
akhirnya kami menginap selama 1 hari di desa elf, Miya merasa senang karena bertemu dengan Ras yang sama, tetapi dia telah memutuskan untuk berkeliling.
tujuanku adalah untuk mencoba menjelajahi dunia. walaupun aku tidak tahu sihir apa itu... untuk saat ini aku perlu mencari tahu.
hari ini adalah hari terakhir kami berada di desa, karena sudah diperbolehkan menginap kami berterima kasih pada Lance sang kepala desa, dan kemudian berpamitan.
"ah, desa itu sangat menyenangkan..." ucap Miya.
"hm? kalau begitu kita akan mampir kapan kapan." ucapku.
kami keluar dari hutan tersebut dan berjalan ke kerajaan Osmantus. selama beberapa menit, aku merasakan hawa keberadaan seseorang, lalu kemudian menghilang.
aku menghiraukannya, ya karena itu mungkin hanya orang yang sedang tidak sengaja...
"...."
"ada apa Miya?" ucap Julie yang memandanginya.
"hm? hanya sedikit rindu.." ucapnya.
kami berdua hanya terdiam sambil mengendarai kuda, sementara Julie tersenyum sambil mengelus kepalanya.
"selama ini kamu sudah berjuang ya?"
karena senyuman Julie yang tulus, Miya sang elf yang ceria akhirnya memperlihatkan ekspresi menangis, air mata mulai mengalir dari kedua matanya. kemudian memeluk Julie.
Julie membalasnya dan mengelus kepalanya, lalu tidak lama kemudian tertidur di pangkuan Julie.
"wah... lelah juga mengendarai kuda..." ucap Yuuto kemudian menguap.
"ya, bagaimana lagi... lagipula kita cuma berempat..." ucapku.
"kalau begitu ayo istirahat sebentar...." ucap Yuuto.
kami akhirnya berhenti di sebuah hamparan padang rumput, ditemani hewan buas, rumput, pohon yang tertiup angin. Miya yang merasakan kereta kuda berhenti terbangun.
"apakah sudah sampai...?"
"belum.. ayo turun kita makan siang." ucap Yuuto.
dia turun dan kemudian mulai duduk bersila di atas alas. makanan juga sudah berada di sana, di bawah pohon, dengan sinar terik matahari.
[sementara itu di sisi lain]
"itu mereka!"
ucap seseorang menunjuk elf itu.
"terus awasi, nanti malam kita akan culik!"
kami mengawasinya dari jauh, walaupun jauh dari Roxane kami harus melakukannya demi uang!
[sudut pandang Satou]
"hmmmm..."
"Miya, ada apa? apakah masih teringat sesuatu?" ucap Julie mendekat.
aku hanya memperhatikannya. sementara Yuuto menikmati makanannya.
sementara Miya bercerita, Julie mendengarkannya sambil memakan roti yang dia pegang, sesekali Miya meminum air yang dia pegang.
seperti sebuah keluarga yang saling bercerita itulah yang aku rasakan. sedikit kehangatan terasa...
setelah sedikit beristirahat, kami mulai berangkat.
"hm.... cepat juga ya... waktunya..." ucap Yuuto menghela nafas.
"ya, begitulah..."
sekarang ini matahari sudah siap tenggelam, waktu memang cepat... setidaknya aku ingin bermalas malasan... kami berhenti dan mendirikan tenda, api unggun yang menyala, dan diatasnya ada sebuah panci yang berisi sup untuk makan malam hari ini.
"ah... ini hangat... di sini dingin ya..." ucap Yuuto.
"benar, maka dari itu jangan menjauh dari api unggun." ucapku.
sementara itu Miya bersandar di bahu Yuuto. wajahnya tampak mengantuk, dengan mata yang bengkak karena menangis.
Julie sedang memasak... hawa kehadiran mereka mulai terasa... ada firasat buruk tentang ini.
"baik, makan malam siap." ucap Julie.
Miya berdiri dan kemudian mengambil untuk yang pertama, kemudian Yuuto menyusulnya. kami semua memakannya dan kemudian tertidur.
[sudut pandang penculik]
"ok, sudah aman."
kami semua segera menyerbu dan berjalan dengan hati hati. mengikat sebuah kain pada mulut gadis itu. dan kemudian kami menemukan satu gadis lain.
kami saling mengangguk dan kemudian menculik 2 gadis itu.
kami berjalan hingga kerajaan Roxane, dengan menyusup masuk kami menyerahkannya kepada boss kami.
"ini boss, kami dapat bonus untuk mereka. satunya ini seorang manusia, tapi rambut pirangnya dan mata birunya mempesona, mungkin akan mahal." ucap salah satu dari kami.
"hou? bagus. lalu apa?" ucap boss.
"kalau bisa kami harus dapat sebuah bonus boss." ucap salah satu dari kami menyeringai.
dua gadis itu menggeliat seakan memberontak.
"hm? baiklah ini bonus kalian, sekarang pergilah!" ucap boss.
kami menerima uang itu dan kemudian meninggalkan boss di sebuah gang sepi.
"sekarang, aku akan melakukan sesuatu dengan kalian berdua, kemudian menjual kalian! ahahaaha!!" ucap boss.
continue....