Demon King: Another World

Demon King: Another World
laut biru yang mempesona



setelah makan malam beberapa dari kami, seperti para perempuan dan Lilith pergi ke Lumbung untuk tidur, sementara kami berjaga hingga subuh.


tak kusangka akan selelah ini ketika begadang... yah kurasa nanti aku akan mencoba istirahat sebentar sebelum sarapan.


kami mengobrol satu sama lain antar pria, tentu saja mengobrol tentang wanita yang ia sukai....


kami terus mengobrol untuk menghilangkan lelah kami hingga tak terasa matahari pagi bersinar. kami semua lega dan memutuskan untuk beristirahat. sementara aku tetap duduk terdiam dengan pemandangan laut biru di pagi hari. tanpa sadar Julie datang memelukku dari belakang.


"indah ya, suamiku!" ucap Julie dengan nada meninggi.


"tidak biasanya kamu seperti itu, ada apa? apakah kamu bahagia?" ucapku tanpa melihat wajahnya.


"sudah lama sekali..." ucap Julie dengan suara yang menipis.


"apakah kamu mengingat kenanganmu dulu bersama ibumu?" ucapku.


"ya... walaupun hanya sedikit." ucap Julie tersenyum.


ah... aku paham rasanya... aku memegangi tangannya yang memelukku dari belakang.


aku menikmati suasananya... hanya ada aku dan Julie... yang lin belum bangun yah...? baguslah...


tak lama kemudian aku tertidur di pelukan Julie karena kelelahan dan ketika aku bangun aku sudah berada di pangkuan Julie. yup dengan bantal paha milik Julie.


"wah.. sepertinya kau tidur nyenyak ya!" ucap Yuri.


"hm..?" ucapku membuka mata.


"selamat pagi Suamiku!" ucap Julie.


"ah.. selamat pagi Julie... ngomong ngomong kenapa aku ada di pangkuanmu?" tanyaku.


"tadi kamu tertidur, jadi aku menidurkanmu dengan posisi ini agar tidurmu nyenyak." ucap Julie meninggikan nadanya.


"ya! wajah papa Imut saat tidur!" ucap Lilith.


"tuan, anda tertidur pulas di pangkuan nyonya..." ucap Yuna.


"ahaha.. lihat dia sudah bangun!" ucap Yuri berteriak sambil menunjukku.


aku segera duduk dan kemudian berdiri. aku melihat sekelilling dan kebingungan.


"berapa lama aku tertidur?" ucapku.


"tidak terlalu lama... hanya 1 jam..?" ucap Julie.


"hm... apakah tidak lelah?" ucapku.


"tidak, dengan melihat wajah suamiku yang tertidur aku tidak menjadi lelah..." ucap Julie .


oi oi kita sedang dilihat para gadis...


"kalau begitu bagaimana dengan para pria lain?" tanyaku.


"mereka sedang tertidur di kamar mereka masing masing" ucap Arisa.


yup tugas Yuna, Julie, dan Arisa adalah menyiapkan sarapan, sedangkan untuk Lulu dan Yuri mereka menyiapkan layar dan mengangkat jangkar. yah, mereka itu kuat jangan salah sangka.


"papa..."


"hm? ada apa Lilith?" ucapku kembali duduk di lantai kapal yang terbuat dari kayu.


"aku mau papa menggendongku, aku mau melihat laut!" ucap Lilith bersemangat.


"baiklah baiklah."


aku menggendong Lilith dan mendekat ke tepi kapal, sepertinya kapal mulai bergerak, siapa yang bisa mengendalikan kapal selain Joses? apakah Lulu?


"papa! lihat! ada seorang duyung!" ucap Lilith sambil menunjuknya.


"hm? oh benar, apakah ada yang salah Lilith?" tanyaku.


"sepertinya mereka bukan duyung yang baik...? mereka adalah laki laki dan kemungkinan mereka akan menembak kita?" ucap Lilith.


"tidak masalah.. ada papa disini." ucapku.


"hm? kalau ada papa Lilith merasa aman.." ucap Lilith.


lihat? sifat manisnya keluar...


kami terus memandangi laut biru yang luas.....


tidak lama kemudian perenpuan yang ditugaskan untuk membuat sarapan selesai membuat makanan. Julie mendekat kearahku yang sedang menggendong Lilith menghadap ke laut.


"suamiku... sarapannnya sudah siap." ucap Julie.


"ah, baiklah aku akan kesana." ucapku berbalik.


yup seperti dugaanku mereka cepat. lalu bagaimana dengan para pria? apakah mereka akan dibangunkan dulu?


aku sampai di ruang makan di dalam lumbung kapal sambil menggendong Lilith. karena angin yang deras jadi kami memakannya di lumbung kapal. di sana aku bertemu para pria dan wanita sudah berkumpul. yup aku yabg terakhir.


kami segera memakan makanan tersebut dengan lahap dan setelah sarapan aku kembali ke atas bersama Joses yang kembali untuk mengemudikan kapal. Lilith juga ikut bersamaku.


"papa! aku mau ikut! nanti papa gendong aku ya!" ucap Lilith sambil menaiki tangga disebelahku.


"wah wah.. Lilith kamu sangat imut..." ucap Joses.


hm?? sejak kapan Joses menjadi lolicon? entahlah mari kita biarkan.


sesampainya diatas kami berpisah. Joses kembali ke supir pengemudi sementara aku dan Lilith menuju ke pinggir kapal untyk melihat laut.


'laut yang mempesona' itulah yang muncul di kepalaku akan hal itu.


aku menggendong Lilith dan kemudian melihat laut tersebut. angin deras menderu, suara air laut yang bertabrakan dengan kapal terdengar, suara burung yang berterbangan, dan burung yang hinggap di tiang layar. suasana laut memang yang terbaik.


perjalanan yang panjang dan melelahkan walau Julie kadang menyembuhkan kelelahanku dengan sedikit pelukannya...


continue....