
selagi aku menceritakan, tanpa sadar air mata menetes dari mataku, Julie berusaha menenangkan.
eh? apa ini? air mata? kapan terakhir aku menangis?
aku terus berpikir sejak kejadian itu.... sepertinya mengingatnya membuatku patah semangat.... tetapi seseorang memberiku dorongan.
"ayo kita berjuang bersama." ucap Julie yang ada disebelah ku.
"ya~ terima kasih, sekarang lebih baik..." ucapku menghapus air mataku.
"yah, walau dunia membencimu, aku akan tetap mencintaimu..." ucap Julie sambil menghadap ke langit.
Julie bagaikan malaikat yang menyelamatkanku, dia yang selalu ada untukku maka dari itu aku juga haru melindunginya!
"apakah kamu tidak mengantuk? sebaiknya kita segera istirahat besok kita akan berangkat lagi." ucapku.
"ya, ayo kita istirahat."
kami pun tertidur dengan Lilith berada di tengah tengah kami. setelah cukup lama aku mendengar suara, "papa, mama, bangun sepertinya ada sesuatu yabg aneh" ucap Lilith sambil menggoyangkan badan kami.
"ada apa Lilith?" ucap Julie dan bangun dari tidurnya.
aku hanya membuka mataku. dan kemudian aku duduk. aku menengok kearah Lilith yang memasang wajah gelisah. ya aku cukup mengerti.
"ada apa Lilith? apa ada yang salah?" ucapku.
"ada yang datang." ucap Lilith tanpa penjelasan.
aku dan Julie langsung terbangun dan waspada.
"dimana Lilith?" ucapku.
"di sana, di luar, didekat pintu masuk." ucap Lilith sambil menunjuk.
karena didalam mansion gelap aku memutuskan untuk menyelinap. Julie sambil memeluk Lilith berjalan di belakangku. aku melewati Joses dan Lulu serta Yuna yang sedang tertidur pulas.
aku membuka pintu dan saat ku buka tidak ada seorang pun di luar.
"hey Lilith, tidak ada yang perlu di khawatirkan." ucapku.
sepertinya dia masih gelisah. apakah dia merasakan hawa kehadiran seseorang? aku memutuskan membangunkan Joses.
"hey Joses, bisakah kau bangun sebentar, ada yang mau aku bicarakan." ucapku.
"hm... ada apa Satou? malam malam begini apa yang mau kau bahas?" ucap Joses yang terbangun.
"begini bisakah kamu mengecek keadaan sekitar? sepertinya Lilith merasakan sesuatu yang aneh." ucapku.
"? baiklah." ucap Joses.
"terima kasih..."
dia pun segera berkeliling dengan membawa pedang dan waspada.
"ada berapa yang datang Lilith.?" ucap Julie.
"lima." ucapnya singkat.
"baiklah sini tidur dulu biar mama yang tungguin." ucap Julie.
dia pun segera membaringkan tubuhnya kepalanya diletakkan di paha Julie dan kemudian Julie mengelusnya.
"anak baik, tidur ya... selamat malam Lilith." ucap Julie.
aku hanya duduk terjaga sambil tersenyum. tak lama kemudian Joses datang dan melaporkan.
"aku melihat ada lima orang datang menggunakan jubah mencurigakan." ucap Joses.
sepertinya dia menyelinap tanpa diketahui saat mereka sedang menyusun rencana.
mereka menjawab dengan "baiklah."
aku bersiap menggunakan belati ku karena aku akan terlihat mencolok jika dengan pedang, lagipula kecepatan ku lebih unggul.
mereka pun bangun dan kemudian bersiap dengan senjata masing masing. Lulu yang menyiapkan tongkatnya, Yuna yang mengangkat belatinya, Joses yang memegang pedangnya, kemudian Julie yang berada dibelakang ku.
"Yuna menyelinap ke dalam dan cari mereka, Lulu gunakan sihir perlindungan dan penyembuhan jika perlu, Joses persiapkan pedangmu, jangan sampai membunuh mereka." ucapku.
mereka menjawab dengan "ok." kemudian menjalankan tugas masing masing.
Yuna datang dan berkata "mereka akan datang." sambil melihat sekitar.
"aku mengerti." ucapku.
mereka akhirnya datang, tetapi kami sudah siap dengan serangan tiba tiba mereka, dengan sigap Yuna melesat dan menghadapi satu lawan, sedangkan Lulu dan Joses mereka memilih tiga lawan dua.
aku sedang berhadapan dengan salah satu dari lima orang tersebut.
"yo, maaf mengganggu malam mu, tapi serahkan gadis itu beserta barang yang kamu miliki!" ucap pria tersebut.
"jika aku menolak?"
"maka tamat lah riwayatmu!!" ucapnya sambil melesat.
lambat!?
aku menangkisnya dengan belati milikku.
"apa! tidak mungkin!" ucapnya.
"begitulah kenyataannya."
"kurang ajar!!!"
dia terus menyerang ku tanpa memberi jeda, tetapi aku menangkis seluruh serangannya, akhirnya dia pun lelah dan berhenti.
"yah... untuk seukuran serangga kecil, kau lumayan lah." ucapku sambil memasuki perang raja iblis ku dan memunculkan aura iblis ku, walaupun aku mantan raja iblis.
"hi..!!!" pria tersebut gemetar, keringat dingin mulai bercucuran. sedangkan aku memasukkan belati ku dan memasuki mode raja iblis ku untuk mengintimidasi mereka.
mereka semua terjatuh secara tiba tiba karena auraku, termasuk Lulu, Yuna dan Joses. sedangkan untuk Lilith dia hanya sedikit ketakutan, Julie hanya tersenyum.
aku kemudian mengikat mereka dan kembali ke wujud manusia ku.
"Satou! kamu ini siapa sebenarnya? kenapa kamu punya aura raja iblis? apalagi itu mirip, apakah kamu adalah raja iblis yang tersesat?" tanya Lulu.
"tidak aku hanya seorang manusia." ucapku.
"bohong! tidak mungkin kan? seorang manusia biasa mampu melakukan itu?" ucap Joses.
"baiklah, aku memang seorang raja iblis, tapi itu dulu, sekarang aku adalah Satou seorang manusia." ucapku.
"berarti kamu mantan raja iblis?" ucap Yuna.
"ya, dan Julie sebenarnya adalah half-demon, bahkan dia baik padamu" ucapku.
"apa!? apakah benar Julie?" ucap Lulu.
"ya... itu semua benar...." ucap Julie dengan nada pelan.
"tetapi kenapa tidak dari awal?" ucap Lulu.
"karena kalau aku bilang dari awal kau tidak akan menerimaku, karena aku telah dibuang dari desaku...." ucap Julie dengan air mata yang membasahi pipinya.
aku mendekat dan mengusap air matanya yang mengalir di pipinya. "maaf ya semuanya kami berbohong..." ucapku sanbil mengelus kepala Julie.
continue.....