
"saat itu aku sedang melakukan aktifitas sehari hari milik tuan lamaku, tiba tiba tentara demon datang dari depan pintu gerbang desa, mereka menerobos paksa gerbang hingga rusak, karena situasi ini para warga panik, sementara para warga desa laki laki akan menahan mereka. beberapa bangsawan, anak anak, dan perempuan melarikan diri lewat gerbang belakang, tetapi karena aku berusaha melindungi tuan lama ku, aku mendapat luka karena sihir dari beberapa tentara demon, aku sempat ingin menyerah, tuan ku sudah mati, tetapi demi menghormati usaha dari warga desa yang menahannya aku segera bangun dan melanjutkan melarikan diri, hingga akhirnya aku tersesat di padang gurun yang luas dengan keadaan kelaparan akhirnya aku pingsan." ucap Yuna menjelaskan.
"kalau begitu, apakah kamu mau ikut dengan kami?" ucapku.
"ya, aku akan mengabdi pada anda karena telah menyelamatkan saya" ucap Luna.
"mengabdi!?" ucap Julie terkejut.
"ya, begitulah adat kami, setiap ada manusia yang menolong kami para pantherian maka dia akan menganggap dia seorang tuan kami." ucap Luna.
"berarti Aku dan Julie adalah tuan barumu." ucapku dengan santai.
"ya, saya berjanji akan setia." ucap Luna.
...****************...
setelah aku dan Julie menjadi tuan baru Yuna, kami segera berangkat.
"baiklah ayo kita segera menuju ke benua iblis!" ucapku sambil berjalan.
"sebegitu nya kah kamu ingin menikah?" ucap Lulu.
ugh.....
seketika aku kehilangan semangat karena malu. diiringi tawa kecil dari Joses yang melihat wajah Julie memerah sementara aku malu.
"tidak usah malu dong! kami juga bakal menikah kok setelah raja iblis dikalahkan." ucap Joses.
"lalu bagaimana dengan Yuna?" ucap Julie.
"anda tidak perlu mengkhawatirkan saya, lebih baik anda dulu yang menikah dengan tuan." ucap Yuna sambil tersenyum.
entah kenapa topik bahasannya jadi begini.....
"nah... Yuna, kalau begitu apakah kamu bisa memasak?" ucapku mengalihkan topik.
"ya, saya bisa memasak, mencuci, bertani, dan lain lain. saya akan melakukan semuanya." ucapnya.
"eh, tidak bukan begitu, bagaimana kalau bantu Julie saja?" ucapku.
"baiklah."
kami melanjutkan perjalanan hingga akhirnya matahari mulai tenggelam, kami memutuskan untuk bermalam di sebuah padang rumput.
"huwah... tak terasa 1 hari kita berjalan...." ucap Joses.
"ya beginilah keseharian ku, ya kan? Julie! Lilith!" ucapku.
"yah... enak juga berkelana...." ucap Lulu menyambung.
"ah, aku akan menyiapkan makan malam." ucap Julie.
"biar aku saja." ucap Yuna.
"kalau begitu akan ku bantu." ucap Julie.
mereka segera memasak di atas api unggun dan kami mengobrol. Lilith duduk di pangkuanku seperti sedang ikut mengobrol.
makan malam pun siap kami segera memakannya.
"makan malam siap!" teriak Julie.
"ya, aku tidak sabar ingin makan." ucap Joses.
"kalau begitu boleh ajari aku memasak besok?" ucap Lulu.
"ya! kalau begitu aku akan mengajarimu." ucap Julie.
"akan ku bantu" ucap Yuna.
kami pun segera menghabiskan makan malam tanpa tersisa, dan akhirnya kami masuk ke tenda masing masing untuk tidur.
"ok, terima kasih Julie, aku terbantu." ucapku.
"tidak masalah, aku mau bangunkan Lilith dulu." sambil berjalan kearah tendaku.
aku pun duduk termenung sesaat. kemudian Joses datang menghampiriku.
"pagi Satou" ucap Joses.
"ya pagi, sudah bangun?" ucapku bertanya.
"ya, aku dan Lulu baru saja bangun, apakah sarapannya sudah siap?" tanya Joses.
"sudah aku siapkan ayo kalian bangunkan yang lain." ucapku.
mereka pun berangkat untuk membangunkan Yuna yang sepertinya masih tertidur.
aku masih saja terdiam, hingga akhirnya seseorang yang familiar berteriak sambil memelukku itu adalah Lilith.
"pagi papa!" ucap Lilith sambil memelukku.
"pagi Lilith, mama mana?" ucapku.
"mama lagi beresin barang Lilith didalam." ucap Lilith.
"kalau begitu ayo bantu mama." ucapku.
"ya!" ucap Lilith sambil menggandeng tanganku menuju ke tendaku.
...****************...
"mama! kami datang membantu!" teriak Lilith.
"iya ayo sini, barang barang punya Lilith banyak juga ya..." ucap Julie sambil tertawa kecil.
aku hanya tersenyum kepada Julie yang sedang tertawa. sedangkan Lilith langsung membereskan barangnya.
"mama! aku sudah selesai." ucap Lilith.
"anak pintar ayo sarapan sudah ditunggu yang lain diluar." ucap Julie.
"sepertinya aku tak banyak membantu." ucapku.
"tidak kok sangat terbantu." ucap Julie tertawa kecil.
kami kemudian menuju ke kumpulan orang dan memulai sarapan kami, setelah kami sarapan kami melanjutkan perjalanan.
"berjalan pagi pagi sungguh menyegarkan." ucap Joses.
"ya kamu semangat sekali" ucap Lulu.
"yup ini pertama kalinya aku tidak tidur di ranjang" ucap Joses.
"memang kalian bekum pernah tidur tanpa ranjang?" tanyaku.
"pernah sih, tapi sangat jarang." jawab Lulu.
"ya, kami selalu tidur di ranjang, karena rumah kami sudah tersedia alat rumah tangga." ucap Joses.
"apa tidak apa ditinggal selama perjalanan?" tanyaku.
"ya, tidak apa, selain itu rumah itu sudah aku pasang pelindung sihir, jadi hanya aku dan Lulu yang bisa masuk." ucap Joses.
"ah... begitu kah?" ucapku.
"tapi bukan berarti kalian tidak bisa masuk, kalian bisa masuk jika sudah ijin kepada ku." ucap Joses melanjutkan.
kami pun melanjutkan perjalan dengan mengobrol. sedangkan Julie, Lilith, Yuna, dan Lulu sedang berbicara tentang cara memasak sup. walaupun Lilith tidak mengerti.
continue......