
eh... jadi itu skill itu masih belum dapat dipastikan...
"dimana kamu mendengarnya?" tanya Miya.
sepertinya dia juga penasaran.
"eh? aku hanya mendengar rumor itu petualang yang secara tidak sengaja aku mendengarnya saat mengobrol."
begitu ya...
"lalu, perlu kah kita menyelidiki tentang skill ini?" tanya Yuuto.
"ada benarnya, tapi..."
benar juga.... tapi, apakah benar ada skill seperti itu?
".... apakah skill itu aman dicoba?" ucap Julie.
"jika itu, Satou maka akan baik baik saja, kan?" ucap Yuuto.
dia menyeringai dengan tatapan mengarah kepadaku.
oi, hentikan itu, hentikan tatapan menjengkelkan itu!
"apa boleh buat...." ucapku.
sambil menghela nafas, aku sedikit kehilangan semangatku.
"baiklah, aku akan mencari informasi lebih lanjut tentang skill ini." ucap Yuyun.
sambil meneguk bir miliknya, dia kemudian berdiri.
"untuk mencari informasinya serahkan kepadaku!" ucap dia.
sementara mengucapkan hal itu dengan semangat, dia menaruh gelas kayu yang telah habis. lalu berdiri.
"kalau begitu, aku akan pamit, maaf mengganggu, selamat malam." ucapnya.
dia berbalik, lalu menjauh dari kami. tangannya sedikit diangkat setinggi kepala, lalu membuka lebar tangannya.
"iya, iya." ucap Yuuto.
dia menjawabnya dengan sedikit menghela nafasnya.
tanpa sadar dia telah mengambil misi untuk mencari informasi tentang skill itu...
"hah... apa tidak apa apa menyerahkannya begitu saja...?" ucap Miya.
dia menghela nafasnya.
"yah... setidaknya serahkan saja kepada resepsionis guild petualang." ucapku.
kali ini kami akan pasrah dan menyerahkannya kepada Yuyun. lalu tinggal menunggu informasi lebih lanjut.
"kalau begitu, bisakah kita kembali ke kamar masing masing?" ucap Julie.
dia menyela obrolan kami.
hm... makanan sudah habis dan hari sudah larut.
"benar juga ya... kalau begitu, kalian berdua, selamat malam." ucap Miya.
dia berdiri lalu menarik tangan Yuuto. dengan sebuah jubah yang masih terpasang.
"mereka sangat ceria ya..." ucap Julie.
kami berdiri bersama lalu berjalan bersama. walaupun banyak yang menggoda Julie. wajar saja di bar. banyak orang yang mabuk di sini. buruk untuk perempuan berada lama lama di sini. walaupun ada beberapa perempuan petualang di sini.
sambil berjalan di lorong yang gelap tanpa pencahayaan. kami berdua berjalan bersama menuju kamar kami.
"pada akhirnya, skill itu sangat misterius ya..." ucap Julie.
sambil membuka pintu kamar kami.
"iya juga, tetapi setidaknya aku ingin kembali ke duniaku bersama Julie!" ucapku.
sambil memasuki ruangan. aku masuk dan menutup pintu lalu menguncinya. Julie duduk di pinggir tempat tidur lalu tersenyum.
"...."
"aku senang kok. setidaknya aku akan dibawa ke sana... dunia ini sangat buruk denganku." ucapnya.
benar... dia sering mengalami hal pahit sebelum bertemu dengan aku. setidaknya aku harus sedikit menghiburnya.
aku mendekat ke arah dia, lalu memeluknya. tanganku mengelus kepalanya.
"tidak, justru aku yang senang aku dapat terus bersamamu." ucapku.
badannya hangat. hm... rasanya sangat nyaman....
"hei, bisakah berhenti memelukku begini... aku tidak bisa bergerak..." ucap Julie.
dia berkata begitu, walaupun sebenarnya dia ingin meneruskannya ya...
"tidak, aku tidak akan melepaskannya. aku sangat ingin memeluknya...."
"ah... nyaman..."
bau tubuhnya sangat enak....
"ah, ayo kita tidur... aku..."
"tidak akan melepaskannya." ucapku.
sambil terus memeluknya.
"ah... apa boleh buat...."
sambil menghela nafas, dia mengucapkannya lalu membalasnya.
"kalau begitu selamat tidur, suamiku." ucap Julie.
aku melepaskannya.
mendekat kepada wajahnya lalu mencium dahinya.
"kamu lengah. selamat tidur, istriku." ucapku.
"ah, kan.... terlalu agresif...." ucapnya.
sambil bergumam, dia meletakkan tangannya ke dahinya.
aku dapat mendengar gumamannya.
"setidaknya aku bahagia denganmu" ucapku.
lalu aku segera berbaring di sebelah Julie yang masih terduduk tanpa bergerak di pinggir tempat tidur.
continue....