
setelah kami semua makan malam kami segera tidur di rumah sederhana yang kami buat. rumah tersebut bisa bisa kami lepaskan dan pasang kembali.
pagi harinya kami kembali beraktifitas, dengan para perempuan yang ke sungai untuk mandi dan untuk mengambil air dari sungai, sementara pra laki laki membangun rumah untuk masing masing. seperti Shaki yang membuat rumah untuk Arisa dan Yuri, lalu Yuuto membangun rumah untuk dia sendiri dan Shaki, Joses membangun rumah yang sama seperti di pantai di kerajaan Roxane, sementara aku membangun rumah sederhana dengan 6 kamar tidur, 1 dapur yang digabung dengan ruang makan, 1 ruang tengah, 1 ruang tamu, dan 3 kamar mandi.
meskipun tidak akan ada tamu yang datang tetapi tetaplah membuatnya jikalau ada seseorang yang tersesat kami akan menyambutnya di desa, tidak mungkin akan menjadi kerajaan? entahlah aku tidak akan memikirkannya.
tentunya rumah tidak akan jadi dalam satu hari, jadi kami juga memutuskan untuk beristirahat ketika siang untuk makan siang dan melanjutkannya setelah makan siang dan begitu seterusnya. mari lewatkan ketika membangunnya. kini rumah kami semua sudah selesai dibangun.
hari ini kami berniat untuk membuat furniture rumah seperti alat untuk saluran air dan lainnya.
"oke, hari ini kita akan membuat saluran air untuk rumah kita sendiri, dan membuat irigasi untuk membuat ladang." ucap Joses.
"kalau begitu, bagaimana kalau Joses adalah kepala desa kita?" ucapku.
"benar juga, ayo kita serahkan kepada pak kepala desa!" ucap Shaki.
"eh? tunggu! aku? kepala desa? tidak, tidak, tidak. tidak mungkin kan aku kepala desa?" ucap Joses tidak percaya.
"tidak, kamu cocok loh..." ucap Arisa menggoda.
"ya benar! bukankah itu benar bu kepala desa?" ucap Yuri menggodanya.
"sudah, jangan menggodanya... mari laksanakan perintah kepala desa!" ucap Yuuto bersemangat.
kami semua segera mencari bambu di sekitar hutan dan ternyata memang ada, seperti yang aku harapkan, bahkan bambu ini lebih bagus kualitasnya dari pada di duniaku bereinkarnasi apalagi di bumi. apakah karena sihir? atau apakah tidak ada yang menyentuhnya?
kami membuat sebuah saluran hingga dekat dengan desa dan membuat bendungan. kemudian kami memotong beberapa bagian dan menyusunnya hingga menjadi pipa dan mengalirkannya dari bendungan yang sudah kami gali ke rumah rumah warga.
kami selesai membuatnya pada sore hari dan kami segera berkumpul untuk membuat api unggun karena rumah kami juga masih belum siap, kami belum menciptakan penerangan, hanya ada ranjang yang sudah kami buat.
"selamat makan!!" ucap kami semua dan kemudian menyantap makanan tersebut.
kami semua berpesta atas keberhasilan kita semua dalam membangun desa terutama diangkatnya kepala desa. kami semua menikmati acara tersebut dengan ceria.
"ngomong ngomong disini siapa yang bisa menjadi alchemis ketika kami semua membutuhkan obat obatan atau semacamnya?" tanya Arisa.
benar! seorang alchemist atau mungkin priest untuk menyembuhkan orang sakit, tapi siapa?
"ah mungkin saya bisa... tetapi saya maid pribadi tuan Satou." ucap Yuna.
"kalau begitu! Yuna kamu akan menjadi seorang alchemis dan seorang maid pribadi Satou!" ucap Yuri dengan semangat.
"apakah boleh, tuan?" tanya Yuna dengan ragu.
"ya! tentu saja. apalagi jika tidak." ucapku tersenyum.
Julie juga ikut tersenyum dengan memeluk Lilith yang duduk di pangkuannya. seperti biasa ya...
Julie adalah gadis pendiam, dia istriku dan dia hanya akan tersenyum jika dia setuju, akan berkata secukupnya, dan seorang yang cantik. itulah pandanganku meskipun terkadang dia juga seorang gadis penakut.
aku bersyukur dapat menikah dengan Julie dan hidup damai...
continue....