
setelah kami meninggalkan kerajaan Militia. kami melanjutkan perjalanan tanpa peduli persediaan makanan.
"sepertinya kita harus mencari persediaan makanan..." ucap Lulu.
"tak masalah, mari kita berburu!" ucap Joses.
"ya, ayo berburu!" ucap Yuna.
"baiklah aku serahkan berburu pada kalian." ucapku.
"eh? kamu gak ikut Satou?" ucap Joses.
"tidak, aku, Julie, dan Lilith jaga kereta." ucapku.
"baiklah kalau begitu kami berangkat dulu!" ucap Lulu.
mereka pun segera meninggalkan Julie, Lilith, dan aku yang sedang duduk di atas rumput.
"susana yang tenang...." ucapku sambil berbaring didekat pohon.
"papa... aku juga ingin berbaring disebelah papa." ucap Lilith.
"sini, di paha mama saja... nanti sakit loh.." ucap Julie.
"ok." ucap Lilith sambil membaringkan kepalanya di paha Julie.
"hey, Julie... apakah kamu tidak terganggu oleh orang yang punya sifat jahat terhadap kamu?" tanyaku secara tiba tiba.
"ada apa suamiku? apakah ada yang salah?" ucap Julie.
"ah tidak, hanya penasaran..." ucapku.
"ya kalau diganggu itu sering, apalagi oleh orang nakal... terkadang aku ketakutan..." ucap Julie.
"memang benar, banyak orang yang memiliki sifat seperti itu...apakah pernah diancam?" tanyaku.
"hm... ya pernah... waktu itu aku hampir, tetapi untungnya aku bisa meloloskan diriku dan lari dari mereka..." ucap Julie.
"masa lalu yang kelam... baiklah! sudah aku putuskan! sekali lagi akan aku lindung! itu adalah janji seumur hidupku!" ucapku.
mendengar perkataan ku Lilith terbangun.
"hum... ada apa papa... kenapa berteriak begitu kencang..." ucap Lilith.
"oh, maafkan aku... kalau begitu lanjutkan tidurmu..." ucapku.
"haha... lihat dia terbangun karena suaramu lho..." ucap Julie menggodaku.
"maaf, maaf, aku terlalu bersemangat... ngomong ngomong mereka sedang apa ya..."
[sudut pandang Joses]
"ah... merepotkan..." ucapku kesal.
"ada apa sayang? kamu terlihat kesal." ucap Lulu.
"tidak hanya saja aku kesal dengan beberapa warga itu..." ucapku.
"sudahlah tidak usah dipikirkan lagipula Yuna juga tidak memikirkannya..." ucap Lulu.
"ya, aku tidak keberatan." ucap Yuna.
"baiklah kalau begitu..." ucapku sambil menghela nafas.
kami pun segera melanjutkan perburuan kita dan masuk ke dalam hutan. di sana kani menemukan 3 ekor rusa yang sedang memakan rumput.
"baiklah itu targetnya... tapi siapa yang bisa menggunakan panah?" ucapku.
"tak perlu pakai panah... [water arrow] !" ucap Lulu.
tiga buah panah air muncul dan melesat ke arah tiga rusa tadi. tak lama setelah itu mereka mati dan kami membawanya kembali.
"ahaha... seperti biasa." ucap Lulu.
kami pun berjalan kembali ke arah kereta kuda yang kami tinggalkan bersama Satou, Julie, dan Lilith.
[sudut pandang Satou]
aku membuka kedua mataku dan kemudian duduk di sebelah Julie yang juga sedang duduk memangku kepala Lilith.
"sangat nyaman..." ucapku.
"apa suamiku juga mau?" ucap Julie.
"ah tidak, itu untuk Lilith saja." ucapku.
aku menoleh ke arah depan kereta dan kemudian aku melihat tiga orang yang membawa hewan di pundak mereka masing masing.
"wah... bukankah mereka Joses, Lulu, dan Yuna?" ucapku.
"wah, mereka sudah kembali ya... cepat juga..." ucap Julie yang sedang duduk memangku kepala Lilith.
"kalau begitu aku akan membuat api unggun, lagipula ini juga sudah hampir petang." ucapku sambil menaruh kayu bakar persediaan yang kami ambil saat perjalanan.
aku kemudian merentangkan tanganku ke arah kayu bakar dan api mulai menyala. Joses, Lulu, dan Yuna juga sudah sampai.
"aku kembali!" ucap Joses.
"kami membawa tiga ekor rusa." ucap Yuna.
"baiklah, akan aku kuliti." ucapku.
aku kemudian agak menjauh dari mereka dan memisahkan antara kulit, organ dalam, dan daging. setelah itu aku menyerahkannya kepada Yuna dan Lulu yang akan memasak.
Julie sedang mengurus Lilith. jadi aku tak ingin dia kerepotan. aku mendekat kearah Joses dan kemudian berkata kepadanya.
"tangkapan yang besar... dari mana kamu dapat tiga ekor rusa?" ucapku.
"kami tak sengaja menemukannya di dalam hutan." ucap Joses.
"hebat, padahal ini hewan yang sulit ditemui saat berkelompok, biasanya rusa hanya akan menyendiri." ucapku.
"entahlah, mereka mungkin sedang kehabisan makanan yang tersedia... atau mungkin kebetulan." ucap Joses.
"ya.. mungkin..."
kami terdiam sementara dan kemudian Lilith mendekat.
"papa... dingin... aku mau tidur dengan papa dan mama..." ucap Lilith.
"baiklah... tapi sebelum tidur makan dulu ya..." ucapku.
"ya.." ucap Lilith yang lalu mendekat kearah Julie yang duduk terdiam.
"hey, anak itu imut ya..." ucap Joses.
"benarkah? bukankah memang dia itu imut? apalagi Julie..." ucapku.
"oi oi, aku membicarakan Lilith bukan istrimu..." ucap Joses.
"ahaha... maaf..." ucapku.
Lulu mendekat dengan membawa dua mangkuk berisi sup panas yang baru saja matang.
"silahkan..." ucap Lulu sambil memberikannya.
"terima kasih." ucapku.
aku berdiri dan menerimanya lalu mendekat ke Julie. sedangkan Lulu duduk disebelah Joses. Yuna duduk dekat Julie dan kemudian makan.
continue....