
Pada hari ini, aku memutuskan untuk mendaftar menjadi sebuah petualang. Yap, ini ide yang sedikit gila, tapi aku akan mencoba dengan sangat hati-hati.
"Oh? Pagi Satou!"
Betty anak dari Ren menyapaku. Dia tengah menyiapkan beberapa piring yang telah dia cuci untuk dipakai kembali.
"Humu, Apakah makanannya sudah siap?"
"Ya, tunggu sebentar lagi, makanan akan datang tidak lama lagi."
Ucapnya sambil kembali menuju dapur, sedangkan aku duduk di sebuah kursi, dengan beberapa orang yang datang untuk sarapan pagi. Beberapa dari mereka berbicara tentang quest apa yang akan diambil, beberapa hanya berbicara tentang uang.
Seperti yang kuduga, mereka ini petualang. Aku mengerti dari percakapannya yang identik dengan quest.
"Makanannya siap!"
Betty yang mengantarkan makanan datang ke mejaku, dia kemudian menaruh beberapa makanan juga dengan minumnya, air putih tentu saja. Aku yang memintanya sih..
"Terima kasih."
Aku segera menyantap makanan itu sebelum dingin. Setelah membayar, aku kemudian segera keluar dan menuju ke guild.
Saatnya mendaftar!
Aku berjalan di jalanan yang sudah dipenuhi orang dengan keperluannya masing masing. Yaps, ini seperti sebuah pasar.
"Hm?"
Sekilas aku melihat seseorang dan status ditampilkan secara tiba-tiba.
[status :
Nama : Diane
Level : 120
Ras : Human
Job : Adventurer
Title : People who break the limit.]
Oh? Orang yang bisa mencapai level 120? Apa sangat jarang?
Tak selang beberapa saat, aku melihat sebuah papan bertuliskan 'Guild petualang' dan aku langsung masuk ke dalamnya. Ketika aku membuka pintu guild, bunyi 'Kring'
"Selamat datang di guild petualang!"
Ucap seseorang dari meja resepsionis, Dia tersenyum lebar hingga matanya menjadi sipit.
Aku mendekat menuju meja resepsionis dengan sang resepsionis yang melanjutkan kata-katanya dengan,
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Uhm, tentu, bisakah aku mendaftar menjadi petualang?"
Ucapku membalasnya.
"Tentu, silahkan mengisi formulir ini, jika ada sesuatu yang tidak mengerti silahkan bertanya kepada kami, kami akan membantu anda menjawabnya."
Ucapnya sambil menyerahkan secarik kertas dan sebuah pena diatasnya.
"Baiklah.."
Aku kemudian mengambil kertas itu dan mengisinya di sebuah meja yang tampak juga seperti sebuah bar. Ditemani beberapa ocehan orang yang sedang minum di pagi hari yang ramai, aku menjawab beberapa pertanyaan seperti; nama, ras, class, umur (?), catatan kriminal, pengalaman bertempur.
Jika itu adalah sebuah interview game maka kemungkinan besar aku akan menjawabnya dengan,
Nama : Satou
Ras : Demon
Class : All role
Umur : -
Catatan kriminal : -
Pengalaman bertempur : memimpin perang, melawan monster, melakukan penyergapan, dll.
Tapi karena aku tidak ingin terlihat mencolok, mari kita isi dengan yang wajar saja, dengan,
Nama : Satou
Ras : Demon
Class : Magic caster
Umur : 18
Catatan kriminal : -
Pengalaman : menghabisi goblin.
Yaps cukup untuk seorang pemula. Walau yah, aku tidak terlalu paham dengan kelas atau tipe seranganku... Karena aku lebih sering menggunakan sihir jadi aku mengatakan Magic Caster. Lalu karena penampilanku terlihat muda, mari sedikit berbohong tentang umurku yang sudah beratus tahun.
"Hm..."
Oke segini sudah cukup, mari serahkan ke resepsionis...
Ketika aku berjalan, aku melihat seseorang dengan badan yang besar tengah berbicara dengan seorang resepsionis tentang quest yang akan diambilnya. Tampaknya dia seorang veteran.
"Itu terlalu sembrono! walaupun kamu seorang C rank, itu tetap tidak bisa, quest ini hanya untuk B rank!"
Ucap wanita resepsionis itu memperingatkan.
"Tapi, dengarkan, party ku berisi 2 orang C rank dan 3 orang D rank, setidaknya itu lebih baik daripada 1 orang B rank."
"Hm... Permisi...."
Sebelum aku berkata, perempuan resepsionis lainnya melambai padaku untuk segera menyerahkan kepada nya.
"Baiklah, Satou benar? Silahkan ditunggu sebentar... Eit, Uhm... Oke..."
Aku melihatnya sedang melakukan beberapa hal yang mungkin terlihat seperti stampel tapi itu tidak menempel, hanya berada di atasnya lalu dia menaruhnya pada sebuah kartu dengan tidak menempelkan stampelnya.
*Cling!
Sebuah cahaya bersinar dari kartu itu dan seketika kartu kosong tersebut berisi namaku.
"Oke, ini kartu petualangmu, silahkan dijaga dan jangan dihilangkan, kartu ini berlaku di seluruh guild di benua ini, juga kamu akan melihat riwayat pembunuhan monster hanya dengan menyentuhkan kartunya dengan tanganmu."
Ucapnya menjelaskan sambil tersenyum.
"hm...."
Cukup praktis ketika aku melakukannya, seperti sebuah tablet saat masih di bumi, mungkin pelat ini bisa dilihat oleh orang selain aku, atau mungkin kita tanyakan saja?
"Apakah riwayat ini bisa dilihat oleh orang lain?"
"Tentu, mereka juga bisa melihat rank mu melalui warna kartunya, untuk rank E kartumu akan berwarna cokelat, dan untuk D, kartumu akan berwarna silver, rank C berwarna biru muda, rank B akan berwarna merah, dan rank A akan berwarna ungu, sementara untuk rank S akan berwarna emas, dan rank SS akan berwarna platinum."
Uhmm, ini akan menjadi diskriminatif.. Yah, itu juga memiliki tujuan untuk membedakan dan mencegah kematian seseorang sih..
"Baiklah, aku paham, untuks sekarang bisakah aku mengambil quest?"
"Tentu, quest apa yang ingin kamu ambil?"
ucapnya sambil menunjukkan beberapa kertas quest diantaranya, berburu goblin, mengambil rumput obat, membantu menyebarkan surat, dan mencari barang hilang.
Hm... Karena E rank dan aku tidak ingin pekerjaan merepotkan lainnya, mari kita ambil membunuh goblin. Tapi sebelum itu...
"Apa rekomendasimu? Aku sedikit bingung dengan quest yang cocok dengan seorang pemula..."
"Uhm? Menurutku? Uhmm... biasanya pemula akan mengambil quest rumput obat atau menyebarkan surat."
"Hm... Baiklah, mari kita coba mengambil rumput obat."
Ucapku menunjuk kertas itu.
"Baiklah! Tapi sebelum itu.."
Dia mengambil sebuah buku yang berisi informasi tentang tanaman obat. Dia membuka buku lalu berhenti pada sebuah tanaman yang mirip dengan tanaman ekor kucing.
"Rumputnya akan memiliki bunga seperti ini, tingginya sekitar 20 cm, biasanya tumbuh di sekitar hutan belakang."
"Hmm, baiklah... ngomong-ngomong, ada apa dengan si pria itu?"
Ucapku sambil menatap percekcokan mereka.
"Ah... Hiraukan saja, itu sudah seperti biasanya... biasanya mereka akan menyerah tapi hari ini sepertinya agak sulit..."
Hm... Seperti biasanya yah...
Merasa sadar akan tatapanku, si pria kemudian mendekat dengan ekspresi wajah yang tampak penuh dengan emosi.
"Hah? Apa-apaan dengan tatapanmu itu!?"
Dia kemudian menarik kerah bajuku hingga sedikit terangkat. Hm, orang ini boleh juga.. walau sebenarnya aku lebih kuat...
[status :
Nama : Bard
Level : 67
Ras : Human
Class : Guard
Title : - ]
"Uhm, aku hanya bertanya, lagipula tolong lepaskan aku... Aku seorang pemula jadi aku tidak mengerti apa yang kamu katakan.."
Dia kemudian melihat sebuah kartu yang ada di tanganku lalu melepasku.
"Hmph, cuma E rank."
Si resepsionis yang sebelumnya berbicara denganku kemudian melepaskan nafasnya dengan lega. Yah setidaknya aku tidak akan mati hanya dengan pukulan karena terakhir kalo aku level up.
Si pria Bard kemudian berbalik dan mengambil quest yang sebelumnya tidak ingin dia terima. Haa, ada saja orang seperti dia dimanapun dunianya...
Aku menghela nafasku dan berterima kasih pada resepsionis, lalu berjalan menuju keluar.
"Hm.. Mari menuju ke hutan belakang...."
Ketika aku berjalan, seseorang menabrakku dan kemudian mundur beberapa langkah. Seorang pria dengan tubuh sedikit kecil.
"Ah, maaf, aku tidak melihatmu...."
Dia kemudian memperlihatkan senyumannya yang hampa.
"Uhm, tidak apa, ngomong-ngomong arah ke hutan belakang dimana? Aku orang baru dan aku tidak hafal dengan lokasi kota ini..."
"Hm? ah, kebetulan aku juga sedang kesana, bagaimana kalau kita bersama, party ku juga sedang menungguku..."
Ucapnya.
"Baiklah, aku ikut."
Kemudian kami berjalan bersama dan sembari berbicara satu sama lain, berbagi informasi mengenai siapa saja yang harus di hindari di guild petualang, lalu beberapa saran seperti party, juga beberapa makanan dan minuman yang harus dicoba saat mengunjungi kedai .
Continue....