Demon King: Another World

Demon King: Another World
kerajaan Roxane?



kami segera memulai perjalanan kami menuju kerajaan Roxane.


"wah... sepertinya jadi nostalgia deh..." ucapku.


"benarkan~" ucap Joses dengan nada senang.


"Lilith tidak sabar untuk makan ikan di sana!" ucap Lilith.


"sepertinya nona muda bersemangat ya..." ucap Yuna tertawa kecil, sedangkan Julie mengusap kepala Lilith yang bersemangat.


kami terus berjalan hingga hari mulai gelap. lalu kami berhenti dan mengistirahatkan kuda kami dan kami mendirikan tenda kami untuk tidur.


"kalau begitu Yuna dan aku akan membuat makan malam!" ucap Lulu sambil menarik tangan Yuna mendekat kearah panci yang dibawahnya terletak api unggun untuk memasaknya.


"ah... aku lelah..." ucap Joses.


"lagian kamu yang paling bersemangat kan?" ucapku.


"ahaha... habisnya aku pengen cepat sampai." ucap Joses.


"yah... begitulah..." ucapku.


tak lama kemudian Lulu datang membawakan dua mangkuk berisi sup dan memberikannya kepada aku dan Joses yang sedang mengobrol.


kami semua segera memakannya hingga habis dan setelah itu kami pun tidur. karena sekarang sudah menggunakan kereta kuda perjalan kami pun dipersingkat dengan waktu tempuh 2 hari 1 malam dari yang awalnya 4 hari jika ditempuh dengan berjalan.


...****************...


keesokan harinya ketika aku terbangun Julie dan Yuna sudah memasak, sedangkan Lilith dan yang lainnya sedang tidur.


"selamat pagi Yuna, Julie." ucapku.


"pagi suamiku." ucap Julie dengan ceria.


akhir akhir ini Julie sangat ceria... apa yang terjadi... dia imut...


"selamat pagi tuan, hari ini kita akan sarapan dengan menu spesial." ucap Yuna.


"apa itu?" ucapku.


"yup, hari ini menu kita adalah kari daging rusa!" ucap Julie.


"wah!!! ayo cepat masak!!" ucapku.


mereka berdua pun mulai memasak sedangkan aku meminum teh buatan ku sendiri. saat ini kami jarang menemui musuh ataupun bandit, karena itu kami memutuskan untuk ke pulau terpencil untuk percobaan dan tinggal di sana.


tak lama kemudian Lilith terbangun dan mendekat kearah ku.


"pagi papa..." ucap Lilith.


"pagi Lilith, masih mengantuk?" tanyaku.


"tidak, hanya saja aku lelah dengan perjalanan ini, papa... kapan kita akan sampai?"


"kira kira besok, ada apa?" ucapku.


"aku ingin punya rumah..." ucap Lilith.


"sabar ya... mungkin besok saja kita belum sampai ke pulau itu..." ucapku.


"tak apa lah.. yang penting bisa melihat laut!!" ucap Lilith.


untung seluruh orang yang bersamaku termasuk istriku tidak ada yang mabuk laut....


"selamat pagi Lulu..." ucapku.


"ya.. pagi..." ucap Lulu.


"papa... kenapa kita jarang melihat bandit?" ucap Lilith tiba tiba.


"memang Lilith mau ditangkap bandit? lagipula papa memilih rute yang aman dari bandit..." ucapku.


"kalau pedagang?" tanya Lilith.


"entahlah... apakah ada masalah?" ucapku.


"tidak normal... seharusnya ada pedagang lewat sini..." ucap Lilith.


oi oi... sisi jeniusnya muncul setelah sekian lama...


"tidak, ini normal kok... mungkin mereka sedang tidak lewat." ucapku tersenyum.


"hm... papa.... Lilith lapar...."


"iya.. sabar... masih dibuatkan kak Yuna dan mama..." ucapku.


mendengar percakapanku Lulu mendekat.


"hey Satou... apakah memang sesunyi ini kah?" tanya Lulu.


"hm? entahlah... tidak biasanya sepi..." ucapku.


hari ini agak berkabut... apakah tidak masalah? juga ini terlalu sepi...


"yah... pokoknya setelah ini kita beres beres lalu berangkat!" ucapku.


"baiklah..." jawab Lulu.


dan kemudian Joses mendekat dan kemudian menyapa Lulu dan aku yang sedang duduk.


"selamat pagi Satou! sayang!" ucap Joses bersemangat.


"yup... pagi..." jawabku sambil membawa cangkir berisi teh.


"apa rencana kali ini?" ucap Joses.


"yup sesuai rencana... tetapi kita rubah tujuan kita, kita akan tetap membeli kapal lalu kita menuju ke pulau ini... letaknya agak jauh dari benua, tempatnya agak jauh dan tempatnya tidak terlalu kecil." ucapku.


"baiklah! aku yang akan menyetir kapalnya!" ucap Joses.


"memang kamu bisa?" ucapku.


"yup dia bisa kok." ucap Lulu.


"whoa... sebenarnya job mu itu apa?" ucapku.


"job? aku seorang petualang rank C." ucap Joses.


"kau ini serba bisa ya..." ucapku.


"ahaha tidak... aku tidak sepertimu yang bisa memakai berbagai sihir." ucap Joses.


kami pun tertawa sesaat dan kemudian kari buatan Julie dan Yuna pun matang. kami segera menghabiskannya.


continue.....