Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 60 ~ Tidak Mudah Untuk Ditaklukkan.



Saat Lu'er tengah menatap Wajah Pangeran Xiuhuan, ia tak sengaja melirik ke arah belakang tubuh Pangeran Xiuhuan, ia melihat Permaisuri Jia Li yang tengah berjalan dengan perlahan untuk dapat menuju ke dalam ruangannya, mendapati hal itu Lu'er kemudian berjalan untuk dapat meninggalkan Pangeran Xiuhuan. Namun, sebelum ia berlalu Lu'er sempat berbisik lirih disamping tubuh Pangeran Xiuhuan.


"Masalah ini bisa kita lanjutkan nanti, Pangeran." Ucap, Lu'er yang segera melirik Wajah Pangeran Xiuhuan dengan dingin, lalu ia kembali memalingkannya, kaki jenjang itu kemudian melangkah dengan pasti untuk dapat berlalu dari tempatnya saat itu.


Pangeran Xiuhuan yang mendengar ucapan dari Lu'er, ia sebelumnya tampak bingung sampai pada akhirnya ia tersadar bahwa ditempat itu bukan hanya ada mereka saja, Pangeran Xiuhuan menunjukkan raut Wajah dingin lalu ia segera memalingkan tubuhnya untuk dapat berhadapan dengan Permaisuri Jia Li.


Permaisuri Jia Li dengan terpaksa menghentikan langkah kakinya saat melihat Lu'er dan juga Pangeran Xiuhuan terlihat tengah bersama. Timbul rasa curiga dalam benaknya, raut Wajah itu semakin dingin saat ia mendapati Lu'er yang terlihat dekat dengan Pangeran Xiuhuan.


Lu'er yang memandang Wajah Permaisuri Jia Li, dengan cepat ia berlalu begitu saja tanpa berkata apapun kepada dirinya. Permaisuri Jia Li yang melihat sikap Lu'er, membuat dirinya tertegun, karena Wanita itu sama sekali tidak memperdulikan dirinya, dan lagi Lu'er terlihat sangat enggan menjelaskan apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan juga Pangeran Xiuhuan. Permaisuri Jia Li kemudian berbicara kepada Lu'er, tanpa melihatnya.


"Jangan kau pikir, karena Kaisar begitu sangat memperdulikan dirimu, kau dapat bersikap seenaknya didalam Istana ini! Ingat Lin selama aku masih hidup, setiap pergerakanmu akan selalu aku awasi!" Ucap, Permaisuri Jia Li dengan raut Wajah dingin juga kesal. Namun, tampaknya ia begitu sangat enggan melihat Wajah Lu'er dengan jelas.


Lu'er yang tengah berjalan untuk dapat menuju taman, dengan perlahan kaki jenjangnya terhenti, kemudian dia menjawab ucapan dari Permaisuri Jia Li dengan nada bicara tegas dan juga dingin.


"Aku tidak akan pernah lari, tidak perlu mengawasiku, terima kasih atas sikap perhatianmu itu wahai Permaisuri, tetapi... Bukankah kau sangat ingin melihat kematianku? Apakah masih penting setiap urusanku harus kau ketahui? Sungguh kasih sayangmu melebihi kasih yang diberikan oleh Ibuku." Balas, Lu'er yang segera melirik Wajah Permaisuri Jia Li dengan sedikit tersenyum kecil, meskipun begitu sikap dinginnya tidak dapat ia lepaskan dalam dirinya.


Permaisuri Jia Li terpinga-pinga ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh Lu'er kepada dirinya, suaranya terhenti didalam kerongkongan tak mampu ia berbicara sembarangan kepada Lu'er. Lalu, ia segera memalingkan Wajahnya untuk dapat melihat diri Lu'er yang saat itu masih berada disampingnya. Bola Matanya terbelalak lebar, bibirnya sedikit bergetar kemudian Permaisuri Jia Li membalas perkataan Lu'er dengan nada bicara kesal.


"Kau seharusnya sudah mati pada saat itu! Kau seharusnya sudah tiada! Aku sangat membenci dirimu! Saat aku melihatmu, maka bayangan Wanita hina itu selalu saja muncul dalam ingatanku! Apakah masih kurang penderitaan yang sudah kalian berikan kepadaku! Apakah masih belum cukup!?" Bentak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan dingin.


Lu'er yang saat itu tengah memalingkan Wajahnya untuk dapat melihat Permaisuri Jia Li, muncul perasaan iba saat mendengar setiap kalimat yang dikeluarkan oleh Permaisuri Jia Li. Bola Mata hijau milik Lu'er tampak terbelalak, ia dapat melihat sebuah rasa benci dan dendam yang sangat dalam dari sorot bola Mata Permaisuri Jia Li.


"Aku tidak pernah tau menau, ada masalah apa antara kau dengan Ibuku, aku sudah pernah berkata sebelumnya bahwa pembalasan dendam yang salah hanya akan berakhir sia-sia saja! Jadi karena itu mengapa kau begitu sangat membenci diriku? Karena aku adalah Putri dari Musuhmu? Aku tau, kau itu sebenarnya adalah seorang Wanita yang sangat baik, benar bukan? Jadi lakukan apa yang ingin kau lakukan!" Jawab, Lu'er dengan raut Wajah dingin dihadapan Permaisuri Jia Li. Dia begitu sangat tenang sedari tadi Bola Matanya terus memperhatikan tatapan tajam yang diberikan oleh Permaisuri Jia Li kepada dirinya.


Permaisuri Jia Li terdiam ketika mendengar ucapan dari Lu'er. Kini dirinya sudah tidak ingin lagi menutupi kebenciannya terhadap keluarga Putri Lin Yar'an.


"Karena sudah seperti ini, aku tidak bisa terus menerus bersembunyi didalam kegelapan, mengunci diri dan enggan untuk keluar menatap kenyataan! Entah mengapa aku merasa Wanita ini seperti memberikan aku suatu dorongan untuk dapat mencapai keadilan yang aku inginkan! Padahal dia tau aku sangatlah membenci dirinya dan juga keluarganya. Namun, mengapa dia malah membiarkanku untuk mengusik keluarganya secara terang-terangan?!" Dalam benak Permaisuri Jia Li yang terlihat tengah menatap Wajah Lu'er dengan raut yang masih sangat tajam.


"Ternyata benar! Dendam dapat membuat semua orang menjadi Iblis yang sangat kejam! Biarkan mereka menyelesaikan urusannya sendiri, aku sangat malas mencampuri urusan orang lain, jika aku pikirkan lagi, Ibu Lin itu terlihat sangat licik, hmmm...." Saat Lu'er tengah terlamun dalam ingatannya, ia tiba-tiba saja dikejutkan akan kehadiran dari Pangeran Xiuhuan yang sudah berada didalam taman, hal itu membuat Lu'er begitu sangat tidak menyangka akan apa yang dilihatnya.


"Xiuhuan?! Bagaimana dia...?!" Gumam Lu'er dengan suara lirih, saat ia mendapati Pangeran Xiuhuan yang sudah berada ditaman.


"Kau lagi-lagi kau?! Apakah kau itu jelmaan dari Hantu?!" Kata, Lu'er dengan nada bicara kesal saat melihat kehadiran dari Pangeran Xiuhuan.


Pangeran Xiuhuan yang mendengar suara Lu'er, segera ia memalingkan tubuhnya untuk dapat melihat Wajah Lu'er. Dengan cepat ia berbicara kepada Lu'er sambil membantah ucapannya itu.


"Hantu? Aku rasa tidak ada Hantu yang bisa disamakan dengan diriku." Ucap, Pangeran Xiuhuan yang tengah menatap Wajah Lu'er, sambil menggenggam setangkai Bunga Mawar putih.


Lu'er terdiam dingin saat mendengar jawaban dari Pangeran Xiuhuan, timbul rasa curiga yang semakin menjadi didalam benaknya.


"Mengapa dia bisa berada di sini dalam kurun waktu yang sangat singkat sekali, dan juga sebelumnya bukankah dia masih berada didalam Istana?" dalam benak Lu'er yang terlihat tengah menatap curiga Pangeran Xiuhuan.


Dengan perlahan Lu'er melangkahkan kakinya untuk dapat mendekati Pangeran Xiuhuan, raut Wajahnya masih sangat dingin, kemudian dia segera menjawab ucapan yang telah diberikan oleh Pangeran Xiuhuan kepada dirinya.


"Hmm... Aku rasa Hantu pun tidak akan sudi jika kau itu salah satu dari mereka." Jawab, Lu'er dengan raut Wajah dingin.


Pangeran Xiuhuan kemudian berjalan untuk dapat mendekati Lu'er, bunga mawar yang saat itu tengah digenggaman olehnya, segera ia letakkan diatas telinga kanan Lu'er. Sambil terus memperhatikan Wajah Lu'er dengan lembut.


"Hmm... Sungguh manis sekali Mulut Putri Lin ini, apakah saat ini kau tengah menerka-nerka siapakah diriku yang sebenarnya?" ucap, Pangeran Xiuhuan yang terlihat tengah menggoda Lu'er.


Lu'er kemudian segera menghindari Pangeran Xiuhuan, sambil mengambil setangkai Mawar yang saat itu tengah berada diatas telinganya.


"Ternyata Pangeran ini terlalu banyak berpikir ya, untuk apa saya harus memikirkan diri Anda, sementara itu masih banyak hal penting yang seharusnya saya lakukan." Jawab, Lu'er dengan raut Wajah dingin dihadapan Pangeran Xiuhuan, lalu ia segera mengembalikan Bunga Mawar itu kepada Pangeran Xiuhuan.