
"sebenarnya kami menyembunyikannya karena mungkin kalian akan takut, dan aku hanya memberi sebuah nilai kepada kalian." ucapku.
"nilai apa? apakah tentang pertemanan?" ucap Lulu.
"ya itu juga ada, tetapi yang terpenting adalah, tidak semua Demon itu jahat, mereka juga memiliki hak mereka mungkin hanya menyerang ketika mereka diserang tapi.... aku harus membebaskan mereka dari raja iblis tersebut." ucapku.
"aku mengerti...." ucap Joses menyarungkan kembali pedangnya.
aku lega akan sikapnya itu, dan aku menjelaskannya sekali lagi dan menceritakan semuanya.
...****************...
"begitu kah?" ucap Joses.
"ya, semuanya itu benar... tetapi walaupun hidupku sangat membingungkan tapi aku bersyukur bisa bertemu dengan kalian." ucapku.
"tetapi tuan, apakah raja iblis dunia lain itu berbeda?" ucap Yuna.
aku pun menceritakan keadaan tempatku bereinkarnasi kepada semuanya.
tetapi anehnya, aku tidak bertemu dewa atau siapa pun sebelum aku bereinkarnasi, aku tiba tiba terbangun di sebuah kastil dan sementara itu terdapat banyak tentara iblis yang sedang berjaga, ditambah lagi ada tanduk di kepalaku.
aku bisa menyamar menjadi manusia karena skill ku yang tak terbatas.
"jadi begitu.... tapi apakah krisis itu akan terus berlanjut ketika kamu terpanggil?" tanya Joses.
"ya, tetapi sudah ada yang menggantikan ku." ucapku.
"begitu ya... baiklah ayo kita lanjutkan tidur, untuk bandit nya urus besok saja." ucap Yuna.
kami pun beristirahat, sedangkan Lilith sudah tertidur pulas seperti tidak ada gangguan, aku melihat wajah Lilith yang polos dengan tersenyum.
aku pun tertidur. tak lama kemudian cahaya matahari telah bersinar, aku terbangun dan kemudian melihat ke jendela untuk melihat suasana, aku melihat Julie yang sendirian duduk sambil menunggu sarapan yang dibuatnya siap.
aku menghampirinya,
"pagi Julie, sudah bangun?" ucapku sambil duduk di sebelahnya.
"pagi Satou, ya aku sudah bangun, bagaimana tidur mu?" ucap Julie.
"seperti biasa, lagi pula aku juga sudah lapar hehe..." ucapku.
"kau ini, tunggu sebentar lagi ya..." ucap Julie.
aku menunggu berdua dengan Julie yang duduk di sebelahku.
"Satou, apa kamu benar benar ingin mengalahkan raja iblis itu? apa tidak masalah?" ucap Julie.
"ya, tak masalah aku akan menyerahkannya pada orang yang aku percaya, aku tak mau lagi menjadi raja iblis, aku ingin menjadi orang biasa yang menjalani hidupnya sehari hari dengan berkelana..." ucapku.
"baiklah kalau begitu apa boleh buat aku akan ikut dan menjadi orang biasa, lalu aku akan menikah denganmu...." ucap Julie sambil memeluk tangan ku dan menyenderkan kepalanya.
tak lama kemudian Lilith terbangun dan berjalan ke arahku, "papa.. mama... sarapannya sudah siap apa belum? Lilith lapar..." ucap Lilith dengan wajah bangun tidur.
aku menghampiri Lilith dan membersihkan mukanya dengan air yang kubawa.
"hm." dengan mengangguk-anggukan kepalanya.
tak lama kemudian Joses, Lulu, dan Yuna bangun, tepat mereka bangun sarapan siap. sarapan kali ini daging panggang.
"bagaimana kalau kita serahkan bandit ini kepada kerajaan terdekat?" ucap Joses.
"di mana kerajaan terdekat disini?" ucapku.
"tepat sebelum kita pergi ke benua iblis kita akan melewati kerajaan Rifda, kita serahkan saja kepada penjaga di sana." ucap Lulu
"kalau begitu setelah sarapan kita akan berangkat." ucap Julie.
"ya! berangkat!" ucap Lilith.
...****************...
setelah sarapan kami segera berangkat menuju ke kerajaan Rifda, kami keluar dari hutan dan mengikuti arah dari peta. tak lama kemudian kami sampai di depan gerbang kerajaan tersebut, tampak besar dan terdapat antrian mulai dari demi human, para manusia, dan ras lainnya kecuali demon mereka terdiri dari para petualang, pedagang, dan pendatang dari kerajaan lain atau sekedar berwisata.
kami segera mengantri di gerbang dengan menyeret para bandit yang semalam hampir merampok barang barang kami, giliran kami tiba dan kami menyerahkan bandit.
"permisi tuan tentara bisakah anda menangani para bandit ini?" ucap Joses.
"baik, kami akan membawa mereka, ini imbalan karena telah menangkap mereka" ucap salah satu prajurit tersebut.
kami pun masuk dan memulai membeli botol air sebanyak banyaknya untuk perjalanan kami lagi pula masih perlu 3 hari untuk ke benua iblis dari sini.
"ah, aku sudah lapar... ayo kita mencari sebuah toko makanan" ucap Joses.
"ide bagus!" ucap Lulu.
"papa! mama! ayo kita cari!" ucap Lilith.
"saya akan mencarikannya juga." ucap Yuna.
"tampaknya sudah lapar semua ya... ayo Satou kita cari...." ucap Julie.
kami pun berkeliling sambil mencari toko makanan, yup satu satunya yang membuat menarik perhatianku adalah sayurnya yang berlimpah jadi wajar jika seluruh makanan yang dijual mengandung sayur.
kami memutuskan mampir ke sebuah toko dan membeli makanan di sana.
"permisi..." ucapku.
"ah... pelanggan, silahkan duduk." ucap penjaga toko tersebut.
"ya bisakah kami memesan makanan rekomendasi di sini?" ucap Joses.
"sepertinya kami sudah kelaparan." ucap Lulu.
kami menunggu makanan tersebut matang dengan mengobrol satu sama lain.
continue....