
saat ini aku mendapat tugas dari Joses untuk pergi ke benua utama, karena hasil panen kita hanya buah dan sayuran kami harus ke benua utama untuk membeli beberapa bibit dan juga daging, karena monster disini tidak bisa dimakan dagingnya, untuk beberapa alasan dagingnya keras jadi tidak enak dimakan.
kesampingkan dagingnya, sekarang aku, Julie, Yuuto, dan Miya akan naik ke kapal untuk ke benua utama.
"kita akan ke benua utama kan?" ucap Miya.
"ya, ada apa?" tanya Yuuto.
"tidak, aku hanya penasaran seperti apa benua utama." ucap Miya.
hm? apakah dia tidak tinggal di benua utama?
"Miya, kamu tinggal dimana? kenapa tidak tahu tentang benua utama?" tanya Joses yang berada di dekatnya.
sedangkan aku sedang mengangkat tong tong kosong naik ke kapal.
"ya, aku tinggal di pulau yang jauh dari sana." ucapnya.
"lalu saat kejadian itu?" tanya Joses semakin bingung.
"walaupun aku bersama tuan lama dan Zakira, aku ditempatkan di perusahaan yang jauh dari sana. lalu saat itu tuan menyusul ku dan membawaku menuju pulau kupo. tentu saja aku sampat mampir di benua utama, tetapi hanya pelabuhan. maka dari itu aku akan menjelajah!" ucapnya bersemangat.
aku yang mendengarnya sedikit bingung dengan apa yang dia ucapkan. sebenarnya kita tidak akan lama di sana.
"kalau begitu tolong jaga dia ya, Yuuto." ucap Joses.
"ok." jawab Yuuto.
setelah selesai mengangkat barang menuju ke kapal kami segera berangkat. seluruh warga melambaikan tangan, sebelum itu aku dan Julie berpamitan.
"Yuna, jika kami belum pulang tolong jaga Lilith." ucapku berpamitan.
"ya, jaga diri kalian!" ucap semua orang.
dengan kapal menjauh kami melambaikan tangan. sebuah perpisahan, untuk sementara mungkin 3 bulan kami akan menuju benua utama dan membeli bahan makan.
di desa bahan makanan hanya cukup untuk 6 bulan, dan itu susah menipis. maka dari itu kami dikirim ke benua utama untuk membeli persediaan selama 2 tahun, mungkin?
yah, setidaknya kapal kita muat karena hanya 4 orang bersamaku. aku tidak berniat aneh aneh, tapi Yuuto dapat diandalkan.
setelah beberapa hari kami sepertinya mengalami kebosanan.
"beberapa hari ini terasa sangat bosan..." ucap Miya.
"ya, bagaimana pun kita tidak menemukan sebuah pulau, dan perjalanan kita masih jauh." ucap Yuuto sambil meminum teh.
ngomong ngomong itu kapal dapat dikendalikan lewat layar, jadi untuk kemudi tidak ada masalah.
"bagaimana pun kita butuh hampir 1 bulan lebih untuk ke benua utama bukan?" ucapku.
"apa boleh buat bukan?" ucap Yuuto pasrah meminum teh buatan Julie.
sementara Julie duduk tenang menikmati suasana.
jujur saja selama di kapal kami tidak melakukan apapun. di tengah perjalanan aku tiba tiba menerima hawa membunuh entah darimana.
"....!"
"ada apa? kenapa kamu kaget Satou?" tanya Miya.
"tidak mungkin di sekitar sini ada orang kan?" tanyaku kembali.
"hm? ada apa? memang ada yang aneh?" tanya Yuuto.
Julie memeluk tanganku dan mendekat. sebenarnya dari mana asalnya?
"ada yang mengawasi kita dengan tatapan membunuh." ucapku.
kami semua pun menjadi waspada. kenapa dalam perjalanan ada saja seperti ini. ya wajar kalau perjalanan biasa dan ramai. tapi ini perjalanan pribadi dalam arti hanya ada 4 orang di dalamnya.
"siapa di sana!" teriak Yuuto.
sepertinya tidak mau keluar.
"apa boleh buat." ucapku mengelus kepala Julie.
aku sedikit menjauh dari Julie dan yang lainnya kemudian mengeluarkan aura raja iblis yang sudah lama tidak ku keluarkan. kekuatanku meluap luap!
seketika semua suasana menjadi sepi. tetapi Yuuto dan Miya terkejut. aku kembali ke wujud semula, wujud manusia.
"oi, oi, yang benar saja aura itu." ucap Yuuto terkejut dan waspada.
"kenapa ada raja iblis disini?" ucap Miya menjadi takut.
tetapi Julie masih saja seperti biasa. menengok ke arah mereka berdua yang waspada dan tersenyum.
"ada apa denganmu Julie? apakah kamu tidak takut? atau jangan jangan..." ucap Miya sepertinya khawatir.
"tidak, itu wujud awalku. aku sebenarnya adalah mantan raja iblis dan reinkarnasi seorang manusia." ucapku menjelaskan.
"ap-! apa benar!?" ucap Yuuto berteriak.
"tenang lah, orang yang mengawasi sepertinya masih ada..." ucapku sambil melihat ke kanan dan kiri.
walaupun sepertinya sudah tidak ada tatapan membunuh tapi hawa keberadaannya masih terasa. yup apakah mungkin ada penjahat yang menyusup? aneh.
continue...