Demon King: Another World

Demon King: Another World
langkah pertama



setelah jauh dari gerbang kerajaan, kami sekarang berada di dataran luas, dimana angin berhembus, banyak binatang liar sedang memakan rumput, terkadang ada kereta kuda yang lewat.


"wah.... lihat, padang rumput yang luas!" ucap Miya.


dia melihat sekeliling dengan kagum, hanya padang rumput... bagiku sangat membosankan... kesampingkan itu, tidak ada monster di dekat sini?


"hey, Yuuto, apakah tidak ada monster di sini? seperti goblin atau silver wolf?" tanyaku.


"sebenarnya ada... aku juga tidak tahu kenapa... tapi biasanya sering terjadi penyerangan monster." ucap Yuuto.


hm... sebaiknya mampir ke hutan itu untuk menyapa.


"hey, yuuto, coba kita masuk ke dalam hutan." ucapku.


"hm? kenapa? jalannya bukan lewat sana kan?" ucap Yuuto kebingungan.


sementara itu Miya yang tadinya kagum akan padang rumput, sekarang tidur di pangkuan Julie, Julie seperti seorang ibu...


"baiklah."


Yuuto menyetujui dan kemudian mendekat ke hutan. hm.. sedikit bernostalgia, sekalian mampir ke desa dekat hutan itu saja mungkin.


kuda kami terus berjalan hingga memasuki hutan, hutan itu sepi dan tidak ada tanda tanda kehidupan monster, beberapa hewan seperti burung berkicau, angin berhembus, dan daun pohon yang lebat menutupi cahaya yang masuk.


"oi, oi, ada apa dengan hutan ini?" ucap Yuuto mulai panik.


tiba tiba kuda terhenti, dan suara terdengar.


"wahai petualang yang tersesat, janganlah kau kembali ke sini." ucap seseorang.


hm..? suara itu? suara Lance sang elf?


"hey, bagaimana ini?" ucap Yuuto mulai panik


"oii! Lance!! ini aku Satou!! dan Julie!!!" ucapku berteriak.


"apa maksudmu? apa kamu mengetahui orang itu?" ucap Yuuto.


"sudahlah lihat saja." ucapku kembali berteriak.


"oiii, buka kan gerbangnya!! aku ada sesuatu di sini!!" ucapku berteriak kembali.


"Satou? Julie? jangan jangan... oii, matikan ilusinya!" ucap Lance yang berlari.


seorang pria elf, dengan umur ratusan tahun, lebih tepatnya high elf, dengan tubuh berumur 17 tahun. dia Lance sang kepala desa di desa elf.


dia mendekati keretaku, aku turun dari kereta kuda dan menyapanya.


"lama tidak berjumpa! bagaimana kabarmu?" ucapku menyapanya dengan tersenyum.


"ya, kamu seperti biasanya ya.." ucap Lance lalu tertawa.


"seorang elf!?" ucap Yuuto terkejut.


sembari melihat Yuuto yang terkejut.


"lebih tepatnya high elf, dia temanku. walau begitu umurnya lebih tua loh!" ucapku.


"!? sejak kapan kamu punya teman elf?" ucap Yuuto.


"ahaaha, kejadian lama, ah, Lance, dia Yuuto temanku." ucapku memperkenalkan.


"oh? senang bertemu denganmu, lalu apa yang membuatmu kemari?" ucap Lance.


"hm... hanya ingin menyapa dan mampir sebentar." ucapku.


"kalau begitu ayo!" ucap pak Lance berbalik.


"oi!!! matikan ilusinya!!! siapa yang bertugas!!" teriak Lance dengan marah.


tidak lama kemudian ilusi mati, kami segera masuk, sementara Yuuto terkejut, Miya sedang tidur di pangkuan Julie, dan dia sangat pulas ya...


"ah, Lance, aku ada sesuatu, lihatlah." ucapku membuka kereta kuda.


di dalam ada Julie dan seorang wanita sedang tidur di pangkuannya.


"oh, Julie, seperti biasa ya!" ucapnya.


dia hanya membalasnya dengan senyuman, tangannya mengelus kepala perempuan itu.


"!? dia..."


"dia Miya, seorang elf muda." ucapku.


Lance terkejut, lalu dia menenangkan dirinya.


"dimana kalian mendapat anak ini?" ucapnya.


"aku menemukannya tidak sengaja ketika sedang berjalan di tepi pantai." ucapku.


"harinya pasti berat..."


ya tentu saja, dia mantan budak.


"tidak perlu khawatir, ada Yuuto disini." ucapku.


"siapa?"


"pacarnya..." ucapku sedikit menggoda.


Yuuto tersipu malu, sedangkan Lance tertawa, aku hanya tersenyum, dan Julie mengelus kepala Miya. sangat menyenangkan....


continue...