
seperti biasa aku terbangun dengan Julie berada di atas tubuhku. dengan mengelus pipiku, dia sedikit menekan tubuhnya ke badanku yang sedang berbaring. aku sedikit membuka mataku, dan kemudian mengelus kepala Julie yang berada di atas tubuhku.
"pagi suamiku." ucap Julie di atas tubuhku.
"pagi Julie, bisakah kamu turun, aku ingin duduk." ucapku.
"kalau begitu." ucapnya kemudian mendekat, kemudian bibirnya menyentuh bibirku. memainkan lidahku dan kemudian melepaskannya. dia agresif....
"ehehe.... bagaimana?" sambungnya setelah mencium ku, kemudian turun dari atas tubuhku.
"sangat manis." ucapku tersenyum.
wajahnya memerah dan kemudian memalingkan wajahnya. imut....
"Julie, ayo kita segera ke ruang makan." ucapku.
"kalau begitu, ayo segera ke sana." ucapnya mendekat menarik tanganku keluar dari kamar.
hari ini dia bertingkah imut dan manja ada apa dengannya? mari kesampingkan itu. kini aku dan Julie sudah berada di ruang makan. seperti biasa Lilith dan Yuna sudah duduk menunggu. aku dan Julie segera duduk dan kemudian memakan masakan Yuna. setelah sarapan, Julie dan Yuna pergi ke ladang untuk membeli sayuran.
"papa, kalau boleh kenapa papa tidak keliling dunia bersama mama saja?" ucap Lilith yang sedang duduk tanpa melakukan apapun.
"lalu, bagaimana dengan kalian?" ucapku membalasnya.
"Lilith akan hidup bersama kak Yuna. lalu sebelum papa berangkat, papa dan mama harus berjanji akan kembali ke desa ini suatu saat." ucap Lilith.
apa yang kamu bicarakan? seorang anak normal tidak akan berkata demikian kepada orang tua mereka. apa ini yang disebut jenius? tapi, aku sedikit khawatir.
"tidak perlu khawatir, Lilith akan baik baik saja bersama kak Yuna." ucapnya.
mungkin akan membuat sedikit sedih Julie.... tapi dia juga menginginkannya, aku harus bagaimana?
"baiklah, kalau begitu. besok papa akan berangkat, jadi papa akan menyiapkan baju." ucapku kemudian menuju ke kamar.
...****************...
di dalam kamar aku membuka tas yang sudah kuberi sihir [storage] dan kemudian memasukkan baju bajuku. kemudian aku memasukkan dalaman milik Julie, ya kalian tahu kan yang dimaksud 'dalaman' ya kalian pasti tahu. hiraukan itu, aku juga memasukkan baju baju Julie yang sekiranya penting. kemudian aku menuju ke ruang tamu, dimana Lilith duduk. aku kemudian duduk, dan bertanya kepadanya, "apa yang sedang kamu lakukan?" sambil mengangkat sebuah kertas dan mulai menulis sebuah kata kata.
"tidak ada yang penting, lalu papa lagi apa?" ucapnya kembali bertanya dengan mendekat ke arahku yang sedang menulis.
"hanya sedikit bosan.." ucapku menghela nafas.
disaat seperti itu, Julie dan Yuna datang. aku melihat ke arahnya. dan dia menatapku. mata kami saling bertemu.
"Julie, ada yang ingin aku katakan." ucapku.
"apa itu?" ucapnya menyerahkan sebuah tas kertas berwarna coklat ke Yuna.
dia kemudian duduk di sampingku. aku memulai bicara tentang apa yang Lilith sampaikan.
"lalu bagaimana dengan Lilith?". tanya Julie.
"Lilith tetap di rumah dengan Kak Yuna!" ucapnya.
"pakah tidak apa apa?" tanya Julie.
sebelum aku sempat menjawabnya dia menjawabnya duluan, "ya!" dengan senyuman manis.
ada apa dengannya? kenapa dia senang? apakah karena dia mengira akan mempunyai adik? entahlah...
"kalau begitu kenapa tidak ajak Yuuto?" ucap Julie.
hm..? boleh juga, dia juga sedang pacaran...
"kalau begitu kita akan bertemu Joses." ucapku menarik tangan Julie.
aku dan Julie menuju ke rumah Joses dan kemudian kami mengatakan yang sebenarnya. Joses setuju dengan apa yang kami katakan, kami pamit dengan Julie dan mampir ke rumah Yuuto untuk memberi tahunya. dia juga setuju dan Miya kegirangan.
tidak terasa, setelah keluar dari rumah Yuuto, hari sudah sore. kami memutuskan untuk pulang, dan sesampainya di rumah, Yuna dan Lilith menyambut kami dengan makan malam. setelah makan malam, kami semua sedikit bercerita hingga sedikit larut dan pergi tidur.
setelah memasuki kamar aku segera berbaring. Julie melepas pakaiannya dan kemudian jatuh di badanku. wajahnya sedikit memerah. kemudian dia segera melepaskan pakaianku.
"aku ingin sesekali di manja..." ucapnya dan kemudian mulai memelukku.
akhirnya aku memanjakannya...
...****************...
pagi harinya aku terbangun, karena Julie yang telanjang duduk di atas tubuhku yang juga telanjang. buah dadanya yang kecil dan tidak terlalu besar menggantung. sial!!! aku tidak bisa menahan diri lagi. situasi macam apa ini!
dia mendekatkan tubuhnya dan kemudian mencium bibirku. setelah itu dia memelukku. hm... aku menahan diriku agar tidak melakukannya. ini sudah pagi.
melepaskan ciumannya, dia turun dengan wajah memerah tetapi tampak bahagia. sebenarnya ini pertama kalinya aku merasakan perasaan aneh ini... dengan semangat meluap luap, dan dengan tubuh yang tidak bisa ku kendalikan. tampaknya aku terpesona?
kesampingkan itu, dia turun dan mulai memakai dalamannya dan bajunya. aku juga memakainya kemudian menuju ke ruang makan. entah ada apa rasanya dia seperti berbunga.
setelah sarapan kami (aku dan Julie) segera menuju dermaga dimana kapal berlabuh. aku membuat 2 kapal berukuran sedang untuk warga desa yang ingin membeli peralatan atau yang lain.
sesampainya di dermaga aku bertemu dengan semua warga termasuk Yuuto dan Miya yang sudah naik dan sudah bersiap untuk berangkat. aku mendekat ke arah Yuna dan memberikan setengah dari hasil menjual monster dulu. kemudian berpamitan dengan Lilith.
"janji ya! papa!" ucapnya melambaikan tangannya.
"ya!" ucapku berteriak dari kapal.
akhirnya perjalanan pun dimulai. awal dari petualangan menjelajahi dunia.
continue...