
sekarang ini kami berada di sebuah hutan dekat dengan perbatasan. kata beberapa warga desa sekitar, mereka melihat penampakan wyvern di sekitar hutan. setidaknya kami akan mengeceknya apakah itu jebakan?
"hutan ini, kekuatan sihir di sini sangat tebal." ucap Miya.
"karena kekuatan sihir yang tebal maka banyak monster di sini." ucapku.
Yuuto terlihat bingung, dan Julie juga mendengarkan. huft... apakah mereka tidak tahu tentang 'itu?'.
"monster itu, mereka akan tercipta apabila tidak ada manusia, atau ras. atau bisa kita bilang makhluk sihir, makhluk yang tercipta secara alami karena sihir." ucapku.
Yuuto dan Miya memiringkan kepala mereka. masih belum paham kah?
"huft... singkatnya, monster adalah makhluk hidup yang tercipta dari sihir dan tidak dapat bereproduksi layaknya makhluk hidup." lanjutku.
aku menhela nafas karena mereka tidak kunjung paham. kami terus melanjutkan perjalanan. kami bertemu dengan beberapa monster seperti, kong ape, silver wolf, beberapa goblin, orc, dan beruang bertaring.
kami menghabisi mereka, dengan beberapa serangan. walaupun aku berharap untuk bertemu golem besi tetapi sepertinya tidak ada ya...
"oh...! dalam sekali." ucap Yuuto.
saat ini kami berhenti di depan sebuah jurang yang memisahkan 2 bagian tanah. hm... sebuah batu besar terlihat dari seberang kami. di atasnya terlihat seperti sarang burung.
"oohh! itu sarang wyvern!" ucap Yuuto.
dia menunjuk sarang itu. tetapi sarang itu sepertiny hanya berisi telur... kemana wyvern itu pergi?
"baiklah, aku akan mengarah ke sana untuk mengecek dengan sihir terbang." ucapku.
aku melafalkan sebuah mantra [fly] dan seketika aku melayang. mata Yuuto dan Miya berbinar.
"suamiku, berhati hatilah." ucap Julie.
dia memberiku salam sebelum aku menjauh. aku hanya mendengarkannya dan kemudian mendekat ke arah sarang wyvern.
"hm... telurnya akan enak jika dimasak?" ucapku.
aku memikirkannya, di duniaku tidka jauh berbeda, tetapi apakah mungkin di dunia ini wajar memakan telur wyvern? tanpa pikir panjang aku memasukkannya ke inventory. hari ini aku akan masak telur itu!
"huh? kenapa malah kembali di saat saat aku sedang memikirkan makanan enak?" ucapku.
wyvern itu dengan cepat menyerang. bentuknya seperti burung tetapi tanpa bulu. kulitnya tebal, dan paruhnya panjang. ukurannya sebesar 5 meter mungkin?
"wow... mereka cepat dan besar." ucapku.
aku sedikit lengah sehingga terkena goresan. jika mungkin aku terlambat menyadarinya mungkin aku sudah terluka parah? tidak mungkin aku ini raja iblis.
bukan saatnya sombong! ketika aku melihat ke belakang dimana Julie dan yang lainnya bersembunyi, mereka terlihat khawatir denganku. apa boleh buat.
aku menghabisinya dengan sekali serang dan kemudian memasukkannya ke inventoryku.
"cukup mudah..." ucapku.
aku merasa kecewa dengan monster rank b itu dan kemudian kembali ke seberang. mereka berlari ke arahku. terutama Julie yang memelukku.
"kenapa kamu lengah? kamu bisa mati jika kamu tidak menyadarinya..." ucap Julie.
"tidak apa, hanya terkena goresan." ucapku.
aku mengelus kepala Julie yang sedang memelukku. hm.... seandainya aku tidak lengah... tidak akan menjadi seperti ini.
"kalau begitu ayo kita pulang? hari ini sudah mulai gelap, perlukah kita membangun tenda?" tanyaku.
hari memang sudah mulai gelap, dan kami segera membuat tenda. Julie sudah sedikit tenang, dan aku memasak makan malam. makan malam kali ini adalah telur wyvern buatanku.
"silahkan dimakan." ucapku.
aku memberikan masing masing 1 piring berisikan telur, daging, dan sayuran. 1 telur itu sangat besar, sehingga 1 telur dapat dimakan 4 orang.
"telur apa ini? kenapa besar sekali?" tanya Yuuto.
dia terus menyentuh telur itu dengan garpunya. di dekat api unggun kami berkumpul dan membuat tenda.
"ini? apakah mungkin telur wyvern!?"
Miya yang menyadarinya mengucapkannya. Julie masih termenung dengan memandangi telur itu.
"ada apa? apakah tidak enak? aku akan mencobanya." ucapku.
"ya! itu sangat tidak enak kamu tahu!" ucap Miya.
hm..? apakah mereka tidak bisa mengolahnya? padahal akan sangat enak jika di bumbui dengan benar.
"aku akan mencicipinya." ucapku.
aku memasukkan satu suap ke dalam mulutku, dan mulai mengunyah telur tersebut. hm.... enak!!! ini yang terbaik!! bumbunya terasa dan kemudian rasa antara daging, sayur, dan telurnya pas!!
"...? bagaimana? tidak enak kan?" ucap Yuuto.
dia tidak yakin akan rasanya. ini lezat kamu tahu! aku menelan makananku dan kemudian meminum air di dekatku.
"enak kok, hanya kalian saja yang tidak tahu cara memasaknya!" ucapku.
"tidak, tidak, tidak. tidak mungkin untuk mengalahkan rasa pahit yang luar biasa dari telur wyvern."
ucapanmu memang benar. tetapi rasa pahit itu akan hilang jika kita memberikan rasa manis yang lebih. tanpa basa basi Julie memasukkan satu suap ke dalam mulutnya. dia lebih percaya padaku. aku senang.
karena tercengang akan rasanya Julie melahapnya dengan nafsu makan yang sedikit meningkat. benar kan?
"oh? apakah seenak itu?"
akhirnya mereka semua ketagihan dan terus meminta padaku. tetapi aku hanya mengambil 3 telur... dan sekarang sisa 2 telur.
"tidak, kita akan gunakan saat makan malam berikutnya." ucapku.
mereka semua terlihat kecewa. ahaha, aku sudah tahu. sebelum itu aku tidak sengaja menemukan tanaman liar yang manis. bentuknya seperti kaktus, tetapi tidak berduri. tekstur dagingnya mengandung banyak air dan manis.
aku menamainya kaktus manis. dan menanamnya dalam pot kecil dan memasukkannya ke dalam inventoryku. waktu itu aku juga tidak sadar bahwa ada tanaman yang akan menjadi seperti gula ini.
continue...