Demon King: Another World

Demon King: Another World
kembali berjalan?



kami segera menghabiskan makan malam dan segera kembali ke kamar masing masing. aku masuk ke dalam kamar dan kemudian berbaring. di sebelahku Julie duduk dan melepas bajunya. setelah itu ia segera berbaring dan menaikkan selimutnya selang beberapa menit dia membalikkan badannya dia atas tubuhku.


"aku lagi pengen nih..." ucap Julie.


"hm? apa?" ucapku.


"haha... suamiku gak peka." ucap Julie.


setelah beberapa saat dia mencium bibirku dengan bibirnya dan kemudian melepasnya.


"selamat tidur suamiku."


"mimpi indah, Julie."


sepertinya malam ini Julie sedikit menggodaku. setelah itu kami segera tidur


...****************...


keesokan paginya kami bersiap untuk pergi, seluruh barang kami dimasukkan ke dalam tas sihir yang aku buat dan Yuna membawakannya selama perjalanan. kami berangkat dengan memberikan sihir perlindungan pada mansion kami. kami akan menuju ke arah kerajaan Militari.


kerajaan Militari sendiri adalah kerajaan penghasil barang tempur. saat ini barang yang sedang ramai di perjual belikan adalah pedang dan tongkat sihir. kata para petualang yang membelinya kualitasnya lebih baik.


"Satou, berapa lama kita akan sampai ke kerajaan Militari?" ucap Joses.


"entahlah... mungkin kita akan sampai 2 hari 3 malam." ucapku.


"sampai di kota kita harus membeli kereta dan kuda kan?" ucap Lulu.


"ya."


"kalau begitu ayo semangat!!" ucap Lulu memberi semangat.


selang beberapa lama kami berjalan kami merasa kelelahan. kami memutuskan untuk beristirahat dibawah pohon, tak lama kemudian seorang pedagang berhenti di dekat kami.


"permisi tuan tuan... jika mau kalian bisa menumpang keretaku sampai dekat kerajaan... kebetulan kita satu arah." ucap Pak tua tersebut.


"apakah boleh!? kalau begitu ayo!" ucap Joses.


"tunggu Joses, jangan merepotkan dia..." ucap Lulu.


"tidak tidak, saya tidak keberatan. lagi pula kalian tampak lelah."


"baiklah kami akan terima..." ucapku.


"kalau begitu silahkan naik."


kami segera naik dan kemudian pak tua tersebut berjalan dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat.


"siapa nama kalian?" ucap pak tua tersebut.


"nama saya Satou seorang pengembara, ini istri saya Julie, dan ini anak saya Lilith."


"oh.... kalian seorang pengembara? baiklah lanjutkan."


"saya Joses dan ini istri saya Lulu. Satou adalah rekan kami, kami dulu adalah rekan party."


"dan saya Yuna, saya adalah pelayan pribadi tuan Satou."


"wah... apakah anda seorang bangsawan nak Satou?"


"tidak, saya hanya pengembara, Yuna hanya mengabdi karena telah saya selamatkan."


"kalau begitu apakah paman akan ke kerajaan untuk menjual beberapa bahan makanan ini?" tanya Lulu.


"ya... saat ini saya akan menjualnya. karena klien ku membutuhkan uang sesegera mungkin."


"papa! apakah ini dapat dimakan?" tanya Lilith.


"hm? ya.. itu bisa." ucapku.


"itu adalah buah apir, buah itu sangat berair jadi rasanya cukup manis, apakah nona kecil mau membeli buah ini satu?" ucap paman Haru sambil menyetir.


"papa! belikan satu untuk Lilith dan mama!"


"iya.. nanti ya... kita akan sampai ke kerajaan besok. oh iya paman Haru, berapa harga kereta ini dan kuda ini?" tanyaku.


"oh.. apa nak Satou akan membeli kereta kuda juga? ini saya membelinya cukup mahal, sekitar kira kira 100 koin emas." ucap paman Haru.


"lumayan juga, apakah kita akan beli yang murah?" ucap Joses.


"paman, kalau yang palinh murah berapa?" tanyaku.


"paling murah itu hanya 70 koin emas. itu saja mungkin tanpa kuda."


"begitu yah..." ucap Lulu.


"yah... hari ini begitu melelahkan bagaimana jika kita berhenti dan beristirahat disini? sepertinya matahari akan tenggelam." ucap paman Haru.


"saya akan menyiapkan makan malamnya." ucap Yuna.


kami akhirnya berhenti dan beristirahat. Yuna membuat makan malam bersama Julie dan Lulu. Lilith duduk di pangkuanku sambil membawa buah apir yang ku beli.


"apakah enak Lilith?" tanyaku.


"iya ini enak, sangat manis.." ucap Lilith.


"benarkan... itu kualitas terbaik loh..." ucap paman Haru dengan tawa kecil.


"baguslah kalau suka..." ucapku sambil mengelus kepala Lilith yang duduk di pangkuanku.


"nak Satou, anakmu imut ya... mirip denganmu, apalagi istrimu yang cantik dan manis... aku iri, ahaha." ucap paman Haru.


"yah... aku juga tidak percaya awalnya tetapi inilah yang terjadi..."


"wah wah... enaknya jadi anak muda..."


di dekat sana Joses sedang tertidur. padahal dia yang paling bersemangat... sekarang dia yang tidur paling awal. tak lama kemudian Lulu datang membangunkan Joses untuk makan malam. Yuna dan Julie datang membawa makanan dan memberikannya kepada kami semua secara merata.


"terima kasih nona..." ucap paman Haru kepada Julie.


"ya.." ucap Julie sambil tersenyum.


kemudian kami memakannya dengan lahap, setelah itu kami membagi jadwal berjaga. karena wilayah tersebut sering terjadi perampokan maka kami membagi jadwal hingga pagi.


"baiklah jadwal jaga pertama adalah Yuna dan paman Haru. yang kedua adalah Joses dan Lulu. dan yang terakhir aku dan Julie. Lilith kamu tidur saja ya... nanti biar papa dan mama yang jaga..." ucapku.


"um.." ucap Lilith sambil mengangguk.


setelah itu kami segera melaksanakannya seperti yang sudah direncanakan.


continue...