Demon King: Another World

Demon King: Another World
penjelajahan pulau



mari kita lewatkan ketika kita berada di kapal. sekarang mari kita lanjutkan setelah terombang ambing selama 1 bulan di laut.


sekarang kita sampai di pulau tempat tujuan kami. dan kami segera memarkirkan kapal kami dengan mencari teluk di daerah pulau tersebut. walau tak terlalu besar pulau itu cukup besar untuk kami bersepuluh tinggal tetapi disini kami semua bisa berkembang dengan baik karena tidak ada orang yang melihat dan tidak menimbulkan iri untuk orang lain.


setelah kami menemukan teluk kami langsung mendekat kearah daratan dan kemudian jangkar diturunkan. kami turun dari kapal.


"wah!!! sudah 1 bulan kita terombang ambing di laut dan sekarang kita sampai!" ucap Yuri dengan semangat.


"kalau begitu ayo cari tempat yang cocok untuk kita tinggal!" ucap Shaki.


"kita harus mencari tempat yang strategis, seperti dekat dengan dermaga, dekat dengan sungai, dan dapat ditanami tanaman." ucap Yuuto.


"benar! kita juga akan mencarinya kan?" ucap Joses sambil mengangkat pedangnya.


"lebih baik berhati hati lah, siapkan senjata kalian." ucapku.


mereka menyiapkan senjata dan waspada, sementara itu Julie memeluk tanganku dan Lilith memegang tanganku. tunggu! bagaimana caranya aku menyerang?


kami semua memasuki hutan tersebut perlahan tanpa mengurangi kewaspadaan, hutannya sedikit menyeramkan untuk semuanya... apa ada monster didalamnya?


kami memasuki dan menjelajahi hutan tersebut, tidak pulau tersebut mungkin? yup, kami semua berjumpa banyak hewan. hewan? tidak ada monster kan? kami terus saja masuk ke dalam dan tanpa ragu.


"papa... Lilith lapar..." ucap Lilith menarik tanganku dengan lembut.


"baiklah, ayo kita istirahat." ucapku.


mereka semua berhenti. yah sepertinya cocok untuk istirahat dari ketegangan ini. hanya aku sendiri yang tidak tegang disini..?


"baiklah, kalau begitu saya akan mencari ranting untuk membuat api unggun bersama Yuri." ucap Arisa.


"kalau begitu aku dan Shaki akan berburu." ucap Yuuto.


huh...? kenapa aku tak terlalu berguna..? kalau begitu aku awasi sekitar saja...


mereka segera berangkat dan menjauh dari aku, Yuna, Lilith, dan Julie. tentunya tugasku adalah menjaga mereka dari serangan makhluk buas yang akan datang.


"Julie, apakah kita akan menunggu mereka datang?" ucapku.


"yah... mereka seenaknya sendiri, lagi pula ini sudah hampir sore..." ucap Julie sedikit kesal dengan menghela nafas.


"tuan, saya ada beberapa simpanan air untuk sementara, jadi anda bisa meminumnya." ucap Yuna.


"kalau begitu berikan saja ke Lilith." ucapku tersenyum.


"yeyy! Lilith minum yah..." ucap Lilith menerima sebuah kantung air dari Yuna dan meminumnya.


seteguk demi seteguk pun dihabiskan, sepertinya akan segar... yah lebih baik lah.


tak lama kemudian sebelum matahari gelap mereka datang dengan membawa bawaan dari tugas masing masing.


dari kelompok Lulu membawa air yang banyak, kelompok Arisa yang membawa banyak kayu untuk api unggun, dan kelompok shaki membawa hasil buruannya. yup saatnya berpesta!


kami segera membuat api unggun dan kemudian memasak hasil buruan tersebut bersama, kemudian memakanya bersama. yah... lumayan lah suasana kebersamaan ini setidaknya kami semua dapat tidur dengan tenang malam ini. aku membuat sihir perlindungan karena semuanya kelelahan.


kami semua tidur dengan nyenyak. namun ketika tengah malam aku terbangun, aku melihat sekeliling, semuanya sedang tidur dengan nyenyak. aku berdiri dan kemudian berjalan menuju pinggir sihir pelindung.


"ah... aku tidak merasa mengantuk..." gumamku sambil menghela nafas.


akhirnya aku hanya merenubg hingga aku mengantuk dan kemudian tertidur.


continue...