
kami melanjutkan perjalanan menuju kearah selatan, karena kami dekat dengan kerajaan Roxane, kami memutuskan untuk berjalan ke ibukota kerajaan Roxane, kata penduduk desa yang kami kunjungi sebelum desa elf kota tersebut terkenal dengan hasil lautnya.
perjalanan ke ibukota kerajaan Roxane memakan waktu 2 hari, dihari kami berjalan tidak ada hambatan, kami melewati jalan setapak.
"dilihat dari peta sepertinya ini akan sampai ke ibukota kerajaan Roxane." ucap Julie.
"ya, begitulah yang kulihat dari peta." ucapku membalasnya.
"hei kakak, kapan kita akan sampai?" ucap Lilith kepadaku.
"kira kira 2 hari jika kita berjalan kaki." ucapku.
"jadi akan cepat jika menggunakan kereta kuda? kenapa tidak beli saja?" tanya Lilith.
"mahal Lilith uang kita tidak cukup untuk membeli kereta beserta kudanya." ucap Julie menjelaskannya.
kami berjalan hingga matahari tepat berada di atas kepala. kami memutuskan untuk beristirahat, aku duduk di atas rumput dan bersandar pada pohon.
Julie membuka bekal yang dibuatkan warga desa elf kepada kami untuk dimakan bersama sama, Julie dan Lilith mendekat kearah ku,
"ayo dimakan." sambil duduk di sampingku yang sedang memejamkan mata.
"enak!! kak Julie ini enak!" ucap Lilith sambil mengunyah.
"Lilith kalau bicara makanannya ditelan dulu nanti tersedak." ucap Julie menasihati Lilith.
"ya kak Julie." jawab Lilith dengan tersenyum.
aku membuka mataku dan mengambilnya. aku mulai memasukkannya kedalam mulutku dan kemudian.
ah.. jadi rindu kampung halamanku....
aku mengunyahnya sambil memejamkan mataku kembali, Julie menyandarkan kepalanya ke bahuku, Lilith berbaring di pangkuan Julie.
ah... rasanya seperti mempunyai keluarga.... nyaman rasanya....
tanpa sadar kami semua tertidur di bawah pohon, saat aku terbangun hari sudah mulai gelap, aku bergegas membuat api unggun, dan menyiapkan makan malam.
Julie yang ku letakkan di atas rumput dengan selimut terbangun,
"hoamm...... sudah gelap?" ucap Julie.
"ya sudah gelap jadi aku cepat cepat mendirikan tenda, untuk berjaga jaga pindahkan Lilith ke dalam tenda." ucapku sambil melihat Lilith yang masih tertidur di atas rumput.
kami pun membawa Lilith masuk kedalam tenda. aku keluar dari tenda Lilith dan kemudian aku memilih untuk tidur diluar, dibawah bintang yang bertebaran, dibawah sinar bulan.
aku tertidur di bawah pohon didekat api unggun dan tenda. ketika aku hampir tertidur Julie datang memberiku selimut.
aku pun tertidur.
[sudut pandang Julie]
dia pun tertidur setelah ku berikan selimut aku tersenyum dan berkata, "tidur yang nyenyak ya pahlawanku"
"Yo Julie, apakah kamu baru bangun?" tanyanya kepadaku.
"ya begitulah, lalu kenapa kamu bangun? bukannya tadi tidur?" tanyaku sambil duduk disebelahnya dan menyenderkan bahuku.
"hei Julie, aku ada sesuatu untukmu." dia mengambil sesuatu dari tasnya.
karena masih tertutup aku bertanya "apa itu?"
"apakah kamu mau menjadi tunangan ku?" tanyanya dengan sedikit malu.
tanpa sengaja aku mengeluarkan air mataku dan memeluknya, "ya~ ak~aku m~au." ucapku sambil tersedu.
"ya ampun, maaf ya membuatmu sedih...." ucapnya dengan sedih.
"tidak aku bahagia, aku menangis bahagia, aku juga mencintaimu......" ucapku melepaskan pelukanku.
"terima kasih ya...." ucapnya sambil tersenyum. sambil memakaikan cincin itu ke jariku.
setelah kejadian itu, aku resmi menjadi tunangan Satou, walaupun Lilith tidak tahu bahwa kami sudah bertunangan.
aku yang lelah setelah menangis tidur dengan kepalaku bersandar di bahunya, dia memberiku jubahnya agar aku tak kedinginan.
[sudut pandang Satou]
"selamat tidur, putriku." ucapku menatap dia yang sedang bersandar di bahuku. aku pun tertidur dengan posisi kepala kami saling bersentuhan.
matahari pun terbit, aku menjadi lebih bersemangat, aku bangun lebih awal dari yang lain, tetapi ketika aku sedang menyiapkan makanan Julie bangun dan menghampiriku.
...****************...
"pagi Satou, biar aku saja yang buat kamu tunggu saja dulu." ucap Julie menyuruhku untuk menunggu.
"bagaimana kalau kita membuatnya berdua?" ucapku
karena Julie mempunyai sifat dewasa, dia berusaha tenang dan kemudian menjawab "baiklah, ayo kita kita lakukan." dengan senyum diwajahnya.
akhirnya aku pun membuatnya berdua dengan Julie, tak lama kemudian Lilith bangun dan menghampiriku, "kakak, hari ini sarapan pakai apa?"
"ah... pagi Lilith, hari ini kita makan sup lagi, apakah kamu bosan?" tanyaku kepada Lilith.
"tidak bukannya bosan tapi sepertinya lebih baik yang lain deh...." ucap Lilith kepadaku.
"Lilith, kalau memang hanya ada sup ya dimakan saja, kan kita juga berhemat untuk menuju ibukota kerajaan Roxane." ucap Julie sambil memotong sayuran.
"baiklah, baiklah, akan aku makan." ucap Lilith sambil duduk.
sarapan pun siap, kami memakannya dengan lahap. setelah sarapan habis kami pun segera membereskan tenda kami, untungnya semalam tidak ada monster yang mendekat. kami melanjutkan perjalanan menuju ibukota kerajaan Roxane.
continue.....