
malam itu aku dan Julie tidur dnegan nyenyak, sedikit dingin dan gelap, tetapi nyaman.
"pagi, suamiku." sapa Julie.
dia kemudian berdiri dan membuka gorden yang menutupi jendela, sehingga sinar matahari pagi masuk.
"pagi, uh... silau.." ucapku.
kemudian aku duduk di samping kasur dan mulai berdiri. aku dan Julie membuka pintu tetapi semuanya masih tidur.
"hm..? belum bangun?" ucapku.
aku menoleh kanan dan ke kiri, pintu kamar masing masing masih tertutup dan suasana masih sepi. karena masih tertidur, aku dan Julie memutuskan untuk akan membuat sarapan pagi.
aku akan berterima kasih tentang bahan bahan yang kami ambil tanpa izin ini nanti. setidaknya kita buat sarapannya dulu.
"ah... bahannya di sini." ucap Julie.
kemudian dia mulai mencincang sayuran sisa semalam dan daging semalam, sementara aku menyiapkan panci dan memasak air. rencananya kami akan membuat sup daging.
karena hanya ada sayuran dan daging... apa boleh buat, aku juga sedikit lapar. jadi mari kita bantu Julie mengiris sayuran.
"aku akan bantu mengiris dagingnya." ucapku.
"baiklah." ucap Julie.
aku mengambil pisau dan kemudian mengiris daging tersebut, sepertinya ini daging sapi. kesampingkan itu. aku mengirisnya hingga potongan sedang (tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil).
"oke, kalau begitu ayo kita masukkan." ucap Julie.
mengambil sayuran dan daging yang sudah di iris, dan memasukkannya ke dalam panci yang berisi air mendidih. tidak lama kemudian, ibu Yuuto keluar dari kamarnya dan menuju dapur.
"wah, sudah di buat ya.. kalian rajin ya... aku kira belum ada yang bangun loh." ucapnya.
dia sedikit lega karena bebannya berkurang. ah juga desa ini dikelilingi hutan, untuk hutan yang berada di sekeliling desa, sebelumnya aku, Lilith, dan Julie pernah ke hutan bagian utara tetapi tidak ada monster.
aku dengar dari warga, jika kalian ke sana kaian akan tersesat lalu akan terdengar suara. rumor itu sudah menyebar hingga para petualang, sebenarnya itu hanyalah desa elf...
...****************...
"pagi, aku tidak pernah melihat kalian, apakah kalian ingin mendaftar?" ucap nona resepsionis.
dia perempuan dengan telinga kelinci. dengan tampilan gadis usia 14 tahun. terlihat seperti anak anak. tetapi levelnya lumayan juga.
...****************...
[Status :
Nama : Horun
Level : 10
Ras : setengah kelinci
Title : -
Skill : negosiasi (Lv. 6), penawaran (Lv. 2). ]
"ah, dia ingin mendaftar." ucap Yuuto.
"hm?"
dia meliriknya.
"baiklah! ngomong ngomong, kalian petualang dari guild mana?" ucapnya.
sambil mengambil dokumen, dan meletakkannya di atas mejanya.
"kami semua berasal dari Roxane." ucapku.
"eh... jadi kalian dari sana... bagaimana kabar Sicily ya..." ucapnya.
setelah sebentar mengibrol dengan Horun, oh dia memang belum memperkenalkan diri. tetapi karena papan status aku jadi tahu, aku tidak boleh menyebut namanya dulu sebelum memperkenalkan diri. akan berbahaya jika dia tahu tentang papan status.
"baiklah... eh...!"
sedikit terkejut lalu mendekat ke arah kami.
"berhati hati ya, sorang elf pasti akan diincar." ucap Horun.
dia kemudian menyerahkan kartu guild kepada Miya.
"ngomong ngomong kalian peringkat apa?" tanya Horun.
"aku dan Julie peringkat A." ucapku.
"dan aku peringkat B. sedikit berbeda..." ucap Yuuto.
untuk peringkat ini dibagi menjadi 6.
S—> paling tinggi, biasanya seorang yang sangat kuat. dikatakan dapat membunuh naga seorang diri.
A—> diurutan kedua, untuk orang yang berhasil mengalahkan golem, tanpa party.
B—> urutan ketiga, tidak terlalu lemah, dan biasanya dapat melawan monster rank B atau kebawahnya. syarat : harus mengalahkan silver wolf yang biasanya bergerombol.
C—> urutan keempat, tidak ada yang spesial, tetapi biasanya direkomendasikan untuk berparty minimal 5 orang. untuk kenaikan rank, harus mengalahkan setidaknya 2 monster.
D—> kelima, petualang pemula, yang naik peringkat karena misi awal, biasanya disarankan untuk mengambil herbal di hutan dan tidak disarankan untuk melawan monster. akan naik rank jika menyelesaikan 10 quest mengumpulkan herbal.
E—> paling lemah, atau anggota baru. biasanya akan naik ke rank D jika dia menyelesaikan 5 quest mengumpulkan herbal.
...****************...
"he.... hebat juga kalian." ucap Horun.
"ahaha... iya tidak juga sih... sekarang ini kami masih mengembara, dna kami mengambil quest untuk membeli peralatan." ucap Yuuto.
"oh, kalau begitu perkenalkan namaku Horun, senang bertemu kalian." ucap Horun.
setelah memperkenalkan driri, kami menuju papan quest dan kemudian kami memutuskan untuk mengambil quest mengalahkan silver wolf, karena baru baru ini mereka sepertinya mendekat.
continue...