Demon King: Another World

Demon King: Another World
rencana baru?



setelah kami mengucapkan selamat pada masing masing kami segera kembali ke ruang tamu untuk berdiskusi.


"hey, aku bosan apakah tidak ada kegiatan?" ucap Joses.


"apakah kita akan menjelajah?" ucap Lulu.


"papa! mama! ayo kita berkelana!" ucap Lilith.


"aku tidak keberatan sih, Yuna bagaimana?" ucapku.


"selama saya bersama tuan dan nyonya kurasa tak masalah." ucap Yuna.


"Julie? apa kamu tak masalah?" ucapku.


"tak masalah selama bersama suamiku." ucapnya dengan senyuman.


"....." aku berpikir sejenak, sambil meminum teh buatan Yuna.


"baiklah, tapi bagaimana dengan mansion ini? ini kan rumah kita? apa tidak apa apa?" ucapku.


"tidak masalah selama kita bisa memasang pelindung sihir." ucap Lulu.


"baiklah kalau begitu kita berangkat!!" ucap Joses.


"tunggu!!! kenapa sekarang?" ucapku.


"hah..? kenapa? ya karena aku bosan..." ucap Joses.


"baiklah, besok kita akan berangkat pagi. jangan lupa bawa peralatan dan baju baju kita." ucapku.


mereka semua mengangguk dan melanjutkan aktifitas. Yuna mengurus pekerjaan rumah, Joses berlatih pedang bersama Lulu, sedangkan aku, Julie dan Lilith berada di perpustakaan. Lilith duduk di pangkuanku yang sedang membaca buku. Julie membaca buku tersebut dengan serius. karena wajahnya yang serius imut aku tanpa sadar memandanginya.


"ada apa suamiku?" ucap Julie.


"eh.. ah.. tidak kok, cuma wajahmu yang serius sangat imut..." ucapku sambil tersenyum.


"papa! Lilith juga imut kan?"


"ya.. Lilith juga."


kami pun melanjutkan membaca hingga waktu makan siang. kami kembali ke ruang makan untuk makan siang, di sana mereka sudah berkumpul. aku duduk di sebelah Julie. dan Lilith duduk di sebelahku. Yuna datang membawakan makanan dan meletakkannya dimeja, kemudian dia duduk dan memulai memakan dan disusul dengan yang lain. aku juga mulai memakannya.


"enak... apa ini Yuna?" ucap Lulu.


"ah.. itu hanya sayuran yang aku dapat dari kebun belakang. kebetulan kebunnya tidak ter urus jadi aku mengambil sayuran yang masih bagus." ucap Yuna.


"kerja bagus Yuna! seperti yang kuduga maid pribadi kebanggaan Satou." ucap Joses memakannya dengan gembira.


"kau terlalu berlebihan..." ucap Yuna.


"Julie, kenapa kamu hanya diam?" ucap Lulu.


"mama memang biasanya diam kok." ucap Lilith.


"istrimu pendiam ya Satou!" ucap Joses.


"cerewet! makan saja makananmu!" ucapku jengkel.


"haha... lihat dia marah!" ucap Joses sambil tertawa.


"Sayang, jangan menggoda Satou. sudah makan dulu itu." ucap Lulu.


"iya iya.. habisnya mereka terlalu cocok." ucap Joses.


"hei, apakah kita perlu membeli kereta untuk perjalanan kali ini?" ucapku.


"ya! aku dan Lulu bisa mengendarainya!" ucap Joses.


"eh... kamu tidak keberatan kan?" ucapku.


"ya, lagian kami berdua tidak terlalu berguna ketika pertempuran ataupun ketika di rumah, maka ini kesempatan kami untuk menunjukkannya!" ucap Joses.


"sudah tidak usah khawatir suamiku... itu keputusan mereka." ucap Julie.


"huft... baiklah." ucapku menghela nafas.


"akhirnya!! Julie kenapa kamu jarang bicara? apakah kamu malu?" ucap Joses.


"sayang! jangan begitu!" ucap Lulu.


"tidak apa Lulu. lagipula aku memang jarang berbicara. aku hanya berbicara ketika penting, atau saat bersama Satou dan Lilith. jika tidka terlalu penting maka aku tidak akan berbicara." ucap Julie sambil meminum teh.


"ya begitulah istriku." ucapku sambil menyenderkan kepalaku ke sofa.


"mama! ayo kita lihat ke taman!" ucap Lilith.


"aku juga akan menemani anda." ucap Yuna.


Lilith segera turun dari sofa dan menarik tangan Julie. aku meminum teh ku dan menyenderkan kembali punggungku.


"apakah istrimu memang begitu Satou?" ucap Lulu.


"ya, memang begitu.." ucapku.


"apa yang membuatmu tertarik?" ucap Joses.


"banyak sih... walau dia dingin tepi sebenarnya dia itu orang yang kikuk loh.. apalagi ketika dia lagi bingung imutnya, apalagi matanya yang biru menyala, rambut panjang pirangnya. dia bagai malaikat ahaha..." ucapku.


"lihat Satou yang tidak jujur mengakuinya!" goda Joses.


"cerewet!" ucapku kesal.


mereka berdua tertawa aku tambah kesal, tetapi aku hanya dapat menghela nafas dan pasrah.


"hei Joses apakah kamu tidak melanjutkan latihan mu bersama Lulu?" tanyaku.


"ya.. ini aku akan segera ke sana." ucap Joses.


"lalu apa yang akan kamu lakukan Satou?" ucap Lulu.


"aku? aku hanya akan membaca buku disini dan menunggu hingga waktu kembali sore...?" ucapku.


"membosankan sekali?" ucap Joses.


"huft... aku tidak suka hal yang merepotkan." ucapku sambil membuka buku.


"lihat! sifat dinginnya keluar! sama seperti Julie!" ucap Joses dengan tertawa.


"berisik! sudah sana latihan! Lulu sudah menunggu loh.."


"eh? ya ya.. aku akna segera kesana, sampai jumapa pangeran es..." ucap Joses menggodaku.


aku membiarkannya dan membaca buku yang aku pegang. aku menghabiskan 4 buku tebal dan waktu menunjukkan sore hari. mereka kembali dan menuju ke ruang makan aku juga menyusul untuk makan malam.


continue....