucap Joses.
"papa!" Lilith datang dengan berlari dan memelukku seperti biasa.
aku menggendongnya, "ya Lilith, ada apa?" ucapku.
"nanti malam makan daging?" ucap Lilith.
"ya, apa ada yang salah?" ucapku kebingungan.
"nanti biar mama yang masak! Lilith mau membantu jadi papa tunggu saja ya!" ucap Lilith.
"baiklah baiklah." ucapku.
"haha... kau orang tua yang baik ya, Satou!" ucap Joses.
"hm?"
aku kemudian duduk untuk menunggu dan hanya melihat para perempuan berusaha membuatkan yang terbaik.
setelah sekian lama menunggu akhirnya makan malam siap. dan kami memakannya dengan lahap.
"hm.... ini enak!" ucap Joses.
"ya benar ini enak..." ucapku memuji makanan buatan Julie.
"benarkah? Lilith yang bantu kok..." ucap Julie.
"kalian berdua sangat cocok" ucap Lulu sambil tertawa diikuti tawa milik Joses dan Yuna.
"ahaha... benarkah? baguslah." jawabku tersenyum.
"papa dan mama cocok?" ucap Lilith.
"ya! papa mu dan mama mu cocok!" ucap Lulu yang masih tertawa.
setelah makan malam kami melanjutkannya dengan sedikit candaan agar suasana tidak tegang, kemudian kami tertidur.
...****************...
matahari pagi kembali bersinar, aku terbangun dan melihat Yuna dan Julie sudah menyiapkan sarapan.
"pagi Julie, pagi Yuna" ucapku.
"pagi Satou" ucap mereka berdua.
"pagi ini kamu bangun awal ya?" ucapku.
"ya aku ingin berlatih dengan Yuna tentang cara mengurus rumah tangga" ucap Julie.
"wah, kalau begitu bolehkah aku membantu?" ucapku.
"boleh nih?" ucap Julie.
"tentu! ayo kita buat bersama! Julie! Yuna!" ucapku.
kami pun membuat sarapan bersama hingga akhirnya aku disuruh membangunkan Lilith sedangkan Yuna disuruh untuk membangunkan Joses dan Lulu.
setelah mereka bangun kami saling menyapa dan kemudian kami memakan sarapan buatan Yuna, Julie, dan aku.
"hm... enak seperti biasa, apakah kamu yang membuatnya, Satou?" ucap Joses.
"tidak, yang buat Yuna dan Julie tadi pagi, aku hanya membantu sedikit kok." ucapku.
"tapi ini enak!" ucap Lulu.
"buatan mama, papa, dan kak Yuna memang yang terbaik!" ucap Lilith.
"Lilith telan dulu makanannya baru bicara." ucap Julie.
kami mengawali pagi ini dengan perasaan gembira. kami menghabiskan sarapan tersebut, dan kemudian melanjutkan perjalanan sebelumnya kau melihat peta bahwa benua Iblis tidaklah jauh lagi.
continue.....