
"hm..... masakan Lilith yang terbaik!" ucapku sambil memakannya dengan lahap.
"haha... kalau enak kenapa tidak dihabiskan saja kak?" jawab Lilith.
"benar! masakan Lilith yang terbaik!" sambung Julie.
...****************...
setelah kami menghabiskan makan malam kami pun bercerita dibawah bintang yang bertebaran serta bulan yang bersinar dan ditemani api unggun yang menghangatkan. suasana hening, tidak ada monster yang menyerang benar benar malam yang damai. aku sedang mendengarkan cerita dari Lilith yang bercerita tentang pahlawan yang pernah melawan raja iblis dahulu. sementara aku berbaring di rumput dengan tangan di kepalaku, dan menatap ke langit malam.
aku bergumam "malam yang damai...." dan memejamkan mataku untuk sementara
oh iya disini aku menyembunyikan tandukku dengan sihir ilusi jadi Julie tidak mengetahuinya.
seketika aku tertidur dibawah sinar rembulan yang ditemani oleh langit malam. melihat itu, Lilith dan Julie menghentikan ceritanya kemudian menghampiriku dan memberiku selimut, dan mereka pun menirukan gayaku dan malah ikut tertidur. dan ketika sang surya terbit aku bangun lebih awal.
"hm.... aku ketiduran disini ya?" sambil mengusap usap mataku.
ah mereka masih tertidur, tetapi kenapa mereka ikut tertidur disini?
aku pun melihat sekeliling dan seketika aku merasa lapar. tetapi karena tidak tega membangunkan para gadis aku pun memasak sendiri untuk sarapan kami.
"huwah... jadi nostalgia, haha!" aku meracik bumbu dan memasukkan daging kedalamnya. aku hanya bisa memasak sup jadi aku memutuskan memasak sup.
sekali lagi aku berkata "hm..... baunya harum." sambil mencium aroma sup tersebut.
selang beberapa lama Lilith dan Julie pun bangun. secara reflek aku melihat kearah mereka berdua dan berkata "pagi" sambil menyiapkan piring yang berisikan sup.
"sarapan kita hari ini sudah matang, ayo bangun nanti keburu dingin, loh."
"pagi....." jawab mereka berdua yang menghampiriku dan mengambil sup mereka.
"kalian berdua kenapa ikut tidur di dekatku? berbahaya loh...." ucapku yang menggoda mereka.
"habisnya kakak menikmatinya sendirian."
"tidak adil menikmatinya sendirian." sambung Julie
"iya, iya, ayo dimakan." ajak ku mengalihkan topik dan memulai makan.
setelah sarapan seperti biasa kami membereskan tenda kami, dan memulai perjalanan. ketika kami berjalan setengah perjalanan menuju kedalam hutan kami menemukan reruntuhan kuno yang berlumut dan tampak sudah ditinggalkan.
...****************...
"hei, kak lihat! ada reruntuhan, mungkinkah ada harta karun didalamnya?" tanya Lilith sambil menunjukkan jarinya.
seperti biasa rasa ingin tahu Lilith besar, tetapi berbeda dengan kali ini, rasa ingin tahunya lebih besar dari biasanya.
tunggu oi! jangan asal memutuskan bisa saja ada jebakan di sana! ah.... sudahlah mereka keras kepala.
"ok ayo masuk." jawabku singkat dengan waspada
selang beberapa waktu kami memutuskan kami pun berjalan masuk kedalam reruntuhan kuno, ya walaupun dianggap reruntuhan, sebenarnya bangunannya tidak benar benar hancur seluruhnya, hanya sebagian masih berbentuk, dan bentuknya seperti sebuah kuil.
firasat ku buruk apa yang akan terjadi?
dan sesaat berpikir demikian tak sengaja Julie menginjak sebuah trap, sesaat aku berkata "awas!!!" dan dengan refleks mendorong Julie hingga kami berdua terjatuh, beruntungnya trap tersebut hanya mengeluarkan 1 anak panah jadi itu aman. dan tak sengaja aku berada persis di depan muka Julie yang memerah, aku langsung meloncat dan meminta maaf.
"ah! maaf aku tidak sengaja tadi itu cuma refleks!!" sambil memalingkan mukaku kearah lain agar tak menatap wajah Julie yang memerah.
"yah... tidak masalah... terima kasih menyelamatkanku..." jawabnya dengan wajah yang masih memerah karena kejadian tadi dengan suara sedikit malu.
ah! aku lupa aku kan bisa menggunakan sihir pelindung kenapa aku tidak menggunakannya!! sial!
jantungku berdebar kencang saat itu, dan seketika itu aku berusaha tenang agar wajahku tidak ikut memerah.
tenanglah Satou, dia hanya teman, tenanglah! sial! dia manis saat memerah, aku tidak bisa menahannya jantungku berdegup kencang.
"kalian baik baik saja?" tanya Lilith dengan khawatir sambil memelukku.
aku hanya bisa tersenyum menjawab "ya, kami baik baik saja" sambil mengelus kepalanya.
"syukurlah, hei kak Julie maaf, karena aku ingin kesini aku membahayakan mu...." ucap Lilith dengan nada menyesal.
"t-tidak bu-bukan begitu, a-aku malah merasa ini mungkin se-seru!" jawab Julie yang menjawabnya dengan nada terbata bata dan malu.
"k-kalau begitu ayo k-kita lanjut!!" ucap Julie yang memaksakan senyumannya dengan menahan rasa malunya.
siall, dia imut, juga manis kalau dia sedang malu!! eh!? apa yang kupikirkan!!
...****************...
kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke dalam reruntuhan. kami lebih meningkatkan kewaspadaan agar kejadian tadi tidak terulang lagi. dan karena kami mulai lelah, kami memutuskan untuk beristirahat. karena tidak ada monster yang tinggal dalam reruntuhan kami pun beristirahat di manapun.
sebenarnya daripada disebut reruntuhan ini lebih cocok disebut goa, memang awalnya seperti reruntuhan tetapi lama kelamaan seperti goa yang panjang, lembab, dan gelap.
...****************...
kami pun memakan makanan yang sudah ku siapkan tadi pagi. dan karena kami tidak mengetahui berapa lama kami berjalan kami memutuskan untuk tidur.
continue.......