Demon King: Another World

Demon King: Another World
kebosanan yang melanda



[sudut pandang Albert]


sejak saat itu kami diberi misi oleh kepala desa untuk menjelajahi pulau ini, walaupun kami sebenarnya juga ingin tinggal di desa, tetapi karena pulau ini belum dijelajahi, kepala desa menyuruh aku, Dika, dan Pati menjelajah.


"ah... hari semakin gelap, ayo kita buat api unggun, kita akan bermalam disini" ucap Dika.


"baiklah, aku akan mencari kayunya." ucap Pati.


aku segera menurunkan tas yang ku pakai, kemudian segera membantu Dika yang sedang mendirikan tenda untuk tiga orang.


"ah terima kasih, sangat membantu." ucap Dika.


"ya, hari akan semakin gelap, lebih baik cepat." ucapku.


tidak lama kemudian tenda selesai di bangun, dan api unggun berhasil dinyalakan berkat sihir api milikku.


kami memanggang daging, kemudian menunggunya hingga matang dengan mengobrol.


"tidak aku sangka pulaunya akan sebesar ini, padahal ini seharusnya tidak terlalu besar.." ucapku.


"benar sekali, rasanya sangat besar." ucap Dika


"meskipun begitu kepala desa sungguh baik ya... walaupun kita tidak pernah di sambut di mana pun tetapi sekarang kita malah di terima..." ucap Pati.


aku sedikit merenung.


"ya, dia orang yang peduli ya.." ucap Dika.


"sekarang mereka semua sedang apa ya...?" ucapku.


tidak lama kemudian Pati berdiri dan mendekat ke arah api unggun.


"dagingnya sudah matang! ayo kita makan!" ucap Pati.


kami semua makan malam dengan rasa bahagia dapat hidup sampai sekarang.


meskipun begitu mereka sekarang sedang apa ya....


[sudut pandang Satou]


sejak hari itu dia selalu bangun pagi dan duduk di atas badanku. ah... sambutan pagi yang manis...


"pagi suamiku, tidurnya nyenyak ya." ucap Julie tersenyum sambil duduk di atas tubuhku.


"akhir akhir ini kamu ceria ya." ucapku mengelus pipinya dengan lembut.


jawaban yang aneh, tapi aku senang dengan jawabannya.


"iya, iya.. kalau begitu ayo sarapan." ucapku.


dia kemudian turun dari atas tubuhku dan kemudian menjawabnya dengan, "baik." lalu tersenyum.


hari yang indah.


aku dan Julie berjalan bersama keluar dari pintu kamar dan menuju ruang makan. di sana Lilith sedang menunggu.


"pagi." ucapku menyapa mereka.


mereka juga menjawabnya dengan, "pagi." kecuali Lilith yang menjawabnya dengan, "pagi papa, mama." sambil melambaikan tangannya.


kami semua duduk di meja makan dan kemudian memakan sarapan hari ini. walaupun hanya sup, tetapi enak.


setelah sarapan aku keluar rumah untuk berkeliling bersama Julie. sekedar menghabiskan waktu...


"desa ini memang nyaman." ucapnya.


"ya, ini semua berkat kita kan?" ucapku.


samar samar terdengar suara kicauan burung yang damai.


beberapa orang menyapa, aku berjalan bersama Julie dengan bergandengan tangan. tangannya yang halus menggenggam tanganku. berjalan fengan bahagia, senyuman terlukis diwajahnya. Lilith sedang bermain dengan Karin, Yuna sedang mengerjakan pekerjaan rumah.


"hey, suamiku, aku ingin melihat dunia ini, apakah kita bisa berpetualang berdua saja?" ucapnya.


"lalu, bagaiman dengan Lilith?" ucapku.


"aku... aku bingung, aku ingin melihat dunia, tetapi aku bingung bagaimana dengan Lilith..." ucapnya khawatir.


"sudah, tidak usah dipikir, nanti sakit lagi lho." ucapku menggodanya.


akhirnya kami mengelilingi desa, dan menyapa warga desa karena tidak ada pekerjaan. siang harinya kami kembali ke rumah, aku kembali ke tempat tidur ku untuk tidur siang karena nanti malam harus berjaga.


"selamat tidur, suamiku." ucap Julie berada di sebelahku.


aku segera memejamkan mata dan tertidur lelap. sungguh nyenyak... walaupun sedikit membosankan, aku ingin segera refresing....


continue....