Demon King: Another World

Demon King: Another World
awal dari petualangan



setelah badai itu berlangsung kami melanjutkan perjalanan kami seperti biasa, dan tidak ada hal yang terjadi. mari kita lewatkan. sekarang ini kami sudah hampir sampai, terlihat sebuah pulau yang ramai dengan kapal dari jauh.


"sepertinya kita hampir sampai." ucap Yuuto.


"yah... akhirnya, kita sampai juga." ucap Miya.


mereka berdua terlihat senang. Julie juga ikut melihatnya di pinggir kapal. aku hanya duduk bersila di tempat teduh.


setelah 1 jam kemudian, kami segera berlabuh. kemudian kami turun dan membeli makan siang, karena sudah siang. kami menunggu hingga malam tiba untuk memasukkan kapal ke dalam [Storage] milikku. sudah lama sejak saat terakhir menggunakan sihir ku...


...****************...


malam tiba, pelabuhan mulai sepi, dan aku memulai memasukkannya ke dalam [Storage] dan kemudian segera mencari penginapan. kami memesan 2 kamar untuk 2 orang, dan kemudian segera masuk ke ruang masing masing.


"akhirnya... setelah sekian lama, aku merasakan kelembutan sebuah kasur." ucapku.


"kalau begitu ayo cepat tidur, besok kita akan memulai perjalanan." ucap Julie yang menggunakan baju tidurnya.


"hm.. baiklah, kalau begitu aku matikan lilinnya." ucapku sambil mematikan lilin tersebut.


dengan angin malam yang menerpa masuk melewati jendela, ruangan tanpa penerangan, kasur yang lembut, ditemani istriku di sampingnya. aku mulai terlelap.


...****************...


karena sebuah beban, aku terbangun dan membuka mataku, terlihat Julie yang sedang duduk di atasku. sambil tersenyum dia turun.


"pagi, suamiku!" ucap Julie setelah turun dari atas badanku.


"pagi, sudah pagi ya?" ucapku.


"yup, ayo kita sarapan di bawah!" ucap Yuna.


dia menarik tanganku dengan penuh semangat, sementara aku pasrah. sesampainya di restoran yang ada di lantai bawah kamar kami, kami semua berkumpul dan kemudian sarapan.


kami menyewa kamar hanya untuk 2 malam, karena hari ini kita akan membeli peralatan untuk berpetualang.


"uwah, makanannya banyak sekali!" ucap Miya.


wajar saja dia terlihat senang, biasanya seorang budak hanya diberi makan 1 hari hanya 1 kali, atau bahkan tidak sama sekali.


"ayo, dimakan sebelum dingin." ucap Yuuto.


kami semua segera memakan sarapan tersebut hingga habis. walaupun sebenarnya terlalu banyak...


"ah, kenyang.... sekarang apa?" ucap Miya.


kami segera berjalan menuju toko armor untuk membeli senjata. Miya adalah Elf, jadi dia memakai kerudung agar tidak terlalu menarik perhatian.


sesampainya di sana, Yuuto memilih sebuah pedang yang agak kecil, Miya memilih panah, Julie dengan dager, sedangkan aku tidak membeli.


"terima kasih telah berkunjung!" ucap penjaga toko tersebut setelah kami keluar.


pada akhirnya kami tidak membeli armour, tetapi hanya senjata. selanjutnya kami datang ke toko pakaian.


"selamat datang, apakah ada yang busa saya bantu." ucap perempuan penjaga toko.


"apakah toko ini menjual jubah?" tanya Yuuto.


kami membeli Jubah untuk Miya, dan juga untuk kami saat perjalanan. segera setelah Yuuto bertanya, perempuan penjaga toko menjawab, 'ada, silahkan tunggu sebentar.' lalu dia segera masuk ke dalam pintu di belakang perempuan tersebut.


tidak lama setelah itu perempuan tersebut keluar dari ruangan tersebut dengan membawa 6 tumpuk pakaian hitam.


"silahkan, pilih yang anda suka." ucapnya meletakkan pakaian tersebut.


kami segera memilih, kami segera melihat jubah tersebut. ada Jubah yang pendek, dan Juga yang tidak mempunyai penutup kepala. kami semua memilih yang panjang dengan kerudung.


"kalau begitu, kami semua pilih yang ini. tolong bawakan 4 buah." ucapku.


"baiklah, tunggu sebentar."


perempuan itu kembali masuk, dan keluar membawa 3 pakaian lagi, dan menyerahkannya kepadaku.


"berapa harga keempat jubah ini?" tanyaku.


"hanya 8 koin perunggu." ucapnya.


lalu aku memberikannya 2 koin perak, dan 2 koin perunggu. 1 koin perak \= 3 koin perunggu. setelah kami selesai membayar, kami keluar dari toko tersebut.


kami mulai mengelilingi kota. untuk hari pertama kota dipenuhi warga yang sudah beraktifitas. ada juga petualang yang sedang berbelanja. selama berjalan, Yuuto dan Miya bergandengan tangan, tentu saja aku juga.


"kota ini ramai." ucap Miya kagum.


"begitulah, besok kita akan berangkat dan segera meninggalkan kota ini." ucap Yuuto.


"kalau begitu sedikit berbelanja untuk keberangkatan. juga kita akan mampir ke rumah teman Joses besok. dia menitipkan sebuah surat." ucapku.


kami kemudian menghabiskan hari ini untuk berbelanja dan makan siang, setelah hari semakin gelap kami memutuskan untuk kembali ke penginapan dan pergi tidur.


continue.....