Demon King: Another World

Demon King: Another World
penyelesaian quest dan keadaan darurat



"terlalu melelahkan..." ucap Yuuto.


dia sedang duduk di pinggir api unggun setelah selesai memakan masakan buatan ku.


"yah... tapi lumayan menegangkan..." ucap Miya.


sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Yuuto. setidaknya kami sedang sedikit bersantai setelah makan.


Julie tertidur dengan kepala di pahaku. dia tertidur dengan nyenyak, sepertinya dia kelelahan.


"setidaknya kita semua selamat bukan?" ucapku.


karena jawabanku mereka sedikit cemberut, ada apa? apa yang salah?


"siapa yang bertingkah ceroboh dan menghadapi sendiri." ucap Yuuto.


"apa kamu mau membuat jantung orang menjadi ingin lepas?" ucap Miya.


aku membalas mereka dengan senyuman. lalu menjawab 'eh...' sebagai jawaban penutup. mereka semua mengkhawatirkan ku? yah.. biarlah. mari kita nikmati kebersamaan kita.


...****************...


setidaknya malam telah berakhir dan kini adalah pagi yang cerah. aku terbangun karena suara kicauan burung yang indah.


sebaliknya, aroma kelezatan tercium ketika aku duduk di atas tempat aku tertidur.


"baunya enak." ucap Miya.


dia mengendus bau tersebut dan kemudian mulai meninggalkan tempat dia tertidur. tunggu, kapan kamu terbangun?


aku menyusul Miya yang sudah di dekat Julie. dia memegang sebuah mangkuk.


"pagi, suamiku." ucap Julie.


dia tersenyum sambil menunggu sup itu mendidih. di sebelahnya terdapat sebuah teko yang berisi air. senyumannya membuatku bersemangat.


"pagi, Julie, Miya." ucapku.


aku membalas ucapan Julie yang menyapaku. tetapi karena Miya hanya fokus pada makanan dia tidak menghiraukan sapaanku. air liurnya keluar... setidaknya lap itu.


"oh..? kalian semua sudah bangun ya..." ucap Yuuto.


dia menguap, lalu mengusap matanya, kemudian dia duduk di sebelahku. sementara itu, sup telah mendidih dan matang. Julie segera menuangkannya pada mangkuk Miya.


Miya yang pertama, kemudian mangkuk kedua kepada Yuuto, mangkuk ketiga adalah aku, dan yang terakhir Julie sendiri.


kami memakannya dengan lahap. dan karena pagi ini terlihat lebih tenang dari kemarin kami sedikit bersantai, walaupun terkadang kami lengah terhadap monster yang menyerang.


setelah berjalan beberapa jam, kami keluar dari hutan dan segera kembali ke ibukota, tepatnya guild petualang.


"oh... kelihatannya hari ini sedikit sepi." ucapku.


sembari berjalan, aku melihat kanan dan kiri. jalanan tampak sepi dari biasanya. apakah ada sesuatu yang terjadi? para penjaga gerbang juga langsung menutup gerbang tepat setelah kami masuk.


lupakan itu, kami sekarang tengah masuk ke guild petualang, di sana kami melihat beberapa petualang yang sepertinya sedang menunggu sesuatu.


kami segera mendekat ke meja resepsionis Ruu.


"kami kembali." ucapku.


Ruu yang menghadap membelakangi kami kemudian dengan terkejut segera berbalik.


"uwah..! kalian selamat ya kan? syukurlah, apakah ada yang terluka? bagaimana situasinya?" ucap Ruu.


dengan panik melancarkan bombardir. karena ucapan Yuuto 'ada yang aneh.' aku kemudian menatap bingung ke arah Ruu yang panik.


"apa ada yang akan terjadi?" tanya Miya.


dia dengan polosnya mengatakan itu.


"uwawawa... kalian tidak tahu? bagaimana misi wyvern nya? apakah berhasil?" ucap Ruu.


dia mengeluarkan keringat dingin dan kemudian menggigil.


"ya, kami sudah mengalahkannya. kamu baik baik saja kan? apakah kamu sakit?" ucap Julie.


"sebenarnya... beberapa saat yang lalu, para prajurit mengatakan akan ada serangan goblin dengan skala yang besar... tentu saja sang raja juga meminta bantuan guild, dengan petualang minimal C rank." ucap Ruu.


"hm..? apakah mereka menuju ke sini?" ucap Yuuto.


"ya... dan dipastikan jumlahnya melebihi 100 ribu..." ucap Ruu.


dia telah menjadi putus asa setelah mengatakannya. telinga kelincinya sedikit menurun.


"apakah tidak ada jalan lain?" ucapku.


"beberapa penduduk sudah diungsikan bersama para bangsawan dan raja... tetapi untuk prajurit dan petualang, mereka diberi perintah untuk mengulur waktu hingga mereka menyampaikan bantuan pada kerajaan Roxane..." ucap Ruu.


"jadi itu sebabnya petualang yang berada di sini itu berkumpul...?" ucap Yuuto.


"ya, mereka adalah party C rank ke atas." ucap Ruu.


aku memalingkan pandanganku ke Julie. dia kemudian menatapku dan mengangguk. yah... apa boleh buat...


"kalau begitu biarkan kami membantu." ucapku.


"eh..? tapi kalian akan mati, lawannya berjumlah 100 ribu loh? kalian tidak takut? apalagi mereka goblin yang suka merusak perempuan..." ucap Ruu.


aku tahu maksud baikmu, tetapi Julie sudah memutuskannya. yah... aku akan memaksimalkan perlawanan ku sih... setidaknya hingga bantuan datang... karena tidak mungkin bagiku untuk melawan sebanyak itu.


lagipula aku juga bisa lelah! memangnya seorang raja iblis tidak akan merasa penat dengan pertempuran? aku ini bukan maniak pertempuran.. lupakan itu.


"tidak perlu khawatir, bantuan akan datang secepatnya." ucap Yuuto.


"ya, setidaknya tenanglah. lagipula suamiku akan melindungi ku." ucap Julie.


dengan senyuman penuh keyakinan, dia membuat tenang Ruu. sungguh senyuman yang hebat... aku mengelus kepala Julie yang berhasil menenangkan Ruu. sekarang kita tinggal bersiap.


continue...