Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 61 ~ Kebencian Selir Dongli.



Pangeran Xiuhuan tertegun ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Lu'er kepada dirinya. Wanita yang kini tengah berada dihadapannya itu ternyata memang sangat sulit untuk didapatkan. Saat itu juga Pangeran Xiuhuan melihat Lu'er yang akan memberikannya setangkai Mawar yang semula ia ambil untuk diberikan kepada Lu'er, dengan tegas Pangeran Xiuhuan segera berbicara kepada Lu'er.


"Ambilah, Mawar itu memang aku khususkan untuk dirimu." Ucap, Pangeran Xiuhuan yang segera sedikit menjauhi Lu'er.


Lu'er yang mendengar ucapan dari Pangeran Xiuhuan, terlihat ia begitu enggan untuk menerima Mawar itu, kemudian ia mengulurkan lengan kanannya untuk dapat memberikan Mawar itu kepada Pangeran Xiuhuan, tak lupa ia juga kembali berbicara kepada Pria itu.


"Saya tidak pantas menerima Mawar ini dari Anda, wahai Pangeran. Selain itu, jangan berpikir kita ini memiliki hubungan yang sangat dekat." Kata, Lu'er dengan cepat ia menarik lengan kiri Pangeran Xiuhuan untuk dapat menerima Mawar yang saat itu ia genggaman. Raut Wajah yang Lu'er berikan terlihat sangat dingin dan tajam, kemudian dia segera memalingkan tubuhnya untuk dapat meninggalkan taman Istana Kibo.


Pangeran Xiuhuan terdiam ketika melihat sikap dingin yang diberikan oleh Lu'er kepada dirinya, lalu ia yang saat itu tengah mengepal setangkai Mawar, terlihat sinar biru mengelilingi kepalan tangannya.


"Hm... Tidak ingin menerimanya pun tidak jadi masalah!" Dalam benak Pangeran Xiuhuan yang masih menatap diri Lu'er yang tengah berjalan untuk menjauhi dirinya. Sinar biru yang mengelilingi lengannya dengan cepat memusnahkan Mawar itu dan menjadikannya abu hitam.


°^


Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat meninggalkan taman, lengan kanannya mengepal dengan sangat kuat, lalu didalam benaknya ia bersuara.


"Jika bukan karena kebaikan yang harus aku balas, aku sungguh tidak sudi berurusan dengan Pria seperti dirimu! Aku tidak pernah tau siapakah engkau, dan apa tujuanmu untuk terus berpura-pura bodoh dihadapan semua orang! Yang hanya bisa aku lakukan adalah mengikuti caramu, jika kau berpikir dapat membodohi diriku, maka kau salah besar!" Dalam benak Lu'er, sorot bola Mata hijau itu terlihat sangat dingin dan tajam.


Langkah kakinya begitu sangat pasti, kemudian tak sengaja ia mendapati Selir Dongli yang tiba-tiba saja menghadang langkahnya. Hal itu membuat dirinya tersentak, dengan terpaksa Lu'er menghentikan langkah kakinya, lalu ia sedikit berjalan mundur agar dapat menjauh dari Selir Dongli.


Terlihat raut Wajah Selir Dongli begitu sangat kesal dihadapan Lu'er, sudah seperti seekor Ular yang siap menggigit mangsanya. Lu'er terdiam dingin saat berhadapan dengan Selir Dongli.


"Hmm... Apa lagi yang akan dilakukan Anggur busuk ini kepadaku?!" Dalam benak Lu'er yang tengah menatap tajam Wajah Selir Dongli.


Lu'er yang terlihat tengah menatap Wajah Selir Dongli yang penuh dengan kemunafikan itu, membuat dirinya sangat muak melihat drama yang serupa. Lalu, dengan tegas Lu'er menjawab ucapan dari Selir Dongli sambil menunjukkan tatapan tidak suka kepada dirinya.


"Tentunya aku selalu dalam keadaan yang sangat baik, apakah kau merasa sangat kecewa? Hm... Aku juga sangat tidak menyangka masih dapat melihatmu didalam Istana ini, aku kira kau sudah bertemu dengan Dewa kematian?!" Balas, Lu'er dengan sedikit tersenyum licik dihadapan Selir Dongli.


Selir Dongli tertegun ketika mendengar ucapan Lu'er yang membuat hatinya merasa sangat panas. Dengan raut Wajah kesal dan murka, Selir Dongli segera membalas perkataan Lu'er sambil ia menunjuk Wajah Lu'er dengan jari telunjuk kirinya.


"Lin Yar'an! Mengapa kau begitu sangat menjijikkan sekali! Aku sudah berlaku sopan kepada dirimu! Tetapi, kau sepertinya tidak ingin menerima kebaikanku ini! Dan kau malah menginginkan diriku untuk cepat-cepat tiada!" Kata, Selir Dongli dengan nada bicara yang sangat keras dihadapan Lu'er.


Lu'er yang mendengar setiap kalimat yang dikeluarkan oleh Selir Dongli membuat dirinya merasa ingin tertawa dibuatnya.


"Haha... Menjijikkan! Kau sungguh pandai sekali menilai dirimu sendiri, dan lagi aku tidak pernah berkata ingin melihatmu tiada, tetapi dirimu sendirilah yang menginginkan hal itu, aku rasa tidak lama lagi Kaisar akan segera menggelar upacara pemakaman untuk dirimu!" Balas, Lu'er yang masih menunjukkan raut Wajah licik dihadapan Selir Dongli. Lalu ia segera berjalan mundur ke arah belakang untuk dapat menghindari telunjuk milik Selir Dongli yang tengah mengarah pada dirinya.


"Oh iya, segera singkirkan lengan kotormu ini dari hadapanku, atau aku akan membuatnya tidak berada pada tempatnya lagi! Menjauh dari jalanku!" Ucap, Lu'er yang terlihat sangat dingin dihadapan Selir Dongli. Tatapan yang ia berikan seolah tengah memberikan suatu isyarat bahwa "Jangan ganggu diriku lagi!"


Perkataan Lu'er sepertinya telah membuat Selir Dongli merasa sangat tidak terima. Namun, entah mengapa tatapan yang Lu'er berikan membuat dirinya merasa sangat ketakutan, dan tak sanggup untuk membantahnya lagi. Selir Dongli kemudian menarik lengannya dengan sangat cepat, lalu Lu'er segera meninggalkan Selir Dongli ditempat itu. Namun, sebelum ia berlalu Lu'er sempat memberikan sebuah pesan kepada Selir Dongli.


"Jika tidak ingin bernasib sama dengan Fengying, sebaiknya jangan kau usik diriku! Tetapi, jika kau masih saja tidak mendengarkanku! Maka setiap permainan yang kau mulai, aku sungguh siap untuk mengakhirinya!" Ucap, Lu'er lalu ia segera melanjutkan langkahnya untuk dapat meninggalkan Selir Dongli sendirian.


Selir Dongli yang mendengar ucapan berupa peringatan kepada dirinya, membuatnya bukanlah semakin takut, tapi hal itu malah memicu dirinya untuk terus menggencarkan semua niat buruknya kepada Lu'er.


"Aku akan membuat dirimu merasakan hidup didalam Istana Kibo adalah neraka bagimu! Kau pikir hanya karena sebuah ancaman mampu membuat diriku ini mengaku kalah! Tidak semudah itu, Lin sampah!" Dalam benak Selir Dongli yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah kesal dan benci terhadap Lu'er.