
Lu'er melihat Pangeran Rui yang tengah mempersembahkan sebuah lagu untuk Lu'er, membuat dirinya terhibur. Lalu, Lu'er segera memalingkan Wajahnya untuk dapat memperhatikan ke arah jalan. Wajahnya tiba-tiba saja tampak tertegun saat melihat seseorang yang tengah berdiri, dan Pria itu tengah memperhatikan diri Lu'er dan Pangeran Rui dengan tajam.
"Siapa Pria yang mengenakan topeng itu? Mengapa dia terus memperhatikan ke arah sini? Mungkinkah....!" Dalam benak Lu'er, lalu dia segera memalingkan Wajahnya untuk dapat melihat Pangeran Rui.
Pria yang tengah mengenakan topeng Wajah itu, tampaknya begitu sangat tidak senang ketika melihat Lu'er yang tengah bersama dengan Pangeran Rui.
Saat Lu'er terlihat semakin terpaku ke arah Pria itu, tiba-tiba saja banyak orang yang lalu lalang, sehingga membuat Lu'er kesulitan mencari keberadaannya.
"Siapa dia sebenarnya? Mengapa dia terlihat sangat tidak asing bagiku!" Dalam benak Lu'er yang masih memperhatikan jalan yang sudah dipenuhi dengan orang yang melintas.
Saat jalanan kembali sunyi, Lu'er dibuat tertegun saat tidak didapatinya Pria itu.
"Menghilang?!" Ucap, Lu'er dengan suara pelan.
Pangeran Rui yang terkejut saat mendengar ucapan dari Lu'er, segera dia menghentikan permainannya. Dan dia mulai melihat diri Lu'er.
"Ada masalah apa Lin?" tanya, Pangeran Rui yang terlihat amat penasaran dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Lu'er.
Lu'er yang tengah memperhatikan jalan, dengan segera dia memalingkan Wajahnya untuk dapat melihat Pangeran Rui.
"Ah! Tidak apa, Pangeran. Namun, aku tadi sempat melihat seseorang yang sangat aneh dengan menggunakan penutup Mata, dia terus memperhatikan kita dengan begitu tajam, mungkinkah itu adalah orang yang kau maksud, Pangeran?" kata, Lu'er yang terlihat sangat bingung dan juga penasaran dengan semua itu.
Pangeran Rui yang mendengar ucapan dari Lu'er, segera dia memalingkan Wajahnya untuk dapat melihat ke arah jalan. Bola Mata dari Pangeran Rui terlihat sangat tajam saat tengah memperhatikan sekitar. Lalu, dengan cepat, Pangeran Rui menarik Lengan kanan Lu'er, dan memeluknya dengan erat.
"Lin, apakah kau ingat, bahwa tempat yang kita pikir paling aman, untuk dijadikan sandaran ternyaman, sebenarnya adalah bahaya terbesar yang sudah mengintai, jadi... Aku ingin kau menjauhi tempat ini, dan mengikutiku, apakah kau bersedia?" kata, Pangeran Rui yang tengah memperhatikan Wajah Lu'er dengan tegas.
Lu'er yang mendengar ucapan dari Pangeran Rui, sungguh dirinya sangat tidak menyangka Pria itu dapat berkata dengan lantang dan tegas kepada dirinya.
"Aku tahu, Rui! Tapi, bagaimana dengan dendam dari Lin Yar'an? Jika aku meninggalkan tempat ini, dan mengikutimu, bukankah itu akan menjadi sulit bagiku, untuk membalaskan dengan dari Lin?" dalam benak Lu'er yang terlihat cukup bimbang.
Pangeran Rui yang mendengar ucapan Lu'er, tiba-tiba Wajahnya terlihat sangat terkejut atas apa yang baru saja dikatakan oleh Lu'er.
"Itu tidak masalah, mari kita berbagi, rasa sakit, senang, susah mari kita lakukan bersama, aku hanya takut kau terluka, Lin! Tidak lebih dari itu, bagiku hidupku tidak penting." Ucap, Pangeran Rui yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan tegas.
Lu'er sungguh sangat tidak menyangka saat mendengar ucapan dari Pangeran Rui.
"Mengapa kau setakut ini? Apakah dia sebenarnya mengincarku?" kata, Lu'er yang terlihat sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah diketahui oleh Pangeran Rui.
"Hmm." Pangeran Rui menganggukkan Kepalanya dihadapan Lu'er. Wajahnya tampak sangat serius, dan hal itulah yang membuat Lu'er semakin mempercayai Pangeran Rui.
"Jadi seperti itu, Pangeran aku hargai ketulusanmu, tapi kau belum sepenuhnya mengenal diriku, bagaimana mungkin kau dapat melindungi seseorang yang seperti diriku?! Mengapa, kau harus lakukan ini, meskipun aku tak ingin?" ucap, Lu'er yang tengah memperhatikan diri Pangeran Rui dengan tegas.
Pangeran Rui yang mendengar ucapan dari Lu'er, terdiam sejenak, lalu dia segera berbicara kembali.
"Karena kau berarti bagiku! Meskipun aku sama sekali tidak berarti untukmu, bahkan jika kau membenciku, aku hanya berharap aku selalu bisa melihatmu, bersama denganmu, dan menjagamu, apa aku terlihat bodoh? Hmm, aku sebelumnya tidak pernah sebodoh ini terhadap seorang Wanita, tetapi entah mengapa, itu bisa terjadi denganmu, Lin." Pangeran Rui kemudian segera melangkahkan kakinya ke belakang untuk dapat sedikit menjauh dari Lu'er.
Lu'er hanya terdiam saat mendengar ucapan dari Pangeran Rui. Lalu, dia segera menundukkan pandangannya ke arah bawah. Lalu, dia segera menghela napas, dengan perlahan Lu'er mengangkat Kepalanya dihadapan Pangeran Rui.
"Aku sebenarnya hanya tidak ingin berhutang budi kepadamu, tapi rasanya hutang ku sudah terlalu banyak, jadi mari kita hadapi semua ini bersama, tidak perlu lari kemanapun, karena aku yakin kita pasti bisa saling menjaga, bukankah begitu?" kata, Lu'er yang segera mengulurkan Tangan kanannya dihadapan Pangeran Rui, lalu dia segera menunjukkan senyuman manis kepada Pria itu.
Pangeran Rui sungguh sangat tidak menyangka dengan apa yang baru saja didengar olehnya.
"Kau benar." Ucap, Pangeran Rui yang segera menggenggam Tangan Lu'er.
"Meskipun aku tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Namun, aku berharap kau akan terus tersenyum seperti itu Rui." Dalam benak Lu'er yang tengah memperhatikan Wajah Lu'er.
"Meskipun aku tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi suatu saat nanti. Namun, akan aku pastikan senyuman manis itu tidak akan pernah menghilang dari dirimu, Lin!" Dalam benak Pangeran Rui yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan dalam.