
setelah kami makan bersama untuk makan siang, kami semua segera menyiapkan kapal untuk segera berangkat dari pantai.
"makanan ini sangat enak..." ucap Yuri dengan senang.
"sepertinya sesuai selera mu ya Yuri." ucap Yuuto.
mereka menikmatinya...
"kalau begitu kita langsung berangkat saja!" ucap Joses.
"okey~" ucap Lulu lalu menyiapkan layar.
kami semua segera menuju ke tempat masing masing. aku berada di pengangkatan jangkar, Joses berada di tempat kemudi, Shaki berada di tempat pengintai, Yuuto berada di samping Joses untuk memberitahu arah, Lulu menjaga layar, Arisa dan Yuri beristirahat di kamar mereka di lumbung kapal.
"ok, ayo kita berangkat!" ucap Joses.
layar segera mengembang dan jangkar segera diangkat. kapal pun berangkat. dengan angin yang membantu pelayaran kami berangkat.
"akhirnya.... kita berangkat..." ucap Joses puas.
"kita berhasil!" ucap Lulu senang.
"tetapi setelah ini akan sulit jadi berhati hatilah." ucapku menasihati Joses.
aku duduk di sebuah tong yang kosong dan melihat sekitar. kapal mulai menjauh dari daratan, pemandangan laut yang biru semakin tampak jelas, cakrawala membentang dengan sangat jelas dan terlihat tanpa ujung. aku memandanginya dan kemudian Lilith datang.
"papa! aku mau duduk di situ juga!" ucap Lilith.
"baiklah..." ucapku sambil mengangkatnya dan mendudukkannya di pangkuanku.
"bagaimana? indah kan?" ucapku.
"papa, hangat! laut, indah!" ucap Lilith.
aku tak mengerti apa katanya?
aku mengabaikannya dan memandangi laut tersebut. Julie pun juga mendekat dan duduk di tong yang kosong di sebelahku.
"indah ya..." ucap Julie memasuki obrolan.
"ya.. itu indah..." ucapku.
"benarkan!" ucap Lilith bangga.
aku bertiga melihat cakrawala yang membentang tanpa batas. Arisa datang mendekat lalu merentangkan tangannya.
"sejuk~" ucap Arisa.
"benar anginnya menuju ke laut... dan terasa agak panas..." ucap Julie.
"ini yang terbaik!!" ucap Lilith berteriak di pangkuanku.
"ahaha... lihat siapa yang senang." ucap Arisa tertawa kecil.
sedangkan awak kapal yang lain sedang makan dan minum karena kelaparan. Yuna sedang sibuk membuatkan teh di lumbung kapal. lalu tidak lama kemudian Yuna datang membawa 5 cangkir dan 1 nampan lalu memberikannya pada kelompokku yang berisi Aku, Julie, Lilith, dan Arisa. untuk sisa 1 teh untuk Yuna, dan karena 5 orang lainnya yang berisi Joses, Lulu, Yuuto, Yuri, dan Shaki sedang makan dan minum jadi Yuna hanya membuatkan 5 teh.
"silahkan diminum..." ucap Yuna menyerahkan nampan.
kami semua mengambil masing masing 1 dan Yuna meletakkan nampannya di samping tong dan menyeruput teh miliknya.
"benar benar enak! tak kusangka Satou mempunyai maid pribadi sebaik ini!" ucap Arisa terkesan.
"tidak perlu berlebihan..." ucapku malu.
"terima kasih banyak, tuan saya adalah yang terbaik." ucap Yuna bangga.
"nah, ayo kita lihat pemandangan ini sambil minun teh buatan Yuna." ucap Julie.
Yuna dan Arisa pun ikut duduk di atas tong yang kosong, kemudian meminum teh tersebut hingga habis.
"wah... kukira akan menyenangkan, ternyata kita akan bingung terombang ambing oleh ombak..." ucap Arisa.
"tidak juga kok." ucap Lilith.
"wah wah, lihat Lilith duduk dipangkuan Satou!" ucap Arisa.
"wah wah, imutnya..." ucap Julie.
"benarkan!" ucap Lilith.
"ahaha... lihat dia bangga..." ucap Yuna.
jadi sorotan para gadis...
aku hanya pasrah dan melihat laut yang biru. Joses datang dengan kelompoknya dan bergabung dengan kami.
bagaimana dengan kemudinya?
"bagaimana? indah kan?" ucap Lulu.
"yup! cocok untuk bulan madu..." ucap Joses.
"oi oi, di sini ada yang jomblo loh..." ucap Shaki.
"ahaha... lihat! siapa yang marah?" ucap Yuuta menggoda Shaki.
"yah... untuk saat ini ada 2 gadis yang tidak mempunyai pacar loh..." ucap Joses menggoda Yuuta dan Shaki.
mereka berempat pun malu. yap sepertymi yang diduga dari jomblo...
kami pun menghabiskan waktu kami untuk mengobrol hingga waktu berubah menjadi sore. aku menurunkan jangkar sementara Lulu mengangkat layar. kami berhenti untuk malam ini karena jika kita terus berlayar maka arah angin akan berpindah dan ombak lebih besar, jadi malam ini kami makan malam sambil terombang ambing ombak yang besar.
continue....