Demon King: Another World

Demon King: Another World
diskusi di siang yang panas dan kafe?



kami terus saja berjalan dan hingga akhirnya kami sampai di guild petualang. aku melihat Yuyun yang sedang berbicara dengan salah satu petualang.


"sepertinya dia memang benar benar fokus dengan penelitian itu..." ucap Yuuto.


kami melihatnya dari kejauhan.


"bukan kah bagus? aku akan senang di sana. tidak ada diskriminasi terhadap demi human." ucap Miya.


sambil menyilangkan tangannya di dadanya.


"ya, itu bagus. kalian juga akan menikah tanpa halangan bukan?" ucap Julie.


sambil menyeringai dia membalasnya. sepertinya dia belum melupakan perkataan Yuuto.


mereka berdua yang mendengarnya memerah, Julie tertawa kecil melihat reaksi itu. sementara aku mendekat ke papan quest.


"...."


"apakah ada quest yang cocok hari ini?"


seorang perempuan berbicara kepadaku. aku merespon dengan menengokkan kepalaku ke arah wanita itu. warna rambut hitam, dengan baju yang terbuka. dua dagger tersimpan di kedua pahanya.


"yah... setidaknya aku sedang memilihnya.." ucapku.


[status :


Nama : Hina


Level : 56


Ras : Demon


Job : petualang


Title : - ]


statusnya lumayan...


"kalau begitu aku akan memilih yang ini." ucapnya.


sambil mengambil sebuah quest. aku lihat, sepertinya dia memburu 6 ekor [ yellow Rabbit]. biasanya petualang rank d bisa melawannya.


[yellow rabbit] adalah kelinci dengan warna kuning seperti pasir padang pasir. mereka biasanya memakan kaktus. mereka juga terkadang memakan daging bangkai.


terkadang menjadi mangsa [sand wolf]. mereka juga cukup lincah. mereka menghindari makhluk hidup seperti manusia, demon, dan demi human lainnya. tetgolong lincah jadi sedikut susah mengejarnya.


"kalau begitu permisi." ucapnya.


"ya. aku akan melanjutkan mencari." ucapku.


dia menjauh dan kemudian menuju resepsionis untuk mengkonfirmasi. lalu kemudian keluar dari guild.


"apakah kenalanmu?" tanya Yuuto.


"tidak, aku hanya sedikit mengobrol saja." ucapku.


sambil memandangi papan guild aku mencari sebuah quest yang cocok. sementara Julie dan Miya sedang menunggu.


"sepertinya tidak ada quest yang menarik... semuanya berisi quest tentang [sand wolf] dan [yellow rabbit]." ucap Yuuto.


dia menghela nafasnya. apa boleh buat, di sini hanya padang pasir. tidak seharusnya ada undead di sekitar sini.... apakah memang tidak ada undead di sekitar padang gurun?


biasanya sering, karena banyak mayat yang berjatuhan karena panasnya yang menyengat, apalagi ketika malam dinginnya tidak masuk akal.


"sepertinya kita tidak akan mengambil quest hari ini." ucapnya.


dia menghela nafasnya kembali, lalu berbalik.


"aku penasaran apakah tidak ada undead di sini?" ucapku.


aku bergumam pada diriku sendiri dengan tanganku di dagu.


"undead? maksudmu zombie dan sekeleton? tentu tidak ada. di sini hanyalah desa demon yang kuat terhadap situasi ekstrem." ucapnya.


Yuuto yang menjawabnya setelah berbalik segera menuju meja resepsionis.


begitu ya... kalau begitu biarlah pemikiran anehku itu.


sementara aku kembali kepada Julie dan Miya yang sedang mengobrol.


"apakah tidak ada quest yang bagus?" tanya Miya.


"tidak sama sekali." ucapku.


"benar juga ya.. lagipula ini padang pasir." ucap Julie.


dia menghela nafasnya.


"lalu bagaimana dengan Yuuto?" tanya Miya.


"kalau Yuuto, dia sedang berbicara dengan Yuyun." ucapku.


sambil menunjuknya.


"ha.... orang itu..."


Miya menghela nafasnya. lalu dia menghampirinya. sepertinya dia sedikit cemburu.


"lalu apa yang kita lakukan? apakah bergabung dengan mereka?" tanya Julie.


"hm.... ok."


kami berdua segera mendekat. suara mereka mulai terdengar.


"tidakkah skill itu terlihat aneh?"


sebuah pertanyaan dari Yuuto.


"aku hanya mendapat informasinya dari sebuah buku yang aku baca. sepertinya skill itu pernah ada 1000 tahun yang lalu." ucap Yuyun.


"namanya terlihat meyakinkan..." ucap Miya.


"apanya yang meyakinkan? bukankah itu malah mencurigakan?" ucap Yuuto.


dia sambil memegang tangan Miya. wajahnya terlalu dekat sehingga Miya sedikit memerah.


apa yang mereka diskusikan?


"ah Satou, tepat sekali. aku akan mengambil istirahat sebentar." ucap Yuyun.


dia kemudian berkata kepada resepsionis lain, lalu keluar dari meja resepsionis.


"mari cari tempat yang nyaman." ucapnya.


dia segera berjalan memimpin kami. tidak lama kemudian sampailah kami di depan kafe dengan nama moon cafe. walaupun begitu ini tidaklah terlalu besar.


"ah... aku sangat suka kafe ini." ucap Yuyun.


"apakah populer di kota ini?" tanya Miya.


"tentu saja! di sini adalah kafe terbaik."


sambil membusungkan dadanya yang rata, dia terlihat bangga.


semiga minumannya tidak minuman panas... tokonya sendiri tidak terlalu besar ya.


Yuyun membuka pintu kayu dengan perlahan, lalu sebuah bell berbunyi menandakan pintu sedang didorong.


"selamat datang."


seorang laki laki dengan pakaian rapi dan sopan meyambut kami.


[status :


Nama : Kaka


Level : 24


Ras : half-demon


Job : pemilik moon cafe


Title : pebisnis sukses ]


rasnya sama dengan Julie.


dia sedikit membungkuk kepada kami. lalu berdiri tegak.


"oh! Yuyun! kamu kembali ya. apakah pesanan seperti biasa?" ucapnya.


sepertinya Yuyun adalah pelanggan setianya ya?


Yuyun menjawabnya dengan 'ya.' lalu kemudian dia duduk di sebuah kursi dengan jumlah 5 orang dan meja bundar.


continue...