Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 49 ~ Sebatas Alat Saja.



Pangeran Xiuhuan kemudian segera menjauhkan dirinya dari Lu'er, raut Wajahnya memerah, entah apa yang telah terjadi kepada dirinya. Namun, perasaan itu datang begitu saja.


Lu'er tampak puas saat dapat membuat Pria itu dibuat gugup olehnya, karena ia tidak ingin terus menggoda Pangeran Xiuhuan, segera ia memalingkan tubuhnya untuk dapat kembali ke dalam Kamarnya. Pangeran Xiuhuan yang melihat Lu'er akan pergi meninggalkan dirinya, tampak ia hanya terdiam, lalu entah mengapa tubuhnya mendadak sangat dingin, dan hawa panas menyelimuti organ tubuh dalamnya.


"Uhh... Aku harus sesegera mungkin meninggalkan tempat ini!" Dalam benak Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah menunjukkan raut Wajah dingin yang sangat kental dalam dirinya.


Tubuhnya seketika dipenuhi dengan sinar biru, bola Matanya yang semula berwarna biru dengan cepat berubah menjadi oranye, sebelum Lu'er menyadari hal itu Pangeran Xiuhuan dengan cepat menghilang dari Istana Kibo, rambutnya yang putih begitu sangat berkilau. Dan Lu'er yang terlihat tengah berjalan entah mengapa dirinya begitu sangat ingin menoleh ke arah belakang.


Lalu, dengan cepat Lu'er memalingkan pandangannya dengan raut Wajah tegas. Dilihatnya Pangeran Xiuhuan sudah tidak berada ditempatnya. Hal itu membuat Lu'er sedikit bingung dengan apa yang baru saja ia rasakan.


"Aneh... Tadi aku sempat mendengar sesuatu? Ah, apakah aku hanya terlalu lelah saja sehingga aku jadi salah dengar? Hmh...." Ucap, Lu'er yang segera memalingkan pandangannya, lalu dengan cepat ia meninggalkan tempat itu.


°^


Sedangkan didalam ruangan Pangeran Xiuhuan, terlihat ia tengah berdiri tegak sambil menyentuh dadanya dengan lengan kanan. Dia berjalan dengan tubuh yang diselimuti hawa dingin dan panas yang bercampur didalam tubuhnya. Lalu, dengan perlahan ia segera melangkahkan kakinya untuk dapat menuju kursi panjang yang telah tersedia dihadapannya.


Saat Pangeran Xiuhuan tengah duduk, sambil terus menunjukkan raut Wajah dingin, tak lama kemudian datanglah dua sosok orang yang entah mereka datang dari mana, tengah bersujud dihadapan Pangeran Xiuhuan. Salah satu darinya ternyata adalah seorang Wanita yang tengah mengenakan pakaian serba hitam, sambil mengenakan topeng hitam yang menutupi Matanya.


"Tuan, Anda kambuh lagi?! Apakah Anda masih ingin mengulur-ulur waktu yang sangat sempit ini?!" Ucap, seorang Wanita yang terlihat tengah menatap cemas Pangeran Xiuhuan.


Sedangkan seorang Pria yang tengah berada disamping Wanita itu hanya terdiam seribu bahasa tanpa berkata apapun dihadapan Pangeran Xiuhuan.


Balutan kain berwarna putih, raut Wajah dingin, sorot dari sepasang bola Mata berwarna oranye tampak seperti seekor Singa yang sudah sangat siap untuk melahap siapapun yang berusaha untuk mengganggu dirinya.


"Tidak perlu merisaukan diriku seperti itu, aku tau apa yang saat ini tengah aku lakukan!" Jawab, Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah menatap tajam Wajah dari seorang Wanita bertopeng itu.


Qing Meng, yang mendengar perkataan dari Pangeran Xiuhuan sungguh merasa sangat kesal ia begitu sangat tidak terima akan apa yang telah terjadi kepada Pangeran Xiuhuan saat itu.


"Saya sangat mengerti, Anda begitu sangat hebat, tetapi... Membawa Wanita itu masuk ke dalam masalah ini bukankah itu hanya akan membuat semuanya menjadi kacau saja, Tuan? Selama ini Anda selalu berusaha untuk mendekati Lin Yar'an, sampai-sampai Anda melupakan bahwa waktu terus berputar, apakah Anda benar-benar telah jatuh hati terhadap Wanita itu?" ucap, Qing Meng yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Pangeran Xiuhuan.


Pangeran Xiuhuan yang mendengar perkataan dari Qing Meng sungguh membuat dirinya tertegun atas apa yang baru saja diucapkan oleh Wanita itu kepada dirinya.


Qing Meng terpinga-pinga saat mendengar perkataan dari Pangeran Xiuhuan, dengan cepat ia menundukkan kepalanya untuk dapat menghindari rasa curiga dari Pangeran Xiuhuan kepada dirinya.


"Tidak ada Tuan. Mohon Anda mengampuni kesalahan saya ini." Balas, Qing Meng yang terlihat sangat enggan untuk melihat Pangeran Xiuhuan.


Pangeran Xiuhuan yang melihat Qing Meng dan juga Rui, dengan segera ia memalingkan pandangannya dan meminta kepada dua orang itu untuk meninggalkan dirinya sendirian.


"Tinggalkan aku!" Ucap, Pangeran Xiuhuan yang terlihat sangat dingin dihadapan kedua pelayannya itu.


Qing Meng dan juga Rui yang mendengar perintah dari Pangeran Xiuhuan segera mereka meninggalkan pangeran Xiuhuan sendirian, dengan menghilang secara perlahan dari hadapannya, tak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir mereka, Pangeran Xiuhuan pun hanya terdiam.


Lalu... Ia kembali teringat akan perkataan dari Qing Meng, perlahan ia memejamkan sepasang Matanya, entah mengapa bayangan dari Lu'er tak bisa menghilang dari dirinya. Hal itu membuat Pangeran Xiuhuan sangat bingung dengan kondisinya saat itu.


"Uh...! Mengapa aku jadi teringat dengan dirinya?! Lin Yar'an jika kau tau siapa diriku yang sesungguhnya, aku rasa perlakuan yang akan kau berikan kepadaku tidak jauh berbeda dengan apa yang telah kau lakukan kepada keluarga Kaisar! Tetapi... Aku sungguh sangat tidak menginginkan hal itu terjadi! Aku hanya ingin kau berada disisiku, hanya itu!" Dalam benak Pangeran Xiuhuan yang tengah menahan rasa sakit dalam tubuhnya.


Sedangkan diatas pohon besar, terlihat Qing Meng yang tengah terdiam dingin, Rui yang melihat sikap Qing Meng membuat dirinya begitu sangat bingung terhadap Wanita itu.


"Wanita itu hanya akan mendatangkan masalah saja! Dan sekarang dia begitu sangat menginginkan Wanita itu untuk berada disampingnya!" Ucap, Qing Meng yang terlihat begitu sangat kesal.


Rui yang mendengar perkataan dari Qing Meng dengan cepat ia membalas ucapan Wanita itu sambil menatap Wajahnya dengan tatapan curiga.


"Dia hanya ingin menjadikan Lin sebagai alatnya saja, bukankah kau sudah mendengarnya? Lin Yar'an terlihat begitu sangat ingin membalaskan semua dendamnya, dan dia pun serupa! Meskipun sebenarnya bukan itu tujuan utamanya." Jawab, Rui yang tengah menatap diri Qing Meng dengan tatapan tegas.


Qing Meng yang mendengar jawaban dari Rui, semakin membuat dirinya kesal saja, lalu dengan cepat ia segera menambah perkataannya.


"Hmh! Hanya dendam? Apakah kau yakin? Menjadikan dirinya hanya sebagai alat saja?" balas Qing Meng yang segera menatap Wajah Rui dengan raut Wajah kesal.


"Tentu saja! Ada apa dengan dirimu?! Kau terlihat sangat aneh, ingat Qing Meng kau hanyalah orang yang diutus untuk mengikutinya saja, jadi jangan pernah berharap lebih dari itu!" Ucap, Rui yang terlihat tengah menyadarkan Qing Meng siapa dirinya sebenarnya.


Qing Meng tersentak saat mendengar perkataan dari Rui, tatapan yang ia berikan jelas sangat kecewa, lalu dengan cepat Qing Meng segera menghilang dari hadapan Rui. Rui hanya terdiam, lalu ia segera menghilang dari tempat itu.