
[Sudut pandang Satou.]
Pagi hari diawali dengan suara Lilith yang berusaha membangunkanku. Biasanya hanya Julie yang membangunkanku, tetapi karena waktu itu Lilith memintanya, jadi kali ini Lilith yang membangunkanku.
"Hm...?"
Aju mebgerang sedikit lalu terduduk dengan setengah sadar.
"Pagi papa! Ayo kita sarapan!"
Dia dengan segera menarik tanganku menuju ke ruang makan.
Ruangan makan ini sangat besar mejanya. Aku berada di ujung meja, lalu di sebelahku terdapat Julie yang telah selesai membantu maid kerajaan. Sebenaenya Julie sangat ingin menyiapkan makanan untuk kami, jadi dia memaksa para maid agar dia diperbolehkan membantu mereka. Julie juga membantu dalam membersihkan ruangan. Dia seperti ratu yang peduli dengan sekitarnya. Sebaliknya aku hanya dapat duduk di ruang dokumen dan mengurus beberapa dokumen.
Terkadang Julie datang membawakan teh, atau Lilith yang membawa boneka beruang pink dari kamarnya untuk menemaniku. Walaupun melelahkan, tetapi berkat mereka berdua aku bisa kembali sembuh dan kembali bekerja.
maksudku sembuh, aku beristirahat sebentar seperti tidur di pangkuan Julie, atau bermain dengan Lilith. Setelah sedikit siang menjelang sore, biasanya aju akan kembali keruang makan untuk makan siang bersama lagi. Lalu bersantai hingga malam. Jika tidak ada kegiatan aku biasa bermanja-manja dengan Julie di kamar kami berdua.
...****************...
[Sudut pandang Julie.]
Setiap pagi biasanya aku membangunkan suamiku. Tetapi kali ini berbeda, karena waktu itu Lilith memintanya, jadi aku memutuskan meninggalkan suamiku yang masih tertidur pulas bersama Lilith di sebelahnya. Pagi ini aku akan memasak apa ya...
"Selamat pagi Ratu."
Ucap salah satu maid dengan sopan dan sedikit hormat.
"Ah, tidak perlu, itu mebuatku malu.."
Ucapku sambil berusaha menahan maid itu. Seperti yang aku duga, aku bahkan belum terbiasa dengan perlakuan orang-orang.
Orang di dunia ini sangat berbeda dengan dunia ku. Sangat menyenangkan dan begitu indah tanpa adanya diskriminasi.
Aku segera menuju ke dapur untuk memasak.
"Kali ini aku akan membuat apa ya..."
Aku berpikir sambil bergumam. Aku kemudian mengambil pisau untuk memotong beberapa sayuran dan wortel.
Sayuran di sini sangat segar...
Semenjak aku menjadi ratu di sini, suasana di rumah ini menjadi lebih hidup, itu adalah kata-kata milik ibu. Untuk ayah sendiri dia cenderung sering bermain bersama Lilith dan Hima. Walaupun dia adalah mantan raja tetapi perlakuannya seperti melupakan jabatannya sebagai mantan raja.
"Oke, Semuanya, kita akan memasak hidangan baru!"
Aku berteriak kepada seluruh maid yang sedang memasak.
Ya, Aku terpikirkan sesuatu. Hidangan itu bernama Mie, hidangan itu diperkenalkan kepada aku. Suamiku sangat menyukainya.
Semua terlihat heran dengan kata-kataku, dan akhirnya aku mengajari mereka semua. Banyak diantara mereka yang berkata "Hm! Ini enak!" atau "Oh! Ini sangat hebat!" bahkan ada yang sampai ingin membuatnya sendiri untuk orang tua di kampung halaman mereka.
Setelah selesai mengajari sekaligus membuatnya, para maid mengantarkan semua makanan itu ke ruang makan. Di sana suamiku dan yang lainnya sudah menunggu. Walaupun suamiku terlihat senang, tetapi ayah, ibu, dan Hima terlihat bingung dengan menu hari ini. Dan akhirnya suamiku menjelaskannya.
Dalam beberapa hari hidangan itu telah menyebar dan menjadi makanan khas dari kerajaan ini. Mereka menamainya MieRa, atau kepanjangannya adalah Mie Ratu. Sebenarnya itu dibuat pertama kali oleh suamiku tapi dia membolehkannya, dan sekarang menurut rakyat, penemu hidangan itu adalah aku. Yah, walaupun suamiku tdiak keberatan...
...****************...
[Sudut pandang Lilith.]
Pagi ini aku membangunkan papa! Aku sangat bersemangat! Hari ini juga, mama bangun sangat pagi. Mama telah menjadi mama yang hebat!
"Papa! Bangun! Mama sudah pergi loh."
Dia segera duduk sambil terlihat lesu.
Ah, mou! Papa sangat lesu!
"Ayo!!"
Akhirnya aku menarik tangannya menuju ke ruang makan. Hidangan siap ketika kami menunggu sekitar satu menit. Itu adalah mie!
"Wah!! Selamat makan!"
Aku langsung memakannya. Kakek, nenek, dan Kak Hima terlihat kebingungan, tetapi aku hanya mengabaikannya.
Pada akhirnya papa menjelaskannya kepada mereka dan mereka dengan senang memakannya. "Ini sungguh kenyal!" ucap kakek sedangkan untuk nenek dia berkata "Julie sangat hebat dalam memasak ya..." lau untuk kak Hima dia berkata "Aku memiliki kakak ipar yang pandai memasak!" sambil memakan masakannya.
Walaupun mama tersipu, dia tampaknya senang, aku suka dengan suasana ini!
...****************...
[Sudut pandang Hima.]
Setelah sekian lama aku menunggu, akhirnya aku dapat bertemu kembali dengan kakakku. Saat dia menemui papa, dia hanya membawa beberapa manusia dan satu orang aneh yang memiliki aroma manusia dan demon yang bercampur.
Walaupun awalnya aku meragukannya, tetapi saat ini dia telah menjadi seorang ratu sekaligus seorang ibu rumah tangga yang hebat!
"Wah.. Aku memiliki kakak ipar yang hebat!"
Sambil memasukkan suapan selanjutnya aku mengucapkannya.
Kakak memang tidak pernah salah dalam meilih orang. Aku ingin jadi seperti dia yang bisa memasak walaupun keluarga kerajaan. Dan pada saat itu juga aku menjadi murid kakak iparku sendiri. Dia telah mengajariku banyak hal tentang memasak, walaupun dia sangat lemah saat berhadapan dengan orang yang hormat dengannya. Dia sangat manis saat tertawa, tersenyum, bahkan saat dia marah. Aku menyukainya!
Continue....