Demon King: Another World

Demon King: Another World
kejadian sebenarnya dan rumah baru



sementara kami memakan salah satu dari mereka terbangun dan datang mendekati kami.


"kalian siapa? dimana ini? apakah kami akan menjadi budak salah satu dari kalian? atau kalian semua adalah rakyat buangan?" tanya wanita tersebut kebingungan dengan gemetar dan melihat kami dengan wajah sedikit murung.


"tidak, kami hanya menemukan kalian terombang ambing oleh ombak, kalau begitu mari bergabung. silakan dimakan." ucap Joses.


"ya, ayo makan dan sedikit ceritakan apa yang terjadi pada kalian?" ucap Shaki yang sedikit penasaran.


dia pun segera duduk dan mengambil sebuah piring yang terbuat dari anyaman dan memberi sebuah alas dengan sebuah daun yang besar yang sudah kami siapkan. dia memakannya dengan lahap dan menghabiskannya kemudian mulai berbicara.


"nama saya Zakira. saya adalah seorang budak." ucapnya.


[Status :


Nama : Zakira


Level : 2


Ras : manusia


Title : seorang budak]


hm? ada apa dengan title aneh itu? apakah itu menandakan sebuah budak? kenapa tidak muncul waktu aku memungutnya?


"saat itu saya dan tuan saya sedang ada urusan di pulau Kupo"


pulau Kupo adalah pulau yang berada di dekat benua iblis. walaupun dekat tetapi benua itu berisi manusia dan setengah manusia atau demi human.


"tuan saya adalah seorang pedagang, dia sangat baik. tetapi sepertinya dalam perjalanan kami diserang oleh monster laut dan akhirnya kami semua terpecah belah bersama kapal tersebut. sementara kami semua terapung tuan saya memilih menjadi pengalih perhatian sementara kami disuruhnya berenang sejauh mungkin." ucapnya sedih.


"ah, maafkan kami membuat mu bercerita." ucap Shaki.


"tidak, akan aku lanjutan. setelah kami dengan terpaksa meninggalkan nya, kami tetap terus terkejar. tadinya hanya beberapa orang yang mengorbankan diri karena pasrah, akhirnya hanya tersisa 30 dari kami yang melarikan diri karena masih ingin hidup. setelah seharian kami dikejar akhirnya hanya tersisa 10 diantara kami yang bertahan. dan setelah itu kami tanpa sadar terdampar dan tidak sadarkan diri." ucap Zakira.


"lalu, kenapa kamu memiliki aura aneh?" tanyaku.


"! apakah kamu menyadarinya?"


"ya, bahkan anakku menyadarinya." ucapku.


"...! benarkah? siapa anak itu?" ucap Zakira.


"anak itu ada di pangkuanku." ucapku mengelus kepalanya.


dia menikmatinya ahaha, imutnya.


"hebat, apakah benar dia bisa?"


"ya, awalnya aku hanya mengira mungkin aku salah lihat tetapi tak aku sangka bahwa dia juga merasakannya." ucapku.


"dia hebat! memang benar, ini adalah aura yang diberikan tuan saya untuk menjauhkan saya dari monster." ucapnya.


"hm? apakah dia tidak dapat menggunakannya juga?" tanya Yuuto yang tadinya hanya menyimak.


"...."


kami semua terdiam. dan merasa kasihan, sementara Lilith terus memegang gelasnya sambil melihat gelas yang dipegangnya.


"tidak perlu khawatir, tetapi seperti yang aku tahu, kami terdampar disini dengan jumlah sembilan orang, dimana tiga orang lainnya?" ucap Zakira melihat kanan dan kiri.


"...."


sekali lagi kami semua terdiam.


"ada apa?" tanya Zakira kebingungan.


"mereka sudah meninggal saat kami menemukannya, jadi kami menguburnya." ucapku.


"....kalau begitu tolong antarkan saya pada mereka." ucap Zakira.


kami memutuskan untuk mengantarnya ke makam mereka dan sesampainya di sana Zakir berjongkok dan melipat tangannya.


"semoga tenang di sana..." begitulah ucapnya ketika sampai. kami semua mengikutinya tapi tanpa berbicara.


"terima kasih sudah menguburkan mereka dengan layak." ucap Zakira sedikit bahagia.


"ya, tidak masalah, yang terpenting apakah kalian saling mengenal? terutama dua perempuan dan tiga laki laki yang belum sadarkan diri itu?" tanya Shaki.


"ya, mereka adalah sesama budak. namun saat itu mereka tidak diperintahkan untuk lari, malahan tuan mereka menyuruh mereka berdiam, tetapi entah kenapa mereka juga ikut selamat." ucap Zakira.


"begitukah? kalau begitu kalian bukan lagi budak! kalian adalah warga ku yang baru! aku menyambut kalian di sini." ucap Joses.


"sepertinya aku melihat tanda tanda akan bekerja lagi..." ucap Yuri dengan nada malasnya.


"begitulah, kalau begitu mari kita semua bekerja membuat rumah dan menyalurkan air di sungai!" ucap Joses.


jadi di dunia ini ada juga yang maniak pekerjaan? entahlah, mungkin hanya sedikit bersemangat.


"kalau begitu kenapa kalian para gadis tidak memasak saja untuk makan siang?" ucap Yuuto.


"ide yang bagus! jadi kita tidak perlu ikut bekerja." ucap Arisa.


"kalau begitu aku akan membantu juga." ucap Zakira.


kemudian Arisa pergi bersama Yuna, Julie, Zakira, dan Lulu untuk menyiapkan makan siang.


"nah untuk Yuri bisa kamu temani Lilith bermain?" ucapku kepadanya.


"kalau begitu serahkan kepadaku." ucap Yuri kembali bersemangat.


kami segera bersiap membangun dua rumah berisi tiga orang. satu rumah berisi tiga orang wanita dan sebaliknya. jadi ada dua rumah untuk enam orang.


continue....