Demon King: Another World

Demon King: Another World
pertumpahan darah (1)



"hou, jadi sudah mau melawanku?" ucap Raja iblis.


"mau bagaimana pun kami tidak akan menyerah! Michell kita hadapi dia!" ucap Pahlawan pria.


"baik!"


"haha, dan aku lah yang pastinya menang" ucap Raja iblis.


"sombong sekali kamu ini.... kalau begitu biar aku tunjukan bahwa kesombongan mu tidak lain adalah omong kosong!" ucap pahlawan pria.


"majulah nak, jika aku menang maka akan kubawa sekalian perempuan itu dan aku akan menghancurkan dunia!" ucap Raja iblis.


[Sudut pandang Endo]


jika aku kalah di sini, maka dunia ini akan hancur. aku mulai membuat kuda kuda dan segera meluncur.


"Hyatt!!!"


serangan demi serangan ditangkis oleh Raja iblis, aku diberi sebuah penguatan oleh Michell dan kemudian aku kembali meluncur.


"lambat!!" ucap Raja iblis.


"cih."


aku kembali menjauh dan kemudian meluncur dan dia dapat menangkis serangan ku.


"kau lengah, manusia!"


ketika menengok ke samping, dan kemudian sebuah bayangan hitam muncul. menuju ke arahku. aku berteriak kepada Michell.


"Michell pelindungnya!!"


"baik!" jawabnya.


tetapi sepertinya terlambat, bayangan hitam tersebut dapat menembus semua jenis sihir. lalu seketika sebuah api meluncur dari belakangku.


"Michel! apa yang kamu lakukan?" ucapku.


"kelemahan bayangan itu adalah dengan menyerang dia menggunakan sihir!" ucap Michell.


aku baru sadar perkataan tersebut ketika melihat Raja iblis tersebut terkena serangan api milik Michell bayangan hitam tersebut menghilang, celah terbuka dan aku kembali menyerang.


"cih! sialan kau manusia!!" ucap Raja iblis frustasi.


aku hanya diam dan terus menyerang. kami terus bertukar serangan. tetapi karena kelelahan, serangan ku terus ditangkis dan aku terkena serangannya. walaupun Michell memberiku sihir pemulih, begitulah seterusnya, kami bertahan hingga Michell kehabisan mana dan aku kelelahan.


tidak aku sangka aku akan kalah! aku terlalu meremehkan.


setelah mana milik Michell habis aku tak dapat menerima sihir pemulih. aku juga sudah kelelahan, gerakan tubuhku melambat.


"ada apa pahlawan? apa kalian selemah itu?" ucap Raja iblis kepada kami.


dan saat itu dia muncul di belakangku dan menghunuskan pedangnya.


"matilah kau pahlawan!!"


seketika aku menutup mata dan kemudian sesosok yang pernah kulihat muncul tetapi sekarang penampilannya memiliki tanduk. aku dan Michel terkejut.


"oi oi... pahlawan! kenapa kalian bisa seceroboh itu? padahal aku sudah memberi tahu..." ucap pria itu.


"maaf aku tidak tahu jika itu benar..." ucapku.


"ya itu benar, kami minta maaf..."


"oi! kamu menghalangiku! aku ingin membunuh pahlawan! kenapa kamu menghalangiku!! apa kamu sekutu mereka!?" ucap Raja iblis tersebut marah.


"oi oi... jangan kira cuma kamu saja Raja iblis disini." ucap pria itu.


aku dan Michell terkejut, pria itu juga seorang Raja iblis.


tetapi kenapa dia memihak kita? walaupun begitu auranya adalah aura murni, dan tidak ada kejahatan di dalamnya...


"kalian pasti bingung, nanti akan aku jelaskan ketika urusanku selesai." ucap pria tersebut dengan tersenyum.


...****************...


[Sudut pandang Satou]


"memangnya siapa yang iblis rendahan disini?" ucapku.


"cih! kau akan mati!"


"wah wah... sudah lama sejak aku dilawan dengan kekuatan sebesar ini..." ucapku.


"haha, selemah itu kah mereka? kalau begitu biarkan aku menghiburmu..." ucap Raja iblis.


apakah aku akan kembali ke dunia asalku bereinkarnasi? atau kah aku akan tetap disini?


aku melawannya tetapi aku tidak terlalu serius.


"uwah... tidak aku sangka hanya segitu ya..." ucapku.


"berisik! matilah kamu!!" ucap Raja iblis.


"kamu yang berisik, dan kamu yang akan mati..." ucapku dengan nada dingin dan menusuk Raja iblis.


"mu~sta~hil..." ucap Raja iblis dengan perut tertusuk pedang dan darah menetes...


apakah benar aku sudah dianggap mati di duniaku tempat bereinkarnasi dan kemudian bereinkarnasi disini?


aku mencabut pedangku dan kemudian Raja iblis tersebut tergeletak dan mati. aku kembali ke wujud manusiaku dan mendekat ke arah dua orang pahlawan.


"namaku Satou, inkarnasi dari raja iblis yang mempunyai ingatan manusia... mungkin...?" ucapku bingung.


"aku Endo! dan dia Michell, kami adalah pahlawan. tapi maaf aku sangat ceroboh...." ucap Endo.


"ya kami minta maaf..." ucap Michell.


"tak usah dipikirkan nah sekarang kalian yang mengalahkannya aku akan pulang dahulu istriku mungkin khawatir..." ucapku.


"ah.. terima kasih telah menyelamatkan kami..." ucap Michell.


"ya.. kembalilah ke kerajaan" ucapku.


aku berbalik dan kemudian aku mendekati Joses.


"ayo pulang, hari mulai gelap." ucapku.


"ya."


aku mengucapkan "[teleport] mansion." dan kemudian lingkaran sihir muncul dibawah kaki kita dan kemudian sampai di depan mansion.


aku masuk dan berkata "aku pulang!" lalu aku melihat Lilith berlari kearahku.


"selamat datang papa dan kak Joses!" ucap Lilith sambil memelukku.


mendengar itu Julie berlari dan memelukku begitu juga dengan Lulu, dia berlari dan memeluk Joses.


aku mengucapkan "aku pulang." bersamaan. Yuna di belakang mereka sambil tersenyum.


"selamat datang sayangku..." ucap Julie.


"ahaha... maaf membuat khawatir..." ucapku.


"iya... aku senang kamu baik baik saja..." ucap Julie.


"hei! papa, mama! ayo kita mandi bersama!" ucap Lilith.


"sebelum itu kita makan malam dulu..." ucap Yuna.


kami pun segera makan makanan yang telah dimasak oleh Julie, Yuna, dan Lulu. aku dan Joses sangat senang dan memakannya dengan lahap. wajar... kami kelaparan, karena bertempur seharian hingga waktu hampir malam....


continue....