Demon King: Another World

Demon King: Another World
kerajaan yang penuh misteri



tak lama setelah Lilith, paman Haru dan Yuna bangun dan mendekat kearah kami.


"apakah sarapan sudah jadi?" tanya Yuna.


"ya, aku dan Julie yang membuatnya." ucapku.


"kalau begitu aku akan bangunkan Lulu dan Joses." ucap Yuna sambil mendekat kearah Lulu dan Joses.


"wah... sepertinya sarapan ini enak..." ucap paman Haru.


"paman, apakah buah apir yang paman bawa tidak busuk?" tanyaku.


"buah apir dapat bertahan selama 4 hari sebelum membusuk jadi tak perlu kawatir, lagipula nanti siang kita akan sampai." ucap paman Haru menjelaskan.


"baiklah kalau begitu ayo kita sarapan." ucap Joses yang sudah bangun dari tidurnya.


"sejak kapan kamu bangun?" ucapku mengejek.


"barusan haha..."


"kalau begitu sarapan dulu semuanya.." ucap paman Haru.


kami pun segera sarapan dan melanjutkan perjalanan. kami segera menyiapkan kuda yang telah beristirahat semalaman dan menyiapkan kereta. kami segera masuk dan paman Haru duduk di bagian kusir.


"paman, apakah paman sering bertemu monster ketika perjalanan seperti ini?" tanya Joses.


"ya, tetapi aku selalu meminta bantuan pada para petualang. apakah kalian para pengembara tidak pernah bertemu?" tanya pama Haru.


"kami sering bertemu, hanya aja jika penduduk yang melakukan perjalanan biasanya lebih beresiko." jawab Joses.


"ya, tetapi jarang ada monster disekitar sini, biasanya monster tidak akan bisa keluar dari dungeon."


"di mana dungeon terdekat di kerajaan militari?" tanyaku.


"aku kira ada di sebelah barat kerajaan terdapat hutan yang didalamnya terdapat 1 dungeon didalamnya." ucap paman Haru.


"owh, benarkah? kalau begitu sebelum membeli kereta kuda kita akan ke dungeon dulu!" ucpa Joses kegirangan.


"tunggu, apa kamu mau menyelesaikannya? kamu butuh makanan untuk sampai ke lantai tertingginya." ucapku.


"benarkah? tetapi dengan kekutan kita, aku yakin kalau kita bisa mencapainya!" ucap Joses dengan percaya diri.


"kalau sudah begini mau bagaimana lagi?" tanya Lulu.


"baiklah, kita akan masuk." ucapku pasrah.


"bagus!" ucap Joses gembira.


setelah itu kami sampai didepan gerbang kerajaan Militari. tetapi kerajaan ini terlalu sepi. apakah tidak ada pedagang yang masuk? padahal pandai besi disini adalah kualitas terbaik dan sedang populer.


"kenapa sepi paman?" tanya Joses.


"memang biasanya sepi, aku akan ke guild perdagangan dan menyerahkan buahnya. kalian bisa menunggu disini besok, kalian silahkan mencari penginapan di sini." ucap paman Haru.


kami pun segera mencari penginapan. dan kemudian aku melihat beberapa rumah yang kosong.


apakah ini mereka pindah dari kerajaan ini?


aku terus berpikir kenapa dan ada apa disini. tetapi sepertinya tidak akan terjawab. karena Joses bersemangat ke dungeon dan hari masih siang kami memutuskan menuruti Joses, kami pun tak memesan penginapan dan memilih menginap di dungeon.


kami berjalan menuju hutan barap yang dikatakan paman Haru. di dalamnya terletak sebuah goa yang dikatakan adalah sebuah dungeon.


"lihat kita sudah dekat! ayo lebih cepat!" ucap Joses.


dia menjadi kekanak kanakan karena dungeon apakah dia memang suka dengan dungeon...


kami segera masuk ke dalam dungeon. setelah kami masuk kami disambut 2 monster yang sudah menyambut kami. kata paman Haru monster tidakdapat keluar dari dungeon tersebut.


jadi kami memutuskan untuk menghabisi monster tersebut dan melanjutkan menuju kedalam. kami terus masuk ke dalam tanpa peduli apa yang akan terjadi.


"aku lelah... ternyata tak seperti yang aku kira..." ucap Joses yang menyesal.


"terlambat menyesalinya sekarang. sudahlah ayo kita keluar." ucap Lulu.


"yakin?" ucap Yuna.


"ya!" jawab mereka berdua.


"baiklah kalau kalian mulai bosan ayo kita keluar." ucapku sambil menarik tangan Julie.


Lilith memegang rat tangan kiri Julie dan kemudian mulai mengantuk.


"owh, Lilith sudah mengantuk. apakah ini sudah malam? kalau begitu ayo istirahat disini." ucapku.


"serius? apakah harus di dalam dungeon?" tanya Joses.


"apa boleh buat... lagi pula ini kan idemu." ucap Yuna.


"baiklah..." ucap Joses sambil menghembuskan nafasnya.


kami pun segera duduk dan kemudian menggunakan pedang sebagai alas kepala. sementara untuk Lilith dia tertidur dipangkuan Julie, dan Julie tertidur menyandar di bahuku. akhirnya aku tertidur dengan posisi duduk. sementara Yuna tertidur dengan menggunakan pedang sebagai alas kepala. Joses tertodur sambil duduk dan dipangguannya Lulu tertidur di pangkuan Joses.


setelah beberapa saat kami terbangun. tetapi kami kelaparan karena kami semalam tidak makan apapun. kami bergegas keluar dan ternyata matahari belum terbit. kami memutuskan kembali ke kerajaan kemudian kami membeli beberapa makanan di pedagang yang sudah buka sejak awal pagi.


"terima kasih! datang lagi!" ucap pedagang yang kami datangi.


lalu kami pun menuju tempat dimana kami harus bertemu paman Haru dan kemudian kami menunggunya disana. tetapi karena suasana yang ramai kami berpikir.


sepertinya kemarin sepi... sekarang ramai?


itulah yang dipikirkan olehku dan yang lain. lalu tak lama kemudian paman Haru datang menjemput dan kami segera naik kedalam kereta.


continue...