Demon King: Another World

Demon King: Another World
kafe yang terkenal dan percobaan sihir misterius



kami segera duduk.


"ah... masih saja panas ya..." ucap Yuuto.


"sudahlah jangan mengeluh." ucap Yuyun.


seorang pegawai datang mendekat. dia menyerahkan daftar pesanan, dan sebuah catatan untuk menuliskan pesanan kami. lalu dia pergi menuju meja kasir.


"hm... minumannya berkaitan dengan es ya..." ucap Miya.


dia memandangi daftar menu itu.


tentu saja, akan tidak laku bila berisi menu panas.


"hm..."


...****************...


setelah memesan beberapa minuman, pesanan kami akhirnya datang, dan diletakkan ke meja kami.


"jadi, apa yang perlu dibicarakan?" tanyaku.


sepertinya masalah serius.


"aku sudah menemukan skill itu." ucap Yuyun.


"hm... begitu kah? lalu kenapa harus kesini?" ucapku.


sepertinya dia memiliki rencana.


"tepat sekali, aku akan berhenti dari pekerjaanku dan ikut ke negerimu." ucapnya.


seperti yang dia ucapkan waktu itu.


"aku tahu, lalu? apa nama skill itu?"


"nama skill itu [dimensional travel]." ucap Yuyun.


"skill itu sangat aneh, jadi aku menyarankan untuk tidak mencobanya." ucap Yuuto.


menurut penjelasan Yuyun, skill [dimensional travel] merupakan unique skill atau skill unik, biasanya hanya ada 2 dari semua makhluk ras di dunia ini. aku pernah mendengarnya, skill untuk berpindah dunia. tetapi namanya berbeda, jadi aku lupa dengan nama sihir itu.


di duniaku sebuah kemampuan sihir ataupun pedang bukanlah skill, jadi semua irang dapat mempelajarinya. ngomong ngomong aku dapat menggunakan sihir karena sang pahlawan mengajariku.


kesampingkan itu. menurut rumor, ada seseorang yang berhasil berpindah dunia dan kembali ke dunia ini. tetapi sepertinya rumor itu sudah lama. sepertinya dia sudah berpindah lagi, atau mungkin mati.


"hm... begitu ya." ucapku.


sepertinya layak untuk dicoba.


"itu adalah skill yang sulit dikendalikan lho. apa kamu yakin menggunakannya?" ucap Yuuto.


"aku yakin!"


"percaya dirimu terlalu tinggi...." ucap Yuyun.


"seperti itulah Satou." ucap Miya.


dia memutar matanya.


Julie memegang tanganku. dia menatapku dengan sedikit khawatir.


"tenang, aku akan berusaha. oh, sementara itu bayar dulu kafe ini. lalu kita akan menuju ke penginapan untuk membayar kamar kita, lalu menyerahkan kereta dan kuda kita juga kan?" ucapku.


"ah... benar juga. kalau tiba tiba menghilang bisa bisa gawat." ucap Yuuto.


"oh? ada apa? apakah akan diambil?" ucap Jake.


"tidak. eum... bisakah kamu menerima tawaran kami?" ucapku.


aku berpikir untuk menyerahkan semua kereta dan kuda kami. karena kami akan segera berpindah dunia sih..


"apakah itu?" ucap Jake.


dia sepertinya sedikit tertarik dengan itu. dia seorang manusia yang merupakan penduduk kota Ilmut. ah... kenapa kota ya... seharusnya lebih cocok jika desa bukan? karena tempat ini juga tidak seperti kota....


"kalau bisa, tolong rawatlah kuda kuda kami, lalu untuk kereta, bisakah kami menitipkannya sedikit lebih lama? setidaknya tidak untuk selamanya..." ucapku.


"eh? kenapa?" ucap Jake.


dia terkejut dengan ucapanku.


"kami akan pergi tanpa kuda, jadi tolong terima tawaranku." ucapku.


aku melipatkan kedua telapak tanganku di atas leherku dengan memejamkan mataku.


"hm... aku tidak keberatan tapi, kemana kalian pergi tanpa kuda? lagipula ini padang pasir bukan? tidak ada kota ataupun desa dekat sini." ucap Jake.


aku tidak boleh memberikan alasanku.


"kami akan pergi, tetapi entah berapa lama ya..." ucpa Yuuto.


jangan memberi alasan yang aneh!


"ha... baiklah, aku akan menerimanya." ucap Jake.


dia menghela nafasnya dengan pasrah.


rencana membujuk selesai. sekarang tinggal menunggu Yuyun yang sedang bertemu guild master untuk rencana ikut bersamaku.


...****************...


"ok, sudah berhasil. selanjutnya tinggal mencari tempat sepi." ucapku.


Yuyun kembali bersama kami setelah keluar dari ruangan guild master.


kami mulai berjalan menuju gerbang kota untuk mencari tempat yang jauh dari orang.


"sedikit dingin..." ucap Yuuto.


walaupun memakai jubah sepertinya dia juga kedinginan.


"ah... telingaku mati rasa..." ucap Miya.


Miya juga mengeluhkan tentang rasa dinginnya. sementara Yuyun tampak terbiasa. karena aku menggunakan wujud manusia, sepertinya aku juga kedinginan. Julie memeluk tanganku karena kedinginan.


ras half demon merupakan manusia dengan mana yang lebih banyak dari pada manusia biasa. tepi daya tahannya adalah tubuh manusia, maka dari itu Julie juga merasakan kedinginan.


"ok, kurasa ini cukup jauh." ucapku.


"ya, sekarang ayo kita bersiap." ucap Yuyun.


untuk apa bersiap? aku tidak perlu membayangkannya karena ini adalah sihir antar dimensi. hanya perlu mana yang tinggi.


"[dimensional travel]."


aku mengucapkan mantra skill itu lalu aku memejamkan mataku. yang lainnya juga mengikuti menutup mata mereka. aku membayangkan duniaku, tepatnya negeriku.


continue....