Demon King: Another World

Demon King: Another World
reuni kecil keluarga kerajaan



aku berjalan menuju ruangan ayah. berjalan di lorong yang panjang dengan ditemani oleh Yuuto, Miya, Yuyun, dan Julie.


"benar benar seperti istana.... apakah aku bermimpi?" gumam Yuyun.


dia bergumam dengan suara samar samar sambil terlihat kagum. Yuuto, dan Miya juga memasang wajah kagum di belakangku. sedangkan Julie memegang erat tanganku, dia bersikap tidak peduli dan terus berjalan.


setelah itu, aku menghadap ke salah satu pintu.


"ok, kita sampai." ucapku.


aku membuka pintu itu dan kemudian melihat ayah sedang bersama anak angkat itu. aku menganggapnya anak angkatku tetapi sebenarnya adalah dia diangkat menjadi anak dari ayah dan ibuku. dengan kata lain, adikku.


[status :


Nama : Hima


Level : 230


Ras : Demon king (sementara)


Job : -


Title : anak angkat sang mantan raja ]


status milik adikku....


[status :


Nama : Touya


Level : 500


Ras : Demon king (mantan)


Job : -


Title : mantan raja ]


dia ayahku. ngomong ngomong nama ibuku itu adalah Sarah. ngomong ngomong namaku diambil dari nama mereka berdua, yaitu Sa dari ibuku Sarah, dan Tou dari ayahku Touya. jika digabungkan maka Satou.


"oh! kakak! papa lihat! kakak telah kembali!" ucap Hima.


dia memanggil ayah dengan sebutan papa.


"oh! Satou! kamu kembali! darimana saja?" ucap Ayah.


dia sangat khawatir. bahkan ibu sedang mengurung diri di kamarnya. ngomong ngomong tentang ras, mereka sekarang sudah menjadi ras demon biasa walaupun mereka keluarga kerajaan.


ciri khas dari kerajaan ini adalah, nama bangsawan, keluarga kerajaan, bahkan rakyat biasa tidak menggunakan nama akhir.


"ah, ya aku kembali. ngomong ngomong ayah, aku sudah memutuskan istriku." ucapku.


"oh! bukankah itu kabar gembira?" ucap Ayah.


dia sedikit berkaca kaca.


"oh! kakak akan mempunyai istri, jadi aku akan punya kakak ipar!" ucap Hima.


dia mengucapkannya dnegan polosnya.


Hima adalah anak kecil berusia 10 tahun. dia diadopsi saat dia masih bayi. singkat cerita dia ditinggal oleh orang tuanya. lalu ditemuka oleh ayah saat sedang berjalan di gang sempit untuk urusan. urusan berjalan jalan dengan menyamar.


alasannya adalah bosan berada di istana, lalu terkadang mengucapkan 'terkadang raja juga butuh istirahat.' atau semacamnya.


"ah lalu, ada banyak yang ingin aku laporkan." ucapku.


"hm? apakah itu?"


ayah menanyakannya dengan sedikit penasaran.


"aku ingin mendirikan sebuah desa." ucapku.


tentu saja tanpa alasan yang panjang lebar.


"untuk apa?"


aku menjelaskan semuanya. tentang dunia lain, tentang anak angkatku yang jenius, dan teman teman lainnya.


"begitu kah... ah, ngomong ngomong, apa kamu sudah dengar? kita sudah berhasil menyegel dewa jahat loh? dan pahlawan sekarang ini sudah di kembalikan ke dunianya." ucap ayah.


oh! jadi sudah tidak ada invasi ya.. aku sangat suka dengan kedamaian ini.


"jadi begitu, hm... kalau begitu tidak perlu repot repot melawannya." ucapku.


ayah tertawa melihat reaksiku yang tidak tertarik dengan berita itu. lalu dia berpaling kepada Hima dan memberi kode. Hima segera merespon kode itu dan segera keluar.


"hm? kenapa Hima keluar?" ucapku.


"ah, ada seseorang yang sangat sedih dengan kepergian mu loh." ucap ayah.


aku tahu, ibu bukan?


...****************...


di tengah tengah reuni, pintu dibelakang kami terbuka. seseorang berlari dan memelukku.


"Satou! kamu kembali! ah... benar benar kamu ya..." ucapnya.


dia ibuku, Sarah. dia yang paling khawatir.


"ah, ibu. sudah lama sekali ya.." ucapku.


aku membalas pelukannya sambil menepuk punggungnya.


"ah, aku kira aku tidak akan bertemu denganmu lagi loh..." ucapnya.


dia mengatakannya dengan tersedu.


"hey, ibu. aku ada sesuatu untuk dikatakan." ucapku.


dia melepaskan pelukannya dan mengelap air matanya.


untuk Yuuto, Miya, Yuyun, dan Julie hanya terdiam dari tadi.


"apakah itu?" ucapnya.


nadanya masih tersedu.


Hima menyusul masuk bersama 1 maid yang membawa 1 teko, dan 8 buah cangkir putih. sambil menaruhnya pada sebuah laci.


"aku membawa calon istri loh ibu." ucapku.


"oh, wah wah. kamu sudah menemukannya ya." ucapnya.


dia sangat senang.


"oh? apakah seorang elf? ataukah demon?" ucap Ibu.


dia telah menjadi sangat senang.


aku menarik tangan Julie.


"dia itu istriku loh." ucapku.


sambil menggandeng tangannya.


"wah wah, anakku sudah menemukannya ya.."


"saya Julie, istri dari Satou." ucapnya.


sambil membungkukkan kepalanya. cukup singkat tapi sopan.


"oh, nanti malam akan ada pesta besar ya." ucap ibu.


untuk sementara ini, aku akan menunda menjelaskan tentang desa itu.


continue....