Demon King: Another World

Demon King: Another World
kebersamaan dan kebahagiaan



aku dan Joses segera membawa mereka yang hanyut terkena ombak laut menuju rumah warga. untungnya enam dari mereka selamat dan yang lainnya sudah kehilangan nafas. kami semua bekerja sama, para perempuan akan merawat mereka dengan beberapa pria, sementara sisa pria akan menggali makam untuk 3 orang tersebut.


"sepertinya mereka terkena sebuah badai semalam dan akhirnya terdampar ke sini." ucapku kepada para perempuan yang merawat mereka.


"ya, ini tidak terlalu parah, apakah mereka tidak di serang oleh monster laut atau semacamnya sebelum terdampar di sini?" tanya Arisa yang sambil mengecek tubuh mereka.


"mereka sepertinya sudah berjuang ya.." ucap Yuri.


Lilith hanya terdiam di sebelah Julie yang sedang mengobati luka seorang perempuan.


"mama... mereka membawa sebuah jimat yang melindungi mereka dari monster laut." ucap Lilith.


hmm? benar juga, aku merasa aura yang aneh selama ini, apakah mereka membawanya? tetapi kenapa kapalnya hancur? tidak mungkin akan hancur oleh badai kalau dipikir.


itu hanya pemikiran ku. kemungkinan mereka hanyut. yah itu masih perkiraan. para laki laki kembali ke balai desa yang sempat kami buat sebelumnya. mereka datang dan kemudian duduk, dan kemudian meminum teh yang Julie dan Yuna siapkan untuk mereka setelah menggali beberapa makam.


"ah... melelahkan... tetapi teh ini sangat enak!" ucap Shaki.


"tentu saja itu buatan mama!" ucap Lilith.


"oh.. benarkah? ahaha, anakmu lucu juga ya Satou." ucap Shaki sedikit tertawa.


Lilith yang mendengarnya tersenyum bangga.


"ahaha, lihat dua sangat imut." ucap Arisa yang sudah selesai mengobatinya dengan sihir penyembuhan.


"senang mendengarnya." ucap Julie tersenyum.


"oh, Julie. ini pertama kalinya kamu berbicara!" ucap Yuri terkejut.


Julie hanya membalasnya dengan senyuman dan kemudian dia menyerahkan orang yang sedang ia perban ke Arisa karena Julie tidak dapat menggunakan sihir penyembuhan.


"hey, Satou. bagaimana caranya kamu menemukan wanita seimut dan secantik dia?" tanya Shaki.


"hm? yup, aku tidak menemukannya sih.. aku menyelamatkannya waktu itu..." ucapku sambil berjalan ke arah pria yang sepertinya belum di obati.


"kamu sangat beruntung ya." ucap Yuuto.


aku menghiraukannya dan berfokus menyembuhkan pria terakhir. setelah selesai aku menuju ke arah meja yang berisi gelas penuh minuman yang disiapkan oleh Yuna dan Julie sebelumnya.


"sangat melelahkan memang..." ucap Joses menghela nafas.


"kalau begitu ayo kita siapkan makan siang." ucap Arisa menarik tangan Julie dan Yuna.


"mereka suka sekali dengan memasak..." ucap Yuri menghela nafas.


"ahaha, apakah kamu tidak mau ikut Yuri?" ucap Yuuto menggodanya.


Yuri adalah seorang ras setengah kucing, dan dia tidak dapat memasak. dia menyukai makanan berbahan dasar daging. dia lebih suka bermalas-malasan.


sedangkan Arisa adalah ras setengah anjing. dia sangat bisa diandalkan untuk memasak, dia berkebalikan dengan Yuri yang bermalas-malasan. dia lebih rajin dengan hal hal seperti memasak, berpetualang, dan penjelajahan.


Shaki adalah seorang petualang yang dibesarkan dengan beladiri yang sudah di latih sejak kecil oleh ayahnya. walaupun dia dilatih dengan martial arts atau tangan kosong, saat dia remaja dia juga berlatih pedang dan akhirnya bergabung menjadi petualang.


yap itu adalah singkat cerita latar belakang dari mereka berempat, aku mendapat cerita itu ketika sedang menuju ke pulau. mereka menceritakannya karena mereka cukup bosan terombang ambing jadi kami memutuskan untuk menceritakan tentang masa lalunya dan kebiasaan mereka.


"ah... aku mulai bosan." ucap Yuri.


"kalau bosan kenapa tidak main dengan Lilith!" ucap Lilith bersemangat sambil menarik tangan Yuri.


"jangan terlalu jauh dari sini ya." ucapku menepuk kepala Lilith.


"ya! lagipula kak Yuri bersamaku!" ucapnya.


melegakan... kalau begitu ayo tunggu makan siang selesai sambil bercerita kepada beberapa orang. sementara Lilith dan Yuri bermain di depan balai desa.


tidak lama setelah itu makan siang pun selesai dan kami segera memakannya. sungguh enak masakan buatan mereka. itu yang bisa kupikirkan saat memakannya. walaupun jenis makanan di dunia ini aku tidak begitu mengenalnya tetapi aku tetap memakannya dengan lahap.


"makanan ini enak seperti biasa." ucap Yuuto.


"ya benar!" ucap Lulu.


oh iya, sebenarnya Lulu tadi juga ikut bermain bersama Yuri dan Lilith. sepertinya mereka agak kelelahan. kalau begitu mari panggil mereka untuk makan siang juga.


"hei! kalian bertiga! makanan sudah siap!" teriakku.


"ya! kami akan ke sana!" ucap Lulu.


mereka bertiga berlari dan saat mendekat mereka mendapati kami semua sudah mulai makan.


"tidak adil! kami juga harusnya dipanggil ketika sudah siap tadi." ucap Yuri agak kecewa.


"ya.. kami juga lapar tahu! kenapa kalian tidak mengundang kami saat sudah jadi?" ucap Lulu sambil memegangi perutnya.


sementara Lilith langsung duduk di pangkuanku dan ikut memakan beberapa suapan ku. sungguh anak yang lucu.


"habisnya kalian tampak bersenang senang." ucap Joses sedikit tertawa.


"ya benar, kalian sangat akur ya... padahal pada waktu itu kalian kan sempat bertengkar karena hal kecil." ucap Yuuto tertawa.


ya, mereka memang bertengkar saat di kapal karena satu daging sisa waktu itu, dan semenjak itu mereka jarang berbicara. kupikir mereka sudah saling memaafkan dan melupakannya.


"tentu saja tidak, kami kan juga membutuhkan satu sama lain." ucap Lulu sedikit merajuk.


"benar, kamu juga sudah tidak memikirkannya lagi." ucap Yuri sedikit marah.


mari sudahi percakapan ini dan suruh mereka segera makan.


"kalau begitu cepatlah makan, lihat Lilith sudah ikut makan." ucapku sambil menyuapkan sesuap nasi kepada Lilith.


"tidak adil, kalau begitu ayo kita makan!" ucap Lulu.


continue.....