Demon King: Another World

Demon King: Another World
kerajaan Osmantus



sesudah menyerahkannya kepada mereka kami segera berpisah dan menuju ke Osmantus, dan mereka menuju ke Roxane. yah... setidaknya aku ingin sampai lebih cepat...


...****************...


hari berikutnya, kami akhirnya sampai di depan gerbang kerajaan Osmantus. berbeda dari Roxane, kerajaan ini lebih besar dan ramai. aku yakin ada lebih banyak orang merepotkan di dalamnya..


kami kemudian memasuki gerbang dengan kereta kuda. prajurit menghentikan kami dan mengecek barang kami. harga biaya masuknya cukup mahal, untuk semuanya dia mengatakan 6 koin silver.


"pelayanannya lumayan juga yah..." ucap Yuuto.


kami sekarang sedang melewati jalanan yang ramai, banyak orang berjalan, dan berjualan di pinggir jalan. terkadang ada juga yang sedang mengobrol.


"setidaknya kota ini akan lebih banyak orang merepotkan daripada di Roxane." ucapku.


aku cukup kesal dengan kejadian itu. ah, aku harus waspada. walaupun begitu Yuuto tertawa. apa yang lucu?


"ahaha, sebisa mungkin kita hindari saja mereka." ucap Yuuto.


bercanda? tidak mungkin bisa dihindari, lagipula mereka yang akan membuat masalah pada kita kan?


yah... akhirnya kami mencari penginapan dan menyewa sebuah tempat untuk kereta dan kuda kami.


"oke, ini sudah cukup... baiklah, pak, tolong jaga kereta dan kuda ini untuk kami!" ucap Yuuto.


dia menyewa sebuah tempat dan orang untuk merawat mereka selama beberapa saat. yah... mereka juga bahagia dapat pekerjaan itu.


"hey, apa kalian tidak lapar?" tanya Miya.


"hm? ada apa? kamu kelihatan bermasalah..?" tanya Yuuto.


kenapa kamu membalasnya dengan bertanya? ah... aku tidak mengerti mereka.


"aku sih... sedikit..." ucapku.


"kalau begitu ayo kita cari tempat makan!" ucap Yuuto.


dia kemudian menarik tangan Miya, apa yang kamu pikirkan?? ah.. sudahlah, aku mengikuti mereka bersama Julie.


ketika itu Yuuto tidak sengaja menabrak seseorang.


"oi! kalau jalan lihat lihat dong!" ucapnya.


pria berbadan besar... sudah aku duga... akan jadi merepotkan jika terus membela.


"ah, maaf, aku tidak sengaja! aku tidak melihat ada orang di sini." ucap Yuuto.


dia sedikit memaksa tersenyum, huft.. kenapa dengan wajah kesulitan itu?


"tch."


"ada apa?" ucap Yuuto.


aku sedang menatap Yuuto. wajahnya mengatakan untunglah dia pergi.. yah, lupakan.


"tidak, ayo lanjutkan.." ucapku.


"baiklah!"


dia berbalik dan kembali berjalan menarik tangan Miya. astaga dia memang aneh...


"Julie, apakah tidak apa mereka berdua jika sewaktu waktu kita tinggal?" ucapku.


"mungkin mereka akan baik baik saja...?" ucap Julie.


dia melihat wajahku dengan ekspresi bingung, ada apa dengan jawaban pertanyaan itu? ah... mungkin kah, mereka akan membuat masalah jika mereka berdua aku biarkan?


sambil terus berpikir apa yang mereka berdua lakukan, kami berjalan di jalan yang ramai akan orang.


di kota ini sedikit berbeda dengan Roxane, di sini lebih banyak manusia, daripada human beast, atau mungkin ras setengah hewan, aku hanya melihat beberapa sebagai budak. apakah negara ini tidak memperbolehkan demi human?


"kita sampai. sepertinya ini yang aku temukan." ucap Yuuto.


"hm... bau yang menarik." ucap Miya.


mereka bertingkah seperti anak kecil. kami masuk ke dalam dan kemudian pelayan toko itu datang ke arah kami.


"silahkan pilih tempat duduk anda."


perempuan itu dengan hormat menunduk, dan kemudian kembali berdiri tegak. kami duduk dan memesan makanan.


makanan di sini namanya agak aneh... seperti sup monster, ketika aku bertanya, maksudnya supnya seperti monster. ya itu besar. penamaan yang aneh... kami menyerahkan daftar makanan itu dan memesannya.


"baiklah, silahkan ditunggu."


kemudian dia segera masuk ke dapur. kami mengobrol untuk menunggu makanan kami tiba. ngomong ngomong, aku dan Julie memesan sup dengan tambahan daging, kemudian untuk minum aku memesan air putih, dan Julie memesan teh.


sebaliknya, untuk Yuuto dan Miya, mereka memesan sesuatu yang aneh, yup daging orc panggang. saat aku menanyakan kepada mereka 'apakah daging orc itu enak?' mereka menjawabnya dengan 'sangat enak!!' dengan air liur yang hampir keluar... menjijikkan.


"maaf menunggu lama..." ucapnya.


dia datang membawa pesanan kami bersama minumannya. kami semua makan hingga habis dan membayarnya, tidak aku sangka supnya sangat enak...


akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat, seperti alun alun kota, toko toko yang berisi peralatan, toko makanan, dan juga guild petualang. guild di sini juga lumayan besar dan sesak.


dengan demikian kegiatan kami diakhiri dan hari menjelang sore, kami segera pulang menuju penginapan kami dan duduk di bar penginapan itu untuk makan malam. segera setelah itu kami menuju kamar kami masing masing.


continue...