Demon King: Another World

Demon King: Another World
hutan yang lebat dan desa yang damai (2)



setelah aku menyuruh Julie aku kemudian keluar untuk berkeliling desa, desa ini tidak terlalu ramai tetapi banyak orang desa yang keluar dari rumah. mulai dari pedagang, petani, orang desa, dan peternak.


"sungguh damai...." ucapku.


sambil melihat sekeliling, aku berkeliling di pinggir desa, tak jauh dari situ aku dapat melihat ada hutan didekat desa. desa ini dikelilingi dengan hutan yang lebat, nanti kita coba jelajahi dulu.


setelah berjalan beberapa saat, aku kembali menuju ke penginapan, sesampainya di penginapan aku pun kembali menuju kamar Lilith dan Julie, dan kemudian aku mengetuk pintunya dan meminta ijin masuk ke kamarnya,


*tok...tok....tok*


"bolehkah aku masuk? ini aku Satou!"


"ah... silahkan!" teriak Julie.


aku segera masuk, kemudian sudah melihat Lilith yang murung, aku pun mendekatinya dan bertanya padanya.


"ada apa Lilith?"


"lapar... Lilith lapar...." ucapnya dengan manja.


ugh! sejak kapan Lilith menjadi manja? apa yang dilakukan Julie saat aku pergi?


"ah... baiklah ayo kita turun!" ucapku dengan semangat.


"dasar, kakak adik sama saja." ucap Julie dengan tawa kecil.


kami pun turun ke lobi untuk mengembalikan kunci dan kemudian memesan sarapan. dan kami pun duduk di tempat duduk dekat jendela seperti biasa,


"oh, iya habis ini kita bakal ke hutan lebat disebelah desa ya! aku penasaran ada apa di sana ya kira kira?" ucapku sembari memulai topik.


"hah? kita akan menjelajah hutan lebat? yang benar saja, Satou?" ucap Julie.


dia agak terkejut, sedangkan Lilith menjawabnya dengan semangat.


"ya, setelah kita makan, ayo dihabiskan dulu Lilith." sambung Julie.


sambil melahap makanannya, dia mengangkat tangannya dengan ceria. tak terasa suasana harmonis tercipta. setelah selesai makan, kami segera keluar dari penginapan dan langsung menuju ke hutan yang lebat di dekat desa tersebut, kami berjalan menuju hutan tersebut.


...****************...


kami pun sampai didepan hutan tersebut, tampaknya hutannya sangat rindang, dan ketika masuk kedalam hutan. suasana hening tercipta, kami sempat berpikir 'apakah ada monster yang berbahaya di sekitar hutan ini?' mungkin ini belum terlalu dalam sehingga kami masih bisa melihat desa yang telah kami kunjungi.


kami berjalan menuju ke dalam hutan dengan kewaspadaan yang tidak menurun, karena situasi hening ini membuat kami semakin waspada. sesampainya di lokasi terdalam hutan, suasana menjadi mencekam.


ada apa ini? kenapa suasananya tidak seperti hutan lain?


kami memutuskan untuk menandai jalan yang kami lalui agar tidak tersesat, kami juga mengumpulkan kayu selama perjalanan untuk membuat api unggun ketika malam tiba.


"Satou, suasana hutan ini tampak hening, ada apa sebenarnya?" tanya Julie yang sedang melihat sekitar.


aku juga heran 'apakah hutan ini tidak ada monster atau hewan sekaligus?'


aku menjawab pertanyaan Julie,


"ya, ada yang aneh dengan hutan ini.... ayo kita cari tempat terbuka untuk mendirikan tenda." ajak Julie


"ok, ayo kita keluar dulu dari hutan dirikan tenda setelah kita keluar, aku tidak tahu apa yang akan terjadi." ucapku.


"ok, ayo kita bangun tenda!" ucap Lilith yang bersemangat.


kami keluar dari hutan, dan kami memutuskan untuk mendirikan tenda didekat sungai, kami menemukan sungai yang tak jauh dari hutan dan tempatnya juga ada air terjun, aku memutuskan mendirikan tenda di dekat air terjun supaya kami juga dapat bermain main, karena kami juga butuh hiburan.


...****************...


kami mendirikan tenda dan beristirahat sejenak. aku memutuskan untuk memancing untuk makan malam nanti, aku juga membeli nasi dari desa tersebut, kebetulan di desa tersebut ada nasi.


"Julie! Lilith! kalian mau pergi memancing tidak?" teriak ku mengajak mereka.


"memancing? di sungai kah?" tanya Julie


"aku ikut kak!" jawab Lilith dengan singkat.


kami pun menuju sungai yang berada tepat di depan tenda kami.


"hahah.... aku dapat banyak." ucapku dengan bangga.


"wah kakak hebat!" puji Lilith sambil melihat ikan yang ada di ember.


"aku juga tidak kalah dong!" ucap Julie.


"wah kalau begini nanti malam kita bisa makan banyak! hebat kak Julie! dengan begini kita bisa simpan sisanya." ucap Lilith yang melihat kedua ember berisi air.


setelah memancing ikan kami kembali ke dekat tenda untuk membuat api unggun hari juga sudah gelap jadi sambil menunggu ikan dibakar, aku melemaskan tubuhku dan kemudian berbaring di atas rumput sambil melihat bintang dan bulan yang ada di langit.


"indahnya bintang itu, kapan terakhir melihat bintang ya...." ucapku.


"kakak baru lihat kemarin kok." ucap Lilith yang mendengarkan.


"....."


aku terdiam sambil tersenyum. tak lama kemudian,


"Lilith, Satou! makanannya sudah matang!"


"ya, kami ke sana!" ucapku kepada Julie.


...****************...


kami mendekat kearah api unggun dan memakan hasil ikan yang sore tadi kami tangkap, rasanya enak dan masih segar karena baru ditangkap. kami menghabiskan ikan bakar tersebut dengan nasi yang kami beli dari desa. (nasi mestinya tidak perlu dimasak ya kan namanya nasi pasti sudah jadi, kalau masih beras itu harus dimasak).


setelah kami memakannya habis kami menuju tenda masing masing, aku tidur sendirian, sementara Lilith tidur dengan Julie.


continue.....