
setelah itu mereka semua memakan makanan yang aku buat, walaupun sudah dingin.
"hm... seperti biasa papa kalau memasak pasti enak." ucap Lilith.
"benarkah? papa mu bisa memasak?" ucap Joses dan Lulu bersamaan.
"ya, dia bisa—" jawab Lilith sambil mengunyah makanannya.
"Lilith makanannya ditelan dulu baru bicara." ucap Julie menasihati.
"ya aku memang bisa memasak, lagipula biasanya aku dibantu Julie, cuman tadi pagi belum ada yang bangun jadi aku buat sendiri." ucapku menjelaskan.
"ah... begitu, apakah kalian akan pergi dari kerajaan?" ucap Joses.
"ya, kami harus berjalan menuju ke benua iblis untuk mengalahkan Raja iblis." ucapku
"kalau begitu kami akan ikut!" ucap Lulu.
eh.... serius? ini berbahaya loh? apalagi tidak pakai kereta jadi bakalan lama.
"ha!? kalian ingin ikut? tapi ini berbahaya." ucap Julie.
"tidak apa, kami juga ingin menambah pengalaman." ucap Joses.
"baiklah setelah sarapan, kita akan berangkat." ucapku.
"ok!" jawab mereka serentak.
aku hanya dapat pasrah, karena semangatnya aku jadi tidak ingin mematahkan semangat mereka.
setelah sarapan kami segera bersiap. aku, Lilith, dan Julie sudah menunggu diluar, sedangkan Joses dan Lulu mereka masih didalam rumah untuk bersiap. setelah menunggu beberapa lama kami berangkat menuju keluar gerbang.
kami berhasil keluar dan memulai perjalanan kali ini di pagi hari, kami memutuskan untuk mengikuti jalan setapak tersebut.
"wah, papa lihat!" ucap Lilith sambil menunjuk kearah seorang demi human yang terluka.
"ah, Julie ayo segera ke sana! Lulu tolong jaga Lilith." aku berlari sambil menarik tangan Julie.
[status :
Nama : Yuna
Level : 4
HP : 30/100
Mana : 60
Ras : pantherian
Title : gadis desa yang hilang
Skill : mengurus rumah (Lv. 3), bertani (Lv.4) ]
kami berlari mendekat ke demi human yang terluka parah, aku membersihkan lukanya, sedangkan Julie menyembuhkannya. dari belakang kami disusul oleh Lilith yang juga bersama Lulu dan Joses.
"apa kalian baik baik saja!?" ucap Joses dan Lulu.
"papa!" ucap Lilith sambil berlari memelukku.
"ya kami baik baik saja, tapi dia..." sambil mengelus kepala Lilith yang memeluk ku.
aku melihat seorang demi human yang sedang tidak sadarkan diri sementara luka lukanya sudah sembuh.
"bagaimana kalau kita istirahat disini?" ucap Lulu.
"baiklah, tapi kita baru berjalan 2 km dari kerajaan Roxane apakah tidak apa?" ucapku.
"tidak apa, lagipula ini sudah siang, ayo istirahat dulu!" ucap Julie yang memegang tanganku.
kami pun segera mencari tempat teduh sambil menggendong seorang demi human yang tak sadarkan diri. dia perempuan dengan telinga kucing, berambut hitam tingginya setinggi bahuku, sepertinya dia lebih tua dari Lilith.
"kalau begitu kita beristirahat dibawah pohon itu saja!" ucap Lilith berteriak sambil menunjuk kearah pohon itu.
"ok ayo kita ke sana." ucapku sambil mengangkat wanita demi human itu ke punggungku.
kami segera menuju kebawah pohon dan kemudian aku meletakkan wanita demi human yang tak sadarkan diri dan menyandarkan kepalanya di batang pohon.
"ayo kita sekalian makan siang." ucap Julie.
"oke ayo!!" ucap Joses, Lulu, Lilith bersamaan.
"Satou! ayo kita makan siang dulu!" teriak Julie.
"ya!" aku kemudian duduk di sela yang kosong di sebelah Julie.
kami segera memakan makanan kami, tak lama setelah itu wanita demi human tersebut tersadar dan berteriak, "kyaaa!!" kami terkejut dan segera berlari mendekat.
"hei! ada apa?" tanya ku.
"jangan sakiti aku, kumohon, aku tidak tahu apapun." ucap gadis itu ketakutan.
aku dan yang lainnya bingung dengan perkataannya.
"hey tenanglah, ada apa kamu? kenapa tadi terluka? apa ada yang salah?" tanya Joses.
sepertinya dia trauma...
"ini makanlah..." ucapku memberi makananku yang masih tersisa.
"dimana aku?" ucap gadis itu..
"ah, tenanglah kami hanya sedang menjelajah dan menemukanmu tergeletak di padang rumput yang luas." ucap Julie.
"ah... aku ingat...." ucap gadis itu.
"apa kamu ingat apa yang terjadi? kenapa kamu bisa seperti ini?" ucap Lulu.
"desa kami diserang oleh pasukan raja iblis, dan beberapa warga laki laki di desaku berusaha menahan sementara, untuk anak anak dan perempuan, kami disuruh lari mencari bantuan, tetapi karena kami melarikan diri tanpa tahu arah akhirnya aku tersesat dari rombongan." ucap gadis itu.
"lalu kenapa kamu terluka? apa kamu belum makan?" ucapku.
"aku terluka karena terkena beberapa tembakan saat berusaha melarikan diri, lalu aku lapar dan kemudian aku terjatuh ditengah jalan." ucap gadis itu.
"kalau begitu, namaku Satou, dia tunangan ku Julie, ini anak angkat ku Lilith." ucapku memperkenalkan kami
"dan aku Joses, ini tunanganku Lulu kami rekan perjalanan, kami juga berusaha menuju benua iblis." ucap Joses.
"namaku Yuna, sepertinya sudah terlambat meminta bantuan." ucapnya sedih dengan telinga dan ekor kucingnya yang melemas.
"sudah yang penting makanlah itu." ucap Julie dengan tersenyum.
"terima kasih..." ucap Yuna.
"apakah kamu mau ikut dengan kami ke benua iblis?" ucapku.
"untuk apa datang ke sana? mereka hanya akan membunuh mu." ucap Yuna sambil memakan makanan yang diberikan oleh Julie.
"aku hanya ingin mengalahkan raja iblis dan menikah dengan Julie." ucapku dengan santai.
"yah memang gampang bilang begitu, tapi kami akan bekerja keras!" ucap Joses.
kami pun kemudian sedikit mengobrol tentang penyerangan di desa Yuna.
continue....